Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Pegawai SPPG Bisa Beli Motor karena MBG, Ini Cara Menghindari Kerusakan Awal

Dipublikasikan : Sabtu, 14 Februari 2026 18:10

Penjualan sepeda motor 2025 tembus 4,9 juta unit menurut data AHM. Program MBG dan meningkatnya daya beli pegawai SPPG disebut menjadi salah satu pendorong.

Motor baru dalam pameran IIMS 2026. (Foto : Otorider)
Motor baru dalam pameran IIMS 2026. (Foto : Otorider)

OTORIDER - Tren pembelian sepeda motor di kalangan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ikut mendorong pertumbuhan pasar otomotif nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak langsung pada peningkatan daya beli pegawai.

Menurut Dadan, data dari PT Astra Honda Motor (AHM) menunjukkan angka penjualan sepeda motor nasional mencapai 4,9 juta unit sepanjang 2025. Lonjakan tersebut salah satunya terdorong oleh pembelian motor oleh pegawai SPPG.

“Ternyata dari data AHM, kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun 2025, dan ini terdongkrak oleh program MBG. Kenapa? Karena saya dapat laporan di SPPG itu, pegawainya sekarang 60 persen beli motor,” terang Dadan.

Ia menjelaskan, peningkatan daya beli menjadi faktor utama. “Kalau ada 50 orang, kali 60 persen artinya 30 orang beli motor, sehingga penjualan motornya naik,” paparnya.

Pernyataan tersebut turut dibenarkan Direktur Pemasaran AHM, Octavianus Dwi. Ia mengatakan, dampak program ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai terasa pada segmen konsumen menengah ke bawah.

“Itu sedikit kami rasakan di kuartal IV/2025 sampai Januari 2026. Di segmen bawah itu terasa di daya beli, mudah-mudahan terus berlanjut,” ujar saat ditemui Otorider dalam pameran IIMS 2026.

Motor Baru, Jangan Sampai Rusak di Awal Pemakaian

Para pegawai SPPG, memiliki motor baru tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, banyak pemilik motor baru kurang memahami pentingnya perawatan awal sehingga berisiko mengalami kerusakan dini.

Agar motor tetap prima dan awet, berikut cara menghindari kerusakan awal motor baru:

1. Patuhi Masa Inreyen

Masa inreyen merupakan periode penting saat komponen mesin saling beradaptasi. Umumnya berlangsung pada 500–1.000 km pertama, bahkan hingga 1.600 km tergantung rekomendasi pabrikan.

Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Ferry Nurul Fajar, menjelaskan: “Masa inreyen berlaku saat motor diterima sampai 1.600 km. Pada periode tersebut, motor jangan sering digeber dan ganti oli saat mencapai 1.000 km,” paparnya saat dihubungi Otorider beberapa waktu lalu.

Hindari akselerasi mendadak, kecepatan tinggi terus-menerus, dan pengereman ekstrem agar komponen mesin tidak cepat aus.

2. Gunakan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi

Setiap motor memiliki rasio kompresi berbeda yang menentukan kebutuhan nilai oktan bahan bakar. Menggunakan BBM sesuai spesifikasi pabrikan membantu pembakaran lebih sempurna serta mencegah penumpukan karbon di ruang bakar.

Pemakaian BBM yang tidak sesuai bisa memicu knocking dan menurunkan performa mesin dalam jangka panjang.

Servis motor Honda di AHASS (Foto : Wahana Honda)

3. Lakukan Perawatan Berkala

Servis pertama biasanya dilakukan saat motor mencapai 1.000 km. Pada tahap ini, teknisi akan memeriksa kondisi mesin, mengganti oli, dan mengecek seluruh komponen penting.

Ferry menambahkan, motor baru Yamaha juga mendapat fasilitas pemeriksaan masa inreyen serta garansi mesin. “Untuk motor baru Yamaha, kita ada pemeriksaan masa inreyen, dan bisa klaim garansi mesin tiga tahun, atau diasil dan forged piston lima tahun,” ujarnya.

Servis rutin sesuai jadwal sangat penting untuk menjaga performa dan masa pakai mesin.

4. Hindari Beban Berlebih

Membawa beban melebihi kapasitas dapat mempercepat kerusakan pada suspensi, ban, hingga komponen mesin. Gunakan motor sesuai batas maksimal yang tercantum dalam buku pedoman.

Beban berlebih juga berdampak pada konsumsi bahan bakar dan stabilitas berkendara.

5. Ikuti Panduan Buku Pedoman

Buku pedoman berisi informasi lengkap mengenai spesifikasi teknis, jadwal servis, hingga cara penggunaan yang benar. Mengikuti petunjuk tersebut dapat membantu menjaga kondisi motor lebih lama.

Gaya berkendara yang halus dan tidak agresif juga berperan penting dalam menjaga keawetan komponen.

6. Pahami Karakter Motor Baru Anda

Selain masa inreyen, pemilik juga perlu beradaptasi dengan karakter motor baru, mulai dari posisi berkendara, handling, hingga teknik pengereman.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menekankan pentingnya adaptasi tersebut. “Adaptasi dengan sepeda motor baru mungkin membutuhkan waktu, tetapi sangat penting untuk memastikan keselamatan berkendara,” ujar Wahyu kepada Otorider.

Motor Baru Harus Dirawat Sejak Awal

Meningkatnya pembelian motor oleh pegawai SPPG menunjukkan tren positif daya beli masyarakat. Namun, kepemilikan motor baru harus diimbangi dengan perawatan yang tepat sejak awal.

Dengan mematuhi masa inreyen, rutin servis, menggunakan BBM sesuai spesifikasi, serta berkendara secara bijak, motor baru dapat tetap optimal dan terhindar dari kerusakan dini. Disiplin perawatan menjadi kunci agar kendaraan awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Helm Hijab Friendly, MDS Magna Punya Cepol di Bagian Belakang

#2

Honda CUV e: Diskon Rp 24 Juta di IIMS 2026, Harga Turun Jadi Mulai Rp 30 Jutaan

#3

Yamaha Tebar Promo di IIMS 2026, Oli Yamalube Bisa Dapat Diskon 50%

#4

Hasil Akhir Tes Sepang 2026, Alex Marquez Tercepat

#5

FOTO: United eMotor RX6000, Motor Listrik Dual Purpose dengan Charging SPKLU

Terbaru

Berita| 6 jam yang lalu

Pemprov Jateng Akan Siapkan Diskon Pajak Motor 5 Persen Tahun 2026

Pemprov Jawa Tengah menyiapkan diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 5 persen hingga akhir 2026 tanpa kenaikan tarif.

Sport| 7 jam yang lalu

Niti Racing Mulai Persiapan Bagger World Cup 2026 dari Mandalika

Bagi Dimas Ekky, eks pembalap Moto2, pengalaman ini menjadi tantangan baru karena motor spesifikasi World Cup belum tersedia di Indonesia.

Motor Listrik| 9 jam yang lalu

Ada Diskon Skuter Matik BMW Motorrad Hingga Rp 80 Juta di IIMS 2026

Diskon berlaku untuk unit dengan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) 2025 dan nilainya bervariasi tergantung model. Ada CE 02 dan CE 04 yang didiskon.

Berita| 11 jam yang lalu

Tekiro Tampilkan Perkakas “Future-Ready” dan Promo Khusus di IIMS 2026

Tekiro menampilkan lini produk andalannya sekaligus menghadirkan inovasi baru yang dirancang untuk menunjang kebutuhan bengkel modern.

Berita| 1 hari yang lalu

30 Ribu Talenta SMK Adu Skill di FeVoSH 2026, Ajang Vokasi Terbesar Astra Honda

Ajang ini melibatkan 30.180 peserta dari 699 SMK binaan di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat sinergi dunia pendidikan dan industri roda dua.

Beranda Trending Motor Listrik