Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Ride2theASEAN Pulang ke Indonesia Karena Gagal Masuk Thailand

Dipublikasikan : Rabu, 15 Maret 2017 09:10
Penulis : Angga M

Dimulainya perjalanan memperkenalkan keindahan budaya Indonesia di ASEAN merupakan tema dari perjalanan dua bikers Indonesia, Adet vriono dan Rial hamzah mengelilingi negara yang ada di Asia tenggara.

Dimulainya perjalanan memperkenalkan keindahan budaya Indonesia di ASEAN merupakan tema dari perjalanan dua bikers Indonesia Adet vriono dan Rial hamzah mengelilingi negara yang ada di Asia tenggara, dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Versys 650 dan Suzuki V-Strom 650. Mereka memulai perjalanan pada 19 Februari lalu dari Jakarta.

Rute awal selepas dari Jakarta mereka melintasi Pulau Sumatera dengan tujuan pelabuhan penyebrangan Tanjung Balai (Asahan) untuk menyebrang ke Port Klang, Malaysia.

"Tantangan terbesar berkendara di Sumatera dengan kondisi hujan sangat menguji skill riding dan fisik kami berdua, fokus dalam berkendara kami tingkatkan menjadi 2 kali lipat dalam menghadapi berbagai rintangan terutama lubang, bis dan truk. Tetapi lubang dan jalan rusak adalah musuh utama kami," ujar Adet Vriono, salah satu rider Ride2theASEAN.

Di hari ketiga perjalanan dimulai dari Lubuk Linggau, Provinsi Jambi menuju Bukit Tinggi, Sumatera Barat, menurut GPS perjalanan berjarak kurang lebih 600 km, yang melewati hutan sawit.

“Berkendara dimalam hari menuju Lubuk Linggau dari Lahat, hampir terjadi kemalangan karena ada tali baja yang membentang dijalanan, yang saya pikirkan pasti modus begal. Beruntung kami bisa melewati dengan selamat dan secepatnya memacu kendaraan. Berkendara di malam hari memang tidak dianjurkan dimana kita berada, terutama didaerah yang asing buat kita,” ujar Adet.

Memasuki hari ke empat bersiap untuk menyebrang ke Malaysia dari Tanjung Balai, Asahan. Setelah mengurus beacukai kurang lebih 25 menit. “Ternyata kapal penyebrangan tidak yang seperti kami bayangkan, bukan kapal sekelas Fery yang seperti biasa untuk penyebrangan domestik, hanya kapal speed boat seukuran mikro bus untuk menyebrangi selat Malaka sejauh 110 km dengan motor berada di atas atap,” ujar Adet.

“Baru kali ini kami menaikkan sepeda motor ke kapal yang sekecil ini dan diletakkan diatas atap. Hanya bisa pasrah dan berdoa agar ombak tenang sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Rial.

Penyebrangan yang memakan waktu lima jam untuk sampai ke Port Klang Malaysia, setelah tiba langsung mengurus imigrasi dan beacukai yang memakan waktu hampir satu jam. Hari pertama memasuki Negeri Jiran, kami langsung berkunjung ke Festifal Wilayah Motor Malaysia. Disini kami disambut oleh para biker yang ada di Malaysia sebagai tamu kehormatan. Saling bertukar cerita perjalan kami dari Indonesia maupun saat menuju Malaysia serta bertukar pikiran mengenai jalur Asean yang akan kami lalui nanti dan tak lupa saling bertukar cinderamata yang kami bawa berupa slayer batik tradisional Indonesia.

Hari ke delapan memasuki Thailand sedikit susah karena proses border Thailand (sadou border) terjadi masalah, karena ada peraturan baru proses pengesahan dokumen disini. Sepeda motor Indonesia tidak dapat masuk, ada peraturan baru yang diterbitkan oleh pemerintahan Thailand, yang boleh masuk hanyalah sepeda motor dari Malaysia, Singapura dan Laos sedangkan Indonesia tidak bias.

“Kami pun beragumentasi dengan petugas custom sesuai peraturan internasional jika pakai carnet motor tentunya boleh memasuki suatu negara. Cukup Lama kami berdebat yang pada akhirnya motor sepeda motor tetap  tidak diperbolehkan masuk,”terang Adet.

Kami pun meminta bagiamana cara untuk masuk kedalam Thailand. Dalam peraturan baru tersebut disebutkan "Jika ingin memasuki Thailand harus mendapatkan permit dari D.L.T (Department Land Transpot, semacam Dinas Perhubungan).

Thailand mempunyai peraturan baru diawal 2017 dan mulai diberlakukan ketika memasuki negara Thailand jika kita memakai kendaraan sendiri. Walaupun Thailand dan Indonesia termasuk anggota ASEAN tapi ada beberapa hal yang tidak fleksibel dalam peraturannya yang melarang masuk kendaraan bermotor dari luar Thailand.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh beberapa agen rental motor di Thailand, mereka bisa bantu tapi kita harus membayar 50.000 bath (sekitar Rp 20 juta-an) selama perjalanan di Thailand .  

Sebelumnya kami sudah mengetahui aturan ini, namun sebagai smart traveller tentu tidak mau membayar 50.000 bath untuk 5 hari riding di Thailand. Jadi kami memutuskan untuk on the go melihat langsung dan mencari cara untuk memasuki Thailand tanpa bayar mahal, setelah 1 hari penuh bolak balik ke DLT, tourism Thai kami mendapat cara yang murah dalam mendapat permit untuk membawa motor masuk Thailand, dengan biaya resmi dan tanpa pengawalan seperti yang disyaratkan agen dalam Facebook Thailand overlander.

Setelah berbagi usaha belum membuahkan hasil, “Kami kecewa tidak bisa di ijinkan masuk Thailand menggunakan sepeda motor kami. Akhirnya kami kembali ke Indonesia untuk menunggu pembuatan surat permohonan Temporay Permit kendaraan untuk masuk Thailand yang prosesnya sekitar 15 hari dan membuat multiple visa Thailand,”tutup Adet.

 

 

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Berita| 13 jam yang lalu

Bakal Hadir di IIMS 2026, Begini Uniknya Moge Benda LFC700

Salah satu model yang akan diboyong adalah Benda LFC 700, motor berkapasitas besar dengan tampilan bobber yang unik.

Motor Listrik| 15 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 18 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 19 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 21 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Beranda Trending Motor Listrik