Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Air Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik, Aman atau Berbahaya untuk Pengendara Motor?

Dipublikasikan : Selasa, 21 Oktober 2025 16:43

Penelitian BRIN mengungkap air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik. Apakah aman bagi pengendara motor yang sering kehujanan?

Pengendara motor melintas saat hujan. (Foto : Isitmewa)
Pengendara motor melintas saat hujan. (Foto : Isitmewa)

OTORIDER - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan penting terkait kualitas lingkungan di Jakarta. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak tahun 2022, para peneliti menemukan bahwa setiap sampel air hujan di Ibu Kota mengandung partikel mikroplastik.

Hasil Penelitian BRIN

Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa mikroplastik tersebut merupakan partikel plastik mikroskopis yang terbentuk akibat degradasi limbah plastik di udara. Partikel ini berasal dari berbagai sumber aktivitas manusia yang setiap hari terjadi di perkotaan padat seperti Jakarta.

“Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka,” jelas Reza.

Reza menambahkan, partikel-partikel ini berukuran sangat kecil, bahkan lebih halus dibandingkan debu biasa. Karena ukurannya yang mikroskopis, mikroplastik dapat terhirup manusia atau masuk ke tubuh melalui air dan makanan.“Yang beracun bukan air hujannya, tetapi partikel mikroplastik di dalamnya karena mengandung bahan kimia aditif atau menyerap polutan lain,” tegasnya.

Apakah Berbahaya Bagi Pengendara Motor yang Terkena Hujan?

Di tengah kekhawatiran masyarakat soal hujan yang mengandung mikroplastik, muncul pertanyaan: apakah air hujan ini berbahaya bagi pengendara motor yang terkena langsung di jalan?

Menurut dr. Dwi Oktavia TLH, M.Epid, Plt. Kepala Dinas dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, tidak ada bahaya langsung bagi kesehatan manusia jika terkena air hujan, termasuk bagi pengendara motor.

“Tidak apa-apa jika kena air hujan, termasuk untuk pengendara motor,” ujar Dwi saat dihubungi OtoRider, Selasa (21/10).

Ketika ditanya apakah perlu mandi atau membersihkan tubuh secara khusus setelah kehujanan, Dwi juga menegaskan bahwa tidak diperlukan perlakuan khusus.

“Gak perlu ada perlakuan khusus. Biasa saja seperti kalau kita habis kehujanan,” ungkapnya.

Namun, Dwi menjelaskan bahwa cemaran mikroplastik tetap menjadi masalah lingkungan jangka panjang. Meskipun air hujan itu sendiri tidak beracun, partikel mikroplastik yang ada di dalamnya dapat memberikan efek negatif terhadap kesehatan bila terhirup atau tertelan dan terakumulasi dalam waktu panjang.

“Jadinya hujan dengan kandungan mikroplastik ini tidak beracun, hanya pencemaran lingkungan. Efek negatif terhadap kesehatan bisa muncul jika mikroplastik tertelan atau terhirup dan terakumulasi dalam waktu panjang. Jadi cemaran mikroplastik di lingkungan perlu diminimalisir supaya bisa mengurangi risiko kesehatan,” jelas Dwi.

Penelitian BRIN menunjukkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik, hasil dari degradasi berbagai sumber plastik di udara perkotaan. Meski demikian, tidak ada bahaya langsung bagi pengendara motor atau masyarakat yang terkena air hujan, menurut keterangan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Fatal, Warga Bisa Tuntut Penyelenggara Jalan

#2

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#3

Berita Populer: Dampak Dolar AS ke Motor Listrik Polytron dan Motor Honda Paling Laris

#4

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#5

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

Terbaru

Sport| 1 jam yang lalu

Mario Bezzecchi 'Menikahi' Motornya Untuk Beberapa Tahun

Rider asal Italia, Mario Bezzecchi baru saja melakukan kontrak dengan Aprilia Racing untuk beberapa tahun. Isinya mirip perjanjian nikah.

Berita| 5 jam yang lalu

Vespa Luncurkan 946 Horse, Ini Tanggapan Piaggio Indonesia

Vespa kembali meluncurkan versi ‘Shio’ dalam menyambut Tahun Kuda (2026) dengan Vespa 946 Horse. Ini menjadi model keempat edisi kalendar Lunar.

Komunitas| 8 jam yang lalu

Musyawarah Besar AHJ 2026 Digelar, Komunitas Motor Honda Jakarta Pilih Ketua Baru

Musyawarah Besar AHJ 2026 digelar di Jakarta sebagai forum tertinggi komunitas motor Honda. Agenda mencakup revisi AD/ART, laporan pengurus, dan pemilihan Ketua Presidium baru.

Berita| 9 jam yang lalu

Februari Penuh Promo, Vespa Tawarkan Diskon hingga Rp 12 Juta dan Bonus Helmet Resmi

Piaggio Indonesia menghadirkan program “You Know You Want It” dengan promo skuter premium hingga Rp 12 juta untuk Piaggio, Vespa, dan Aprilia

Berita| 11 jam yang lalu

Berita Populer: Jalan Berlubang, Pajak CRF250 Rally hingga Harga BBM Turun

5 berita otomotif terpopuler Otorider.com 26 Januari–1 Februari 2026, mulai dari kecelakaan jalan berlubang, pajak Honda CRF250 Rally, harga BBM Pertamina turun

Beranda Trending Motor Listrik