Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Ducati Curiga Aturan 2027 Untuk Cegah Dominasinya

Dipublikasikan : Minggu, 1 Februari 2026 14:44
Penulis : Benny Averdi

Claudio Domenicali, CEO Ducati, berpendapat peraturan MotoGP 2027 bertujuan menyederhanakan segala hal, guna mencegah dominasi dari merek Italia tersebut.

Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia (Foto : Otorider/undefined)
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia (Foto : Otorider/undefined)

OTORIDER – Tahun 2026 adalah musim terakhir dari siklus regulasi MotoGP.

Kejuaraan balap motor ini telah lama menggunakan regulasi saat ini, sebuah era yang didominasi secara jelas oleh Ducati. 

Pabrikan asal Borgo Panigale ini mulai menunjukkan kemajuan sejak 2015. Bahkan pada 2017, Andrea Dovizioso bersaing memperebutkan gelar juara melawan Marc Marquez.

Setelah cedera yang dialami pembalap Spanyol tersebut dan gelar juara direbut Joan Mir (2020, dengan Suzuki) dan Fabio Quartararo (2021, dengan Yamaha), Desmosedici tidak diragukan lagi menjadi motor terbaik di seluruh grid.

Dengan empat titel pembalap, tim Italia ini telah menjadi referensi di Kejuaraan Dunia, (dua dari Francesco Bagnaia, satu dari Jorge Martín, dan satu lagi dari Marquez, tahun lalu) atau enam gelar merek tersebut berturut-turut.

Memang benar bahwa belakangan ini Aprilia tampak mengancam dominasi mereka, di  musim transisi. Tetapi kenyataannya, Ducati kembali menjadi favorit, terutama dengan kehadiran Juara Dunia sembilan kali dalam barisan mereka. Namun, situasi tersebut bisa berubah mulai 2027.

Tim teknis yang dipimpin oleh Gigi Dall'Igna, juga tim dari pabrikan lain, harus menghadapi peraturan teknis baru tahun depan, yang mencakup tiga poin utama, yaitu pengurangan kapasitas mesin, yang akan diturunkan dari 1000 cc menjadi 850 cc, pembatasan aerodinamika, dan penghapusan perangkat ketinggian. 

Dalam beberapa bidang tersebut, Ducati menjadi pelopor utama dan di situlah mereka menemukan kekuatan yang belum dapat dikalahkan.

Beberapa hari yang lalu, dalam presentasi Desmosedici GP26 baru untuk musim 2026, CEO perusahaan asal Bologna, Claudio Domenicali, menganalisis situasi yang akan dihadapi MotoGP dengan peraturan teknis baru ini. 

Lelaki 60 tahun itu menegaskan, seperti yang sudah diduga, bahwa tujuan utama tim Italia adalah "menemukan resep untuk menang pada 2027", tetapi juga menekankan sekali lagi bahwa menurut interpretasinya, peraturan tersebut bertujuan untuk menyederhanakan motor agar "Ducati tidak menciptakan sesuatu yang aneh".

"Yang paling memotivasi saya adalah semacam taruhan dengan diri saya sendiri," katanya tentang masa depan Ducati. "Ketika kami memenangi gelar pertama dengan Pecco, saya mengatakan dalam beberapa wawancara bahwa saya ingin tidak hanya memenangkan satu gelar, tetapi memulai siklus kemenangan lima tahun, seperti yang dilakukan Michael Schumacher di Ferrari di Formula 1, di mana mereka mengalami siklus yang luar biasa,” lanjutnya.

"Lima tahun itu akan berakhir (pada 2026), dan tantangan berikutnya sekarang adalah mencapai tahun keenam, ketujuh, dan kedelapan (kesuksesan). Pada 2027, motor akan benar-benar baru dan departemen kompetisi, dengan Gigi Dall'Igna dan Davide Barana (direktur teknis), sedang bekerja keras untuk menghadirkan motor yang sesuai dengan standar,” tambahnya lagi.

"Beberapa hal yang telah diperkenalkan Ducati telah dihapus dari peraturan baru, khususnya sistem koreksi kemiringan belakang (ketinggian)," kenang Domenicali. "Kami adalah yang pertama melihat peluang di bidang ini, dan kami memperoleh keunggulan. Kami sudah pernah mengalami situasi seperti ini, yaitu dengan penyesuaian ketinggian variabel di bagian belakang, pada 2001 di Kejuaraan Dunia Superbike, jadi ini bukanlah hal yang baru. Hal yang sama juga terjadi pada sayap, kami sudah menggunakannya dalam ukuran yang lebih kecil pada 2008. Jika Anda pergi ke museum, Anda akan melihatnya di motor Nicky Hayden,” katanya lagi.

"Dengan demikian, dari sudut pandang regulasi dan politik, upaya sedang dilakukan untuk menyederhanakan aturan sebanyak mungkin agar Ducati tidak menciptakan sesuatu yang aneh. Namun, tim kami cerdas, jadi kita lihat saja apakah kita bisa menemukan celah di suatu bagian regulasi. Bagaimanapun, motor baru akan lebih sederhana dalam arti tertentu, sehingga memiliki lebih sedikit kemungkinan. Kita lihat saja siapa yang memiliki intuisi terbaik," tutup pemimpin Italia tersebut. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Fatal, Warga Bisa Tuntut Penyelenggara Jalan

#2

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#3

Berita Populer: Dampak Dolar AS ke Motor Listrik Polytron dan Motor Honda Paling Laris

#4

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

#5

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

Terbaru

Sport| 1 jam yang lalu

Digosipkan Pindah Ke Honda, Quartararo Tak Ingin Membahasnya

Fabio Quartararo saat berada di Sepang untuk melaukan uji pramusim, sangat dicari awak media, perihal kabar kepindahan ke Honda.

Tips & Modifikasi| 2 jam yang lalu

MWM Custom Pamer Motor Custom Luxury di IIMS 2026, Pakai Jok Gucci

Menurut Owner MWM Custom, M Wahab Abdullah, karya ini diciptakan sebagai objek personal yang merepresentasikan karakter pemiliknya.

Berita| 3 jam yang lalu

Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Turun per 1 Februari 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Shell, BP, dan Vivo kompak menurunkan harga BBM per 1 Februari 2026. Simak daftar lengkap harga terbaru Shell Super, BP 92, Revvo 92 hingga diesel.

Berita| 6 jam yang lalu

Kekosongan BBM di SPBU Shell Jadi Sorotan, Kapan Segera Normal?

BM Shell kembali langka di beberapa SPBU. Manajemen Shell Indonesia menyatakan tengah berupaya menghadirkan semua varian produk kembali tersedia.

Sport| 7 jam yang lalu

Ditinggal Quartararo, Yamaha Akan Kedatangan Jorge Martin

Mengejutkan memang, tentang rencana kepindahan Quartararo tahun depan ke Honda, namun posisinya kemungkinan akan terganti Jorge Martin yang akan ke tim Yamaha.

Beranda Trending Motor Listrik