Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Toprak Marah dan Kehilangan Motivasi Setelah Tes Sepang

Dipublikasikan : Sabtu, 7 Februari 2026 08:07
Penulis : Benny Averdi

Walau sudah meraih tiga kali Juara Dunia di WorldSBK, namun Toprak Ratzgatlioglu belum bisa beradaptasi di atmosfer kompetisi MotoGP.

Toprak marah dan kehilangan motivasi setelah tes Sepang (Foto :motorsport.com)
Toprak marah dan kehilangan motivasi setelah tes Sepang (Foto :motorsport.com)

OTORIDER­ – Juara Dunia 3 kali WorldSBK yang kini berkiprah di MotoGP, Toprak Razgatlioglu marah dan kehilangan motivasi setelah kesulitan menyesuaikan diri dengan Yamaha YZR-M1 dalam tes MotoGP di Sepang.

Juara bertahan World Superbike tersebut mengumpulkan jarak tempuh dalam uji coba pramusim resmi di Malaysia selama dua minggu terakhir, telah mengumpulkan informasi penting untuk debut MotoGP-nya yang sangat dinantikan bersama Pramac, seperti dilansir motorsport.com.

Meskipun masalah keamanan pada mesin V4 baru Yamaha memaksa semua pembalap pabrikan masuk ke garasi pada Rabu (4/2/2026), dengan kemampuannya, Razgatlioglu tetap berhasil menyelesaikan lima hari tes selama Shakedown dan uji coba kolektif.

Pembalap asal Turki itu mencatatkan waktu terbaik 1:58,326 pada hari terakhir tes, menempatkannya di posisi ke-18 di klasemen dan hampir dua detik di belakang pembalap tercepat, Alex Marquez yang menggunakan Ducati spesifikasi pabrik.

Serangan waktu Razgatlioglu juga lebih dari 0,7 detik lebih lambat dari pembalap Yamaha tercepat pada hari itu, Alex Rins, meskipun defisit sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar, mengingat pembalap acuan pabrikan, Fabio Quartararo mundur sejak dua hari terakhir uji coba karena cedera.

Bagi pembalap yang telah memenangi tiga gelar di WSBK, termasuk dua gelar terakhir, menyesuaikan diri dengan realitas baru terbukti sangat sulit sejauh ini.

“Saya belajar sesuatu, tapi tidak banyak, karena saya masih mencoba mengubah gaya balap saya,” katanya kepada media, termasuk Motorsport.com.

“Pagi ini, kami tidak memulai dengan kuat. Saya juga sedikit kesal, karena waktu lap belum tercapai. Pada sore hari, kami menemukan set-up yang bagus dengan ban bekas dan saya merasa sedikit lebih baik," ucapnya.

Menjelaskan masalahnya dengan ban baru, ia menambahkan, “Saya mengharapkan waktu 1:57, tapi saya tidak mencapai 57 detik. Saya hanya mengatakan, mungkin saya bisa melihat 57,7 detik atau 57,6 detik, tapi hari ini saat memulai, sangat sulit,” terangnya. 

“Selain itu, motivasi saya menurun karena saya berkendara seperti sebelumnya tapi waktu lap tidak kunjung datang. Pada akhirnya, saya menemukan ritme. Tapi saya juga menggunakan dua ban baru dan melakukan segalanya. Saya hanya mencapai 58,3 detik, tapi waktu lap idealnya 58,1 detik atau 58,0 detik, tapi lagi-lagi tidak 57,” lanjutnya.

“Bagi saya, sulit melihat nama saya begitu rendah di layar, terutama setelah kesuksesan superbike. Tapi, saya berusaha belajar dengan cepat. Saya harap kita bisa kembali. Saya tidak tahu bagaimana caranya, tapi saya berusaha mendorong setiap hari,” ungkapnya lagi.

Penyesuaian lambat Razgatlioglu terhadap mesin MotoGP dapat dikaitkan dengan beberapa masalah. Pertama, dia harus menyesuaikan diri dengan ban Michelin, yang perilakunya sangat berbeda dari ban Pirelli yang dia kenal dari WSBK. 

Pindah ke MotoGP selalu direncanakan dengan target 2027, saat Pirelli akan menjadi pemasok ban resmi untuk kelas utama. Namun, untuk saat ini, dia masih harus memahami karakteristik ban Michelin, baik dalam sesi kualifikasi maupun balapan.

“Ban ini sedikit berbeda dari Pirelli,” jelasnya. “Dengan Pirelli, saat Anda merasakan ban selip/spin, mudah untuk mengendalikannya. Tapi dengan Michelin, saat ban selip, (motor tidak berhenti) lagi.

“Selain itu, umpan balik pada ban depan sekarang sempurna, tetapi ban belakang masih sulit, karena sangat sensitif. Sulit untuk memahami cengkeraman ban. Saya butuh lebih banyak waktu untuk memahaminya.

“Kami masih punya dua hari uji coba lagi di Thailand. Mungkin kami akan mencoba beberapa setelan berbeda karena dalam uji coba ini, kami tidak mengubah setelan suspensi. Kami hanya mencoba beberapa bagian baru,” jelasnya.

Meskipun dia akhirnya bisa menemukan ritme dengan ban bekas, meskipun tidak menyelesaikan simulasi balapan yang benar, dia mengalami kesulitan besar saat ban baru dipasang di motornya.

“Saat saya mengendarai motor dengan ban baru, sangat sulit untuk menunggu lama sebelum membuka gas karena di superbikes, saya selalu menggunakan ban belakang untuk berbelok. Saya menggunakan ban belakang untuk meluncur dan mempercepat (untuk mendapatkan) akselerasi yang baik," ungkapnya.

“Sekarang dengan motor MotoGP, situasinya sebaliknya. Anda harus mengendarai dengan gaya Moto2 dan membuka gas dengan sangat lembut karena ban ini sangat sensitif, terutama ban belakang. Tim  selalu menyuruh saya untuk mengendarai dengan halus, tapi itu mudah diucapkan. Setelah superbike, ini sangat sulit,” katanya.

Kemudian, Razgatlioglu juga harus menyesuaikan gaya berkendaranya untuk Yamaha M1. Meskipun perbedaan kecepatan antara motor WSBK berbasis jalan raya dan motor prototipe MotoGP tidak terlalu signifikan, keduanya harus dikendarai dengan cara yang benar-benar berbeda untuk mendapatkan performa maksimal.

Sejauh ini, Razgatlioglu berhasil membawa gaya berkendara agresif dan pengereman kerasnya ke MotoGP, tetapi ada area lain di mana dia jelas kesulitan.

“Pada pengereman, itu oke, saya kuat. Saya melakukan pengereman keras dan menghentikan motor, itu sempurna. Tapi pada tikungan panjang, saya masih belum mengerti,” ujarnya. “Saat pengereman, saya sekarang menikmati motor tersebut, tapi kecepatan di tikungan sedikit sulit,” ungkapnya.

“Pagi ini, saya melihat Alex Marquez. Motornya luar biasa saat berbelok dan juga memiliki akselerasi yang sangat baik. Selain itu, cengkeramannya lebih baik,” jelas lelaki 29 tahun itu. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#2

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#3

Update Harga Yamaha Nmax Turbo dan Tech Max Februari 2026, Ini Daftarnya

#4

Kekosongan BBM di SPBU Shell Jadi Sorotan, Kapan Segera Normal?

#5

Harga Tiket IIMS 2026 Tak Naik, Ini Cara Belinya

Terbaru

Berita| 24 menit yang lalu

IIMS 2026: KTM Tawarkan Promo Pembelian RC 390 dan Duke 250

KTM menawarkan sejumlah program dan promo menarik selama gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 mulai 5-15 Februari.

Berita| 14 jam yang lalu

Italjet Rilis Dua Motor Anyar di IIMS 2026, Langsung Gelar Harga Khusus

Pabrikan asal Bologna, Italia ini menghadirkan Italjet R200 sebagai varian entry level dan Dragster 700 sebagai model flagship.

Motor Listrik| 14 jam yang lalu

Promo Motor Listrik Polytron FOX Series di IIMS 2026, Subsidi hingga Rp7 Juta

Polytron menghadirkan promo eksklusif motor listrik FOX Series di IIMS 2026. Subsidi hingga Rp7 juta, harga FOX 350 mulai Rp15 jutaan.

Berita| 17 jam yang lalu

KTM Ramaikan IIMS 2026, Bakal Luncurkan Dua Model Baru

KTM menandai kehadirannya kembali ke pameran otomotif dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Lantas, apa saja yang ditawarkan?

Berita| 18 jam yang lalu

Yamaha Pamer Produk Terbaru dan Livery Spesial di IIMS 2026

Rayakan HUT ke-70, Yamaha pamerkan NMAX Turbo & XMAX edisi khusus di IIMS 2026. Dapatkan promo potong tenor 5 bulan, hadiah jaket, hingga diskon oli 50% di sini!

Beranda Trending Motor Listrik