Modifikasi Ban Kecil Masih Ramai, Bagaimana Bahayanya?
Dengan permukaan ban yang mengecil dibandingkan ban standar, menyebabkan traksi roda ke jalan pun menurun terutama ketika jalanan basah.
OTORIDER – Modifikasi dengan gaya Thailand, atau dikenal dengan Thailook, sempat menjadi trend di beberapa tahun lalu, namun tak sedikit pula yang masih menganutnya hingga kini.
Hal ini karena masih banyak yang beranggapan bahwa tampilan seperti itu terlihat ‘gaul’ karena seperti motor ‘siap tempur’ di arena Drag Bike, meski nyatanya hanya digunakan sehari-hari saja.
Namun, dari segi keselamatan berkendara, terutama roda dua, hal ini sangat tidak disarankan, karena selain mengubah spesifikasi yang sudah ditentukan, juga menurunkan factor keselamatannya.
“Semakin kecil permukaan ban, semakin menurun daya cengkeram ban ke jalan,” tukas Catur Wibowo, Senior Trainer, ORD Rekacipta Dinamika, dalam sebuah kesempatan.
Menurutnya banyak perbedaan yang akan terjadi ketika menggunakan ban dengan tapak lebih sempit.
“Ketika melewati jalanan berlumpur dan paling kerap dilalui di jalanan perkotaan, yaitu rel kereta api ganda, ban bisa tergelincir teutama ketika basah,” ungkap lelaki 52 tahun itu.
Tak kurang, ketika berada di musim penghujan, traksi ban yang menurun sangat berpengaruh pada daya pengereman, karena minim traksi maka roda akan mudah terkunci saat direm mendadak, akibatnya bisa terjatuh dan jika pun tak terjatuh motor bisa nyelonong.
Seperti juga pernah diungkapkan oleh Jusri Pulubuhu, owner dan lead instructor, Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Road Safety Consultant, bahwa spesifikasi dari pabrik adalah yang terbaik berupa hal yang bisa diterapkan pada motor, dengan kondisi paling berimbang antara desain dan faktor keselamatan yang ditimbulkan. (*)