Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Komparasi Honda Supra GTR 150 VS Sonic 150R, Saudara Kandung yang Beda Karakter

Dipublikasikan : Sabtu, 28 Mei 2016 08:30
Penulis : Ilham Pratama

Untuk konsumen yang ingin motor kompak dan lebih responsif bisa pilih Sonic. Dan bagi mereka yg sehari-hari memakai motor jarak jauh, termasuk long turing. Bisa pilih Supra GTR 150.

"Untuk konsumen yang ingin motor kompak dan lebih responsif bisa pilih Sonic. Dan bagi mereka yg sehari-hari memakai motor jarak jauh, termasuk long turing. Bisa pilih Supra GTR 150," buka Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) saat peluncuran Supra GTR 150 beberapa waktu lalu.

Pernyataan di atas menjadi penegasan perbedaan segmen antara Sonic 150R dan Supra GTR 150 oleh Honda. Maklum saja, meski berbagi platform, namun keduanya memiliki sosok yang berbeda. Di mana Supra GTR 150 mengusung bentuk bebek murni dengan suspensi depan pendek dan Sonic 150R berwujud ayam jago dengan suspensi depan panjang. Lalu, apa lagi bedanya? Yuk, intip.

Kaki-kaki

Perbedaan yang cukup signifikan pada keduanya ada di bagian kaki-kaki. Di mana Sonic 150R memakai suspensi depan model teleskopik panjang dengan ban lebih ramping, yakni depan 70/90-17 dan belakang 80/90-17. Sedangkan Supra GTR 150 memakai suspensi pendek, namun berdiameter besar, yakni 31 mm dengan kombinasi ban lebar 90/80-17 di depan dan 120/70-17 di belakang.

Desain

Soal desain, keduanya menawarkan kesan agresif dan futuristik lewat sudut bodi yang tajam. Serta pemakaian lampu LED yang berkesan futuristik. Namun, pada Sonic 150R, kesan futuristik lebih jelas lewat panel instrumen full digital, sedangkan Supra GTR 150 sedikit konservatif lewat spidometer kombinasi analog dan digital.

Selain itu, Sonic 150R lebih dekat ke segmen anak muda dengan keceriaan grafis stiker dan penggunaan warna cerah. Dengan pilihan warna gelap dan kalem, serta aksen stiker minimalis Supra GTR 150 tampak menyasar konsumen yang lebih dewasa.  

Mesin

Urusan tenaga, Supra GTR 150 diklaim mencapai 15,9 dk di 9.000 rpm dan torsi 13,5 Nm per 6.500 rpm yang disalurkan dengan transmisi 6-speed. Meski berbasis sama, tapi tenaganya disetting sedikit lebih rendah dari Sonic 150R yang mempunyai daya 16 dk per 9.000 rpm dan torsi 13,5 Nm di 6.500 rpm.

Harga

Untuk harga Sonic 150R dilepas dengan dua varian, yakni standar Rp 21,35 juta dan versi Repsol Edition dengan harga Rp 21,95 juta. Sedangkan Supra GTR 150 dihargai Rp 21,3 juta di tipe sporty dan Rp 21,5 juta pada tipe exclusive.

Spesifikasi Honda Supra GTR 150

Engine : 4-Tak, Silinder Tunggal, DOHC 4-Valve, Liquid-Cooled

Bore x Stroke : 57.3 x 57.8 mm

Kapasitas Silinder : 149.1 cc

Sistem Penyuplai BBM : PGM-FI (Fuel Injection)

Rasio Kompresi :  11.3  :  1

Transmisi : 6-Speed, Manual-Clutch

Max Power : 15,4 dk @ 9.000 RPM

Max Torsi : 13,5 N.m @ 6.500 RPM

Panjang x Lebar x Tinggi :  2.025 x 725 x 1.102 mm

Jarak Sumbu Roda :  1.276 mm

Tinggi Jok : 780 mm

Jarak Terendah ke Tanah : 167 mm

Berat : 122 Kg

Kapasitas Tangki BBM : 4.5 Liter

Frame : Steel – Underbone Frame

Suspensi Depan : Teleskopik Fork

Suspensi Belakang : Monoshock

Rem Depan : Cakram Hidrolik, Kaliper 1 Piston

Rem Belakang : Cakram Hidrolik, Kaliper 1 Piston

Ban Depan : 90/80 – 17

Ban Belakang : 120/70 – ZR17

Spesifikasi Sonic 150R

DIMENSI
Panjang 1.944 mm
Lebar 669 mm
Jarak Sumbu 1.275 mm
Jarak Pijak 140 mm
Tinggi Jok 754 mm
Berat Kosong 114,4 kg

MESIN
Jenis 4-tak berpendingin air
Isi Silinder 1 silinder
Ratio Kompresi 11,3:1
Sistem Bahan Bakar Fuel Injection
Sistem Pengapian Euro3
Sistem Starter: Electric dan Kick
Transmisi 6 percepatan
Kapasitas Tangki 4.0 liter
Tenaga: 16 dk per 9.000 rpm
Torsi: 13,5 Nm per 8.500 rpm

RANGKA
Suspensi Depan Teleskopik, pegas spiral, bantalan oli
Suspensi Belakang Lengan ayun, pegas spiral, bantalan oli
Rem Depan Disc Brake
Rem Belakang Disc Brake
Roda Depan 70/90-17 38P
Roda Belakang 80/90-17 50P

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Motor Listrik| 1 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 3 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 5 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 6 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Sport| 8 jam yang lalu

Marc Marquez Langsung Ngebut di Tes MotoGP Sepang, Tinggalkan Toprak 1,8 Detik

Marquez menunjukkan progres yang konsisten sepanjang hari, sebelum akhirnya memaksimalkan sesi FP2 dengan peningkatan signifikan di menit-menit akhir.

Beranda Trending Motor Listrik