Honda Luncurkan UC3 Skuter Listrik Baterai Tanam, Berjarak Tempuh 100 km Lebih
Selain meluncurkan skuter berbaterai tanam, Honda juga mempersiapkan infrastruktur pada kedua negara tersebut, untuk pengguna skuter listriknya.
OTORIDER – Honda merencanakan bakal meluncurkan skuter listrik dengan baterai tanamnya, Honda UC3 di Thailand dan Vietnam, pada kuartal awal tahun ini.
Dilansir global.honda.com, pabrikan berlambang sayap itu akan memasarkan skuter listrik yang setara dengan skuter 110cc itu pada musim semi tahun ini (sekitar bulan Maret hingga Mei).
Tak sekadar meluncurkan skuter listrik versi fixed battery mereka, tetapi Honda juga menyiapkan untuk membangun infrastruktur pengecasan baterai di beberapa kota di kedua negara tersebut.
UC3 adalah kendaraan komuter pribadi roda dua listrik pertama yang mewujudkan janji merek global baru Honda untuk bisnis sepeda motor listriknya, dengan motto “Expected Life. Unexpected Discoveries.”
Dikembangkan di bawah konsep “Intelligent Urban Life Partners (Mitra Kehidupan Perkotaan Cerdas),” UC3 menghadirkan nilai baru yang unik untuk kendaraan listrik sambil mempertahankan tingkat kualitas dan keselamatan tinggi yang telah dipupuk melalui sejarah panjang Honda dalam pengembangan model mesin pembakaran internalnya.
Sekilas mengenai Honda UC3
Honda UC3, adalah skuter listrik dengan baterai lithium ion fosfat (LFP) tipe tetap pertama dari Honda.
Motornya adalah motor di sisi roda yang dikembangkan dan diproduksi sendiri oleh Honda, menghasilkan daya maksimum 6,0 kW. Dengan mengoptimalkan kontrol regeneratif dan desain sirkuit magnetik untuk meningkatkan efisiensi, UC3 mencapai jarak tempuh 122 km per pengisian daya (WMTC Mode 1, nilai bersertifikat Thailand).
UC3 juga menawarkan tiga mode berkendara yang dapat dipilih, yaitu STANDARD, SPORT, dan ECON, untuk menyesuaikan kondisi berkendara dan preferensi pengendara yang berbeda.
Bahkan tersedia juga Mode mundur untuk membantu pemindahan posisi yang lebih mudah ketika parkir.
Desainnya berupa lekukan mengalir dari depan ke belakang, dengan bentuk lengkung khas di sekitar bagian buritan.
UC3 memiliki lampu khas horizontal, seperti yang pertama kali diadopsi pada sepeda motor listrik pertama Honda, Honda WN7.
Skema warna EV khusus ini menggabungkan bodi yang didominasi warna hitam dengan komponen beraksen emas, serta logo produk menggunakan font 'Honda' yang baru dikembangkan, sebagai ciri eksklusif untuk sepeda motor listrik.
UC3 menggunakan “CHAdeMO untuk kendaraan roda dua,” sebuah standar pengisian daya berdasarkan spesifikasi internasional yang direkomendasikan oleh Asosiasi CHAdeMO.
Tersedia dua pengisi daya, yaitu 1200W dan 450W, untuk memenuhi ketersediaan suplai listrik yang berbeda.
| Waktu pengisian | 1200 W | 450 W |
| 0-100% | 4 jam | 9 Jam |
| 20-80% | 2 Jam | 5 Jam |
Pengembangan Infrastruktur Pengisian Baterai
Seiring dengan peluncuran UC3, Honda memperluas infrastruktur pengisian daya untuk sepeda motor listrik dengan baterai tetap tersebut di Thailand dan Vietnam.
Di Thailand, Honda akan meningkatkan jumlah stasiun pengisian daya CHAdeMO untuk kendaraan roda dua, terutama di dealer sepeda motor Honda dan pusat perbelanjaan di Bangkok dan sekitarnya.
Sementara di Vietnam, Honda mulai memasang stasiun pengisian daya di dealer sepeda motor Honda di kota-kota besar termasuk Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang, dengan target pengoperasian mulai Juni 2026.
Secara paralel, Honda akan terus meningkatkan lingkungan penggunaan untuk sepeda motor listrik yang ditenagai oleh baterai Honda Mobile Power Pack e: yang dapat ditukar.
Perluasan instalasi Honda e:Swap Battery Station, akan dilanjutkan di dealer sepeda motor Honda di Bangkok maupun Hanoi.
Pembuatan Honda UC3 di Asia Tenggara
Produksi UC3 dimulai pada Desember 2025 di Thai Honda Co., Ltd., dan UC3 akan dipasok ke Thailand dan Vietnam.
Di Vietnam, Honda berencana untuk beralih ke produksi lokal di Honda Vietnam Co., Ltd. selama tahun 2026, membangun sistem pasokan tepat waktu yang selaras dengan percepatan elektrifikasi pasar sepeda motor di negara tersebut. Dengan tujuan mencapai netralitas karbon pada 2050.
Namun, untuk di Indonesia belum ada rencana untuk memasarkan skuter listrik tersebut, seperti disebutka oleh Rina Listiani, Senior Manager Corporate Communications, PT Astra Honda Motor. (*)