Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Pelonggaran TKDN, Apakah Harga Motor Listrik Akan Naik?

Dipublikasikan : Rabu, 23 April 2025 07:21

Pemerintah Prabowo berencana melonggarkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna meningkatkan daya saing industri nasional di tengah tekanan global.

Motor listrik Honda ICON e: dan CUV e: (Foto : Otorider/undefined)
Motor listrik Honda ICON e: dan CUV e: (Foto : Otorider/undefined)

OTORIDER - Presiden Prabowo Subianto berencana melonggarkan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai respons terhadap tekanan global akibat perang dagang. Kebijakan pelonggaran ini bertujuan untuk menciptakan iklim industri yang lebih kompetitif dan realistis di tengah tantangan ekonomi global.

Langkah ini memunculkan berbagai tanggapan, khususnya dari sektor kendaraan listrik yang selama ini menerapkan TKDN minimal 40 persen. Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menilai bahwa penerapan TKDN yang terlalu kaku justru berisiko menghambat laju investasi, terutama pada proyek-proyek strategis yang melibatkan teknologi tinggi.

“Saya pernah sampaikan langsung ke Presiden saat menjadi staf. Ada direktur utama perusahaan panas bumi yang sudah siap jalan, tapi proyeknya terhambat karena kendala TKDN. Padahal teknologinya belum tersedia di dalam negeri, akhirnya proyek itu stagnan,” ungkap Moeldoko di Jakarta, Selasa (22/4)

Meski demikian, ia menegaskan bahwa prinsip TKDN tetap penting untuk mendukung kemandirian industri nasional. Namun dalam pelaksanaannya, dibutuhkan kelonggaran agar tidak menghambat kemajuan.

“Kalau teknologinya belum kita miliki, jangan dipaksakan. Harus ada kelonggaran agar proyek tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Moeldoko juga menyoroti perlunya kesiapan ekosistem industri dalam negeri sebelum kebijakan TKDN diterapkan secara menyeluruh di berbagai sektor, apalagi pada sektor-sektor dengan teknologi canggih.

“Kalau penerapannya terlalu ketat, bisa menurunkan minat investor. Padahal kita sangat membutuhkan mereka dalam membangun industri kendaraan listrik nasional,” tambahnya. Meski demikian, ia tetap mendukung keberlanjutan kebijakan TKDN sebagai strategi jangka panjang, asalkan diterapkan dengan kebijakan yang bijak dan tidak memberatkan pelaku industri.

Menyoal dampak pelonggaran TKDN terhadap harga motor listrik, Moeldoko belum memberikan jawaban pasti. Ia menyebut bahwa perubahan kebijakan ini bisa mempengaruhi dinamika pasar dan proses produksi, terutama bagi produsen yang selama ini sangat bergantung pada aturan TKDN.

“Saya belum bisa menyimpulkan apakah harga motor listrik akan naik atau turun jika aturan TKDN dilonggarkan. Tapi yang pasti, akan ada dampaknya, baik bagi pasar maupun industri,” jelasnya.

Sebelumya, Direktur Utama PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) yang memproduksi motor listrik Gesits, Bernardi Djumiril mengatakan justru melihat TKDN sebagai cara untuk menekan harga jual produk.

“Semakin tinggi kandungan lokal dalam produk, maka harganya seharusnya bisa lebih rendah,” ujar Djumiril beberapa waktu lalu.

Dengan pelonggaran TKDN, pemerintah diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara menarik investasi dan memperkuat struktur industri dalam negeri agar tetap berkembang secara berkelanjutan. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Fatal, Warga Bisa Tuntut Penyelenggara Jalan

#2

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#3

Berita Populer: Dampak Dolar AS ke Motor Listrik Polytron dan Motor Honda Paling Laris

#4

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#5

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

Terbaru

Berita| 1 jam yang lalu

Vespa Luncurkan 946 Horse, Ini Tanggapan Piaggio Indonesia

Vespa kembali meluncurkan versi ‘Shio’ dalam menyambut Tahun Kuda (2026) dengan Vespa 946 Horse. Ini menjadi model keempat edisi kalendar Lunar.

Komunitas| 4 jam yang lalu

Musyawarah Besar AHJ 2026 Digelar, Komunitas Motor Honda Jakarta Pilih Ketua Baru

Musyawarah Besar AHJ 2026 digelar di Jakarta sebagai forum tertinggi komunitas motor Honda. Agenda mencakup revisi AD/ART, laporan pengurus, dan pemilihan Ketua Presidium baru.

Berita| 5 jam yang lalu

Februari Penuh Promo, Vespa Tawarkan Diskon hingga Rp 12 Juta dan Bonus Helmet Resmi

Piaggio Indonesia menghadirkan program “You Know You Want It” dengan promo skuter premium hingga Rp 12 juta untuk Piaggio, Vespa, dan Aprilia

Berita| 6 jam yang lalu

Berita Populer: Jalan Berlubang, Pajak CRF250 Rally hingga Harga BBM Turun

5 berita otomotif terpopuler Otorider.com 26 Januari–1 Februari 2026, mulai dari kecelakaan jalan berlubang, pajak Honda CRF250 Rally, harga BBM Pertamina turun

Sport| 8 jam yang lalu

Livery Tim Gresini Diluncurkan, Disponsori Snack Indonesia

Meluncur di hari terakhir Shakedown, Sabtu (31/1) tim BK8 Gresini Racing mengumumkan skuadnya yang akan bertarung di musim 2026.

Beranda Trending Motor Listrik