Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat Tajam, Ini Langkah Nyata yang Perlu Dilakukan

Dipublikasikan : Rabu, 16 April 2025 18:30

Budaya tertib bukan dibangun dengan rasa takut, tapi dengan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Jadi, mari mulai dari diri sendiri.

Lalu Lintas (Foto : Otorider)
Lalu Lintas (Foto : Otorider)

OTORIDER- Pelanggaran lalu lintas di berbagai kota besar Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, kecelakaan dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan 

Misalnya di tahun 2020 ada 101.496 kejadian, tahun 2021 ada 105.860 kejadian (naik 4,3 persen). Lalu tahun 2022 ada 139.422 kejadian (31,7 persen), tahun 2023 ada 150.491 kejadian (naik 7,9 persen) dan tahun 2024 ada 145.599 kejadian (turun 3,2 persen). 

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pengendara, pejalan kaki, dan kelancaran arus transportasi secara umum.

"Perilaku pengemudi saat kecelakaan lalu lintas paling disebabkan gagal menjaga jarak (24,50 persen). Berikutnya ceroboh terhadap lalu lintas (20,76 persen), ceroboh saat belok (11,6 persen), ceroboh aturan lajur 98,53 persen), ceroboh saat menyalip (8,22 persen),melampaui batas kecepatan (7,62 persen), melakukan aktivitas lain (4,15 persen)," ujar Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno kepada Otorider.

Bisa dibilang, saat ini sendiri sorotan publik juga semakin tajam terhadap sistem penegakan hukum seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Namun, di tengah kritik dan keluhan dari sebagian masyarakat, penting untuk dipahami: ETLE bukanlah masalah, melainkan bagian dari jawaban atas krisis kedisiplinan berlalu lintas yang kian parah.

Apa yang Perlu Dilakukan?

Untuk mengatasi krisis ini, diperlukan langkah-langkah komprehensif dan berkelanjutan yiatu revitalisasi pendidikan lalu lintas sejak dini. Pendidikan tertib berlalu lintas harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Program ini harus interaktif, berbasis praktik langsung, dan melibatkan instansi terkait seperti Polri dan Dinas Perhubungan.

"Pada tahun 1970an, Jepang pernah menjadi satu negara dengan angka kecelakaan cukup tinggi. Melalui pendidikan yang efektif, Jepang berhasil membangun budaya keselamatan berlalu lintas, sehingga angka kecelakaannya sangat rendah hingga sekarang," papar Djoko.

Indonesia sendiri tidak terlambat untuk memasukkan kurikulum Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas dalam kurikulum pendidikan. Adanya kurikulum pendidikan keselamatan berlalu lintas adalah untuk membangun kesadaran dan etika berlalu lintas sejak dini. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat memahami dan menghargai pentingnya keselamatan di jalan.

" Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dengan tingginya angka kecelakan lalu lintas. korban kecelakaan terbesar pada usia 15 – 19 tahun (24 persen) dan usia 20 – 24 tahun (20 persen)," ungkap Djoko.

Peningkatan pelanggaran lalu lintas tidak bisa dibiarkan. Pemerintah pusat, daerah, penegak hukum, dan masyarakat harus bersinergi menciptakan budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan beradab. Ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal nyawa. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Fatal, Warga Bisa Tuntut Penyelenggara Jalan

#2

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#3

Berita Populer: Dampak Dolar AS ke Motor Listrik Polytron dan Motor Honda Paling Laris

#4

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#5

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

Terbaru

Sport| 1 jam yang lalu

Mario Bezzecchi 'Menikahi' Motornya Untuk Beberapa Tahun

Rider asal Italia, Mario Bezzecchi baru saja melakukan kontrak dengan Aprilia Racing untuk beberapa tahun. Isinya mirip perjanjian nikah.

Berita| 5 jam yang lalu

Vespa Luncurkan 946 Horse, Ini Tanggapan Piaggio Indonesia

Vespa kembali meluncurkan versi ‘Shio’ dalam menyambut Tahun Kuda (2026) dengan Vespa 946 Horse. Ini menjadi model keempat edisi kalendar Lunar.

Komunitas| 8 jam yang lalu

Musyawarah Besar AHJ 2026 Digelar, Komunitas Motor Honda Jakarta Pilih Ketua Baru

Musyawarah Besar AHJ 2026 digelar di Jakarta sebagai forum tertinggi komunitas motor Honda. Agenda mencakup revisi AD/ART, laporan pengurus, dan pemilihan Ketua Presidium baru.

Berita| 9 jam yang lalu

Februari Penuh Promo, Vespa Tawarkan Diskon hingga Rp 12 Juta dan Bonus Helmet Resmi

Piaggio Indonesia menghadirkan program “You Know You Want It” dengan promo skuter premium hingga Rp 12 juta untuk Piaggio, Vespa, dan Aprilia

Berita| 11 jam yang lalu

Berita Populer: Jalan Berlubang, Pajak CRF250 Rally hingga Harga BBM Turun

5 berita otomotif terpopuler Otorider.com 26 Januari–1 Februari 2026, mulai dari kecelakaan jalan berlubang, pajak Honda CRF250 Rally, harga BBM Pertamina turun

Beranda Trending Motor Listrik