Memilih Jas Hujan dan Cara Merawatnya Agar Awet Digunakan
Saat musim hujan, salah satu perangkat penting pemotor adalah jas hujan, yang bagaimana sebaiknya dan seperti apa merawatnya?

OTORIDER – Jas hujan, adalah perangkat penting saat musim penghujan bagi pemotor. Sebaiknya selalu tersedia kala bermotor dan mudah untuk menggunakannya.
Saat ini cukup banyak jas hujan ditawarkan, baik model terusan, dua bagian yang terdiri dari bagian atas dan celana, hingga model berbahan plastic ringan, tetapi model Ponco sebaiknya tidak jadi pilihan, karena dengan bagian yang terbuka lebar di samping, kemungkinan bisa menyangkut ke benda lain saat berkendara.
“Pilih jas hujan yang sesuai ukuran tubuh, sebaiknya model terpisah antara jaket dan celana (dua bagian, agar mudah digunakan dan juga mudah bergerak,” ungkap Jusri Pulubuhu, owner dan chief instructor JDDC Road Safely Consulting.
Satu hal lagi, sebaiknya pilih jaket baik untuk sehari-hari berkendara atau jas hujan, yang berwarna cukup mencolok atau dilengkapi dengan reflektor cahaya, sehingga ketika malam hari mudah terlihat oleh pengendara lain.
“Yang saya khawatirkan adalah tidak terlihat oleh pengguna jalan lain, ketika bermotor, makanya saya tambahkan reflektor pada jaket dan motor saya, terutama di bagian samping,” terang Taqwa Suryo Swasono, pemilik bengkel Garden Speed di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan.
Lantas untuk memilih jas hujan, cukup beragam yang bisa jadi pilihan, dengan rentang harga pun beragam, mulai dari Rp 50 ribuan hingga ratusan ribu bisa jadi pilihan.
Namun asalkan mudah digunakan dan mampu melindungi seluruh tubuh, baik bagian atas maupun kaki, sudah cukup untuk jadi pilihan.
Tentu kemudian pemilihan soal bahan yang digunakan. Selain pastinya tahan air (water proof) juga mudah dibersihkan, lantas mudah dilipat saat sudah selesai digunakan.
Karena mengelap dengan kain kering dan dilipat adalah hal yang perlu dilakukan dalam merawat jas hujan setelah digunakan.
“Kalau pun pakai cairan khusus, cukup dilap saja dengan kain agak basah, agar kelenturan jas hujan tidak berubah,” kata Rully Adam Mangapul, pemilik PETR Laverie, laundry di kawasan H Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan.
Sebaiknya setelah kering baru dilipat, agar bahan jas hujan tidak lengket, saat akan digunakan kembali. (*)










