Suzuki Tunda Peluncuran Motor Listrik di Indonesia, Fokus Jual Motor Bensin
Suzuki Indonesia menunda rencana peluncuran motor listrik di Tanah Air dan memilih fokus pada pemasaran motor bensin yang sudah ada.
OTORIDER - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan kembali fokusnya pada pemasaran motor bensin konvensional (ICE) di Indonesia sebelum meluncurkan motor listrik secara resmi di pasar domestik. Keputusan itu diambil menyusul peluncuran model baru Suzuki yang dilakukan pada akhir tahun lalu.
“Motor listrik tahun ini kami fokus pada pemasaran produk existing terlebih dahulu, mengingat model baru kami tersebut juga baru diluncurkan pada akhir tahun,” ujar 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, Teuku Agha, dalam acara media gathering Suzuki di Jakarta, Kamis (29/1).
Suzuki Sebut Motor Listrik Akan Masuk, Tapi Tunggu Waktu yang Tepat
Padahal pada tahun 2025 lalu, Suzuki sempat membuka peluang untuk mendatangkan unit motor listrik ke Indonesia. Hal itu terlihat dari keberadaan model e-Access yang telah dipasarkan di India dan pada pameran Tokyo Motor Show 2025.
Menurut Teuku Agha, Suzuki sebenarnya sudah memetakan rencana masuknya motor listrik ke pasar Indonesia. Namun, perusahaan memilih untuk melihat perkembangan pasar terlebih dahulu.
“Rencananya sudah ada, tapi lihat dulu perkembangannya tadi. Karena kami juga melihat perkembangan motor listrik, tidak bisa langsung semua dimasukin. Ada pertimbangan dan strategi perusahaan untuk pasar Indonesia. Sampai saat ini kami masih pakai yang ICE kan,” katanya pada kesempatan sebelumnya.
Pemerintah Tidak Berikan Insentif Motor Listrik Tahun 2026
Keputusan Suzuki untuk tetap memprioritaskan motor bensin dinilai tepat, terutama setelah kebijakan terbaru pemerintah terkait kendaraan listrik.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif pembelian motor listrik pada tahun 2026. Kebijakan ini muncul berdasarkan pertimbangan fiskal dan manfaat ekonomi secara keseluruhan.
“Motor listrik tidak diberikan insentif tahun ini. Pertimbangannya karena kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi, yang lebih bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan,” ujar Agus usai acara Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung, Kamis (29/1).
Harapan Pemerintah agar Pasar Tetap Bergerak
Menteri Perindustrian berharap keputusan ini dapat menghilangkan spekulasi di masyarakat dan pelaku usaha, terutama terkait ekspektasi adanya subsidi atau insentif.
Dengan kejelasan kebijakan tersebut, diharapkan pasar motor listrik Indonesia tetap bergerak sejak awal 2026, tanpa tertahan oleh sikap wait and see dari konsumen maupun pabrikan. (*)