Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Jangan Nekat ke Luar Negeri, Kendaraan Wajib Punya CPD

Dipublikasikan : Kamis, 8 Januari 2026 06:58

Tanpa CPD, kendaraan tak bisa lintas negara. Simak penjelasan Carnet de Passages en Douane dan pengalaman pelancong saat touring internasional.

Touring motor dari Indonesia ke Mekkah (Foto : Instagram/@daeengg )
Touring motor dari Indonesia ke Mekkah (Foto : Instagram/@daeengg )

OTORIDER - Perjalanan lintas negara menggunakan kendaraan pribadi bukanlah perkara mudah. Beragam tantangan administratif hingga teknis harus dihadapi, terlebih ketika memasuki wilayah dengan regulasi ketat. Hal tersebut diungkapkan oleh Om Daeng, pelancong yang telah menjelajahi banyak negara dalam perjalanannya menggunakan Yamaha Xmax.

Om Daeng menekankan pentingnya kesiapan dokumen sebelum melakukan perjalanan lintas negara, khususnya bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Ia mengingatkan agar setiap pelancong selalu membawa dokumentasi lengkap, mulai dari paspor, visa, hingga Carnet de Passages en Douane (CPD).

Pentingnya Membawa Dokumen Lengkap Saat Lintas Negara

Carnet de Passages en Douane sendiri merupakan dokumen internasional yang berfungsi sebagai “paspor kendaraan”. Dokumen ini menjadi syarat wajib bagi kendaraan bermotor yang akan keluar masuk negara lain tanpa harus membayar bea masuk di setiap perbatasan.

“Carnet ini kayak semacam paspornya kendaraan lah. Dan itu wajib kita punya. Kalau tanpa ini ya kita enggak bisa lintas negara,” ungkapnya saat ditemui Otorider beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, penerbitan Carnet de Passages en Douane dilakukan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Om Daeng menjelaskan bahwa proses pengurusannya relatif memakan waktu, sehingga harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. “Itu kita biasanya ngurusnya di IMI. Ya paling seminggu dua minggu jadi-lah,” tambahnya.

Ekspedisi Indonesia–Mekkah Naik Yamaha Xmax (Foto : Otorider/Gemilang Isromi Nuar)

CPD: Paspor Kendaraan yang Wajib Dimiliki

Menurut situs resmi IMI Indonesia, Carnet De Passages en Douane (CPD) memang merupakan dokumen mutlak yang harus dimiliki para petualang kendaraan bermotor yang hendak keliling dunia atau lintas batas antar negara. CPD berfungsi sebagai jaminan kepada otoritas bea cukai di negara yang dikunjungi bahwa kendaraan akan diekspor kembali ke negara asal setelah kunjungan selesai.

Prosedur Penerbitan CPD

Pengurusan CPD dapat dilakukan di pengurus daerah IMI sesuai domisili pemohon atau langsung ke IMI Pusat di Jakarta. Langkah-langkah utamanya adalah sebagai berikut:

Aturan ini memastikan bahwa dokumen yang diterbitkan sah dan sesuai standar internasional yang berlaku dalam perbatasan.

CPD Berlaku di Banyak Negara

CPD yang dikeluarkan oleh IMI berlaku di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk di beberapa negara Asia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, India, Pakistan, Jepang, dan Uni Emirat Arab; negara di Afrika seperti Mesir, Kenya, Afrika Selatan; hingga negara di Eropa dan Amerika.

Dokumen ini juga memungkinkan pemegangnya untuk masuk sementara ke negara tujuan tanpa harus membayar bea masuk kendaraan, selama kendaraan tersebut dibawa keluar lagi setelah kunjungan selesai.

Secara internasional, Carnet de Passages en Douane merupakan dokumen yang diakui secara luas dan dikelola oleh jaringan Federasi Otomotif internasional yang ditunjuk oleh World Customs Organization (WCO). Fungsinya seperti paspor bagi kendaraan untuk temporary import (impor sementara) tanpa deposit bea cukai selama periode tertentu

China Punya Regulasi Ketat untuk Kendaraan Asing

Dari seluruh negara yang pernah dilalui, Om Daeng menyebut China sebagai wilayah paling kompleks sekaligus menantang. Bukan hanya karena luas wilayahnya, tetapi juga proses administrasi lintas negara yang terbilang rumit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Menurutnya, setiap pelintas asing yang ingin masuk ke China menggunakan kendaraan pribadi wajib memenuhi sejumlah persyaratan khusus yang tidak berlaku di banyak negara lain. Salah satu ketentuan utama adalah keharusan menyewa pemandu resmi yang ditunjuk pemerintah setempat.

“Masuk China itu perizinannya cukup ribet dan mahal, karena wajib menyewa guide resmi dari pemerintah. Selain itu, jalur yang ditempuh juga sangat panjang,” jelas Om Daeng.

Kewajiban menggunakan guide resmi membuat biaya perjalanan di China membengkak. Selain honor pemandu, pelancong juga harus menyesuaikan rute perjalanan dengan jalur yang telah ditentukan, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dibandingkan melintas di negara lain.

Pengalaman Om Daeng ini menjadi pelajaran penting bagi para pelancong atau petualang yang berencana melakukan perjalanan lintas negara menggunakan kendaraan pribadi. Persiapan dokumen yang matang, pemahaman regulasi di setiap negara, serta perhitungan biaya yang cermat menjadi kunci utama agar perjalanan dapat berjalan lancar. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Kendaraan di Jawa Barat 2026 Naik atau Tetap? Ini Penjelasan Dedi Mulyadi

#2

Yamaha Aerox Januari 2026 Masih Stabil, Ini Daftar Harga Terbarunya

#3

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Aceh Hapus Tunggakan, Bali Beri Keringanan PKB

#4

Pilihan Varian Yamaha NMAX Turbo Januari 2026 Lengkap dengan Harga

#5

Promo Januari 2026, Piaggio Indonesia Tawarkan Diskon Besar untuk Vespa hingga Aprilia

Terbaru

Berita| 2 jam yang lalu

Komparasi Honda Scoopy vs TVS Callisto Intelligo 110, Skutik Retro 110 cc dengan Karakter Berbeda

Keduanya sama-sama mengusung desain klasik, tapi memiliki pendekatan berbeda dari sisi desain, fitur hingga harga. Seperti apa perbandingannya?

Sport| 3 jam yang lalu

Toprak Lakukan Persiapan Balap MotoGP Dengan Hal Tak Biasa

Umumnya rider MotoGP akan melakukan persiapan menjelang musim balap dengan melakukan kegiatan menggunakan roda dua, namun ia menggunakan mobil reli WRC2.

Motor Listrik| 4 jam yang lalu

Harga Motor Listrik Polytron Januari 2026, Fox-200 Mulai Rp11 Jutaan

Harga terbaru motor listrik Polytron Januari 2026 untuk Fox-200, Fox-350, dan Fox-500. Cek perbedaan harga tiap wilayah dan skema sewa baterai.

Berita| 5 jam yang lalu

Awal 2026, TVS Callisto Intelligo Dapat Promo Jadi Rp 17 Jutaan

Motor yang sebelumnya dipasarkan dengan harga sekitar Rp 20,9 juta OTR Jakarta, kini ditawarkan dengan banderol spesial di kisaran Rp 17 jutaan.

Motor Listrik| 6 jam yang lalu

Ofero Resmi Luncurkan Stareer 5 Lit, Sepeda Listrik Dua Baterai Tembus 130 Km

Ofero meluncurkan sepeda listrik Stareer 5 Lit sebagai flagship terbaru dengan dua baterai lithium, jarak tempuh hingga 130 km, motor 1200 watt, Traction Control System, dan fitur keselamatan premium.

Beranda Trending Motor Listrik