Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Espargaro Sepakati Larangan Penggunaan Perangkat Suspensi Belakang

Dipublikasikan : Sabtu, 2 Juli 2022 12:00
Penulis : Ruslan Abdul Gani

Berbagai teknologi canggih terus disematkan dalam motor balap MotoGP untuk menunjang kinerja pebalap agar semakin baik. Salah satu teknologi yang ada saat ini yaitu perangkat suspensi belakang.

Berbagai teknologi canggih terus disematkan dalam motor balap MotoGP untuk menunjang kinerja pembalap agar semakin baik. Salah satu teknologi yang saat ini semua pabrikan sudah menggunakan yaitu perangkat suspensi belakang atau Rear Ride Height Device. Namun, meski menguntungkan, ada juga beberapa pembalap yang menolak perangkat tersebut.

Pembalap dari tim Aprillia, Aleix Espargaro secara terang-terangan mengaku tidak menyukai perangkat tersebut. Menurutnya, tanpa perangkat ini, balapan malah akan lebih seru. Aprilia mengembangkan Rear Ride Height Device untuk RS-GP dengan dua tipe, yakni manual dan otomatis. Aleix sendiri mengaku lebih memilih menggunakan yang manual.

   Baca Juga: Daftar Warna Lengkap Honda ADV160 Varian ABS dan CBS

"Saya pakai sistem yang manual. Saya juga punya sistem yang otomatis, tapi saya lebih suka dengan yang manual," kata Aleix dikutip dari Speedweek.

Menurutnya, sistem otomatis yang dikembangkan oleh Aprilia sangat baik. Tapi, perangkat tersebut diakui justru lebih pintar dari dirinya. "Seketika tekanan suspensi depan berkurang, alat itu langsung bekerja. Tapi, bagi saya itu terlalu awal. Untuk para teknisi, itu sempurna. Tapi, saya tidak menyukainya," ucap Aleix.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pada beberapa tikungan, sistem tersebut aktif terlalu dini. Perangkat ini aktif ketika motor menikung, untuk menghindari wheelie. "Tapi, ketika Anda sedang balapan, Anda harus berhati-hati. Akan lebih baik jika menunggu hingga motor tegak kembali. Jadi, saya lebih memilih untuk menggunakannya ketika saya butuh," tuturnya.

   Baca Juga: Pengguna Motor Harus Pakai Aplikasi MyPertamina Saat Beli Pertalite?

Bahkan, beberapa kali perangkat tersebut pernah mengalami malfungsi, seperti yang dialami oleh Maverick Vinales beberapa waktu lalu. Aleix pun menanggapinya dengan tegas bahwa dia ingin perangkat tersebut dilarang. "Saya akan melarang Rear Ride Height Device besok. Meskipun, punya kami adalah yang terbaik. Jika saya bisa memutuskannya, saya akan melarangnya," lanjutnya.

Aleix memang mengakui, akselerasi motor jadi lebih baik dengan bantuan perangkat tersebut. Rear Ride Height Device pada RS-GP miliknya juga bekerja dengan baik. "Tapi, tanpa perangkat ini, akan sama saja untuk semua orang. Selain itu, kita juga bisa melihat manuver menyalip lebih sering, karena kita akan sering melakukan wheelie atau kesalahan ketika berakselerasi. Anda bisa fokus pada lebih banyak hal," terangnya.

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Penjualan Motor Suzuki Tembus 16.000 Unit Sepanjang 2025

#5

Update Harga Yamaha Nmax Turbo dan Tech Max Februari 2026, Ini Daftarnya

Terbaru

Berita| 46 menit yang lalu

Motor Listrik Honda UC3 Sudah Terdaftar di PDKI, Siap Masuk Indonesia? Ini Kata AHM

PT Astra Motor Honda menghadirkan motor listrik Honda UC3 di IIMS 2026. Skuter elektrik futuristis ini punya lampu LED DRL memanjang, port charging depan, serta tiga mode berkendara

Berita| 1 jam yang lalu

Hadir di IIMS 2026, Pacific Bike Perkenalkan E-Moped dan E-Motor Generasi Terbaru

Kehadiran Pacific Bike di ajang berskala internasional ini sebagai wujud eksistensi sekaligus komitmen Pacific Bike kepada publik di tanah air.

Motor Listrik| 1 jam yang lalu

Indomobil eMotor Hadirkan Motor Listrik QT di IIMS 2026 dengan Peluncuran Motor Listrik

Indomobil eMotor menghadirkan motor listrik terbaru di IIMS 2026. Model anyar ini tampil modern, ramah lingkungan, dan siap meramaikan persaingan EV roda dua di Indonesia.

Berita| 1 jam yang lalu

Benelli Motor Indonesia Luncurkan Motor Cruiser dan Adventure di IIMS 2026

Tampil berbeda dalam satu waktu peluncuran, cruiser Benda LFC700 dan motor adventure Morbidelli T530X, diluncurkan dengan diskon Rp 10 juta.

Berita| 1 jam yang lalu

Scomadi Indonesia Luncurkan Line-up Terbaru di IIMS 2026

Perusahaan skuter bergaya British itu meluncurkan line-up terbaru dan Scomadi Limited Edition Collection.

Beranda Trending Motor Listrik