Karena Terpaksa Jas Hujan Plastik ‘Kresek’ Boleh Digunakan?
Jas hujan yang dijajakan pedagang asongan, dengan bahan plastik ringan dan model seadanya boleh digunakan?
OTORIDER – Saat sedang bermotor di bawah terik matahari dan tiba-tiba mendung lantas hujan, tentu akan membutuhkan jas hujan.
Saat jas hujan tidak terbawa dan ditawarkan oleh asongan dengan jas hujan seadanya, tentu menjadi pilihan pemotor di jalanan.
Namun, pastikan jas hujan tersebut tidak terlalu lebar sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain dan juga tidak membahayakan, karena tidak mudah tersangkut.
“Jas hujan model ponco sebaiknya tidak digunakan karena terlalu lebar, dikhawatirkan mengganggu pengguna jalan lain dan membahayakan,” tutur Jusri Pulubuhu, owner dan lead instructor JDDC Road Safety Consultant, dalam sebuah kesempatan.
Biasanya, bahan yang digunakan oleh jas hujan ‘darurat’ seperti itu berbahan plastik ringan, bahkan mirip kantong plastik yang digunakan sehari-hari.
Karena ringan, perlu diwaspadai ada bagian yang berkibar-kibar, menggangu visibilitas pengendara saat melihat ke belakang melalui spion.
Sebaiknya pilih yang menggunakan tangan panjang, ketimbang hanya menutupi bagian atas yang lengan jas hujannya pendek, karena bagian itu yang kerap ‘melambai-lambai’ menutupi pandangan dari spion.
Setelah digunakan, ada dua pilihan, karena disebut juga disposable atau sekali pakai, jas hujan itu bisa langsung dibuang, atau ada juga yang ingin menyimpannya, tentu harus mengelapnya dulu hingga kering dan lipat agar mudah ditempatkan.
Saat mengelapnya harus benar-benar kering agar tidak berbau ketika akan digunakan kembali. (*)