Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Ternyata Ini Alasan Pembalap MotoGP Punya Postur Tubuh Kecil

Dipublikasikan : Rabu, 14 Juni 2023 18:00
Penulis : Ruslan Abdul Gani

Tinggi badannya rata-rata 170-177 cm, cukup rendah bagi standar orang Eropa.

Penggemar MotoGP mungkin pernah memperhatikan postur para pembalap yang umumnya tidak terlalu tinggi dan juga besar. Tinggi badannya rata-rata 170-177 cm, cukup rendah bagi standar orang Eropa.

Melansir dari Flowracers, rata-rata tinggi badan pembalap MotoGP ialah 5′ 8 inci atau 172 cm dan berat 143 lbs atau sekitar 64,8 kg. Ternyata para pembalap berpostur tubuh tidak terlalu tinggi dan besar punya banyak keuntungan. 

   Baca Juga: Update Klasemen MotoGP 2023 Usai Seri Mugello, Italia

Salah satunya karena bisa lebih menghemat bahan bakar. Setiap motor MotoGP dialokasikan maksimal 22 liter untuk balapan. Pengendara yang berbobot lebih ringan pasti menggunakan lebih sedikit bahan bakar, berarti efisiensi bahan bakar lebih baik.

Pasalnya, jika konsumsi bahan bakar lebih boros, maka motor bisa kehabisan bensin sebelum balapan usai. Hal ini sempat terjadi beberapa kali, sehingga menghalangi kesempatan pembalap untuk naik podium.

Selain itu, pembalap yang lebih pendek dan kecil juga cenderung kurang lebar. Keuntungannya secara alami bisa mengurangi hambatan yang lebih rendah dan gesekan ban lebih sedikit.

   Baca Juga: Pembalap MotoGP Turunkan Kaki Sebelum Tikungan, Apa Fungsinya?

Baru-baru ini, ada seruan untuk mengubah aturan kelas mesin yang lebih besar, yakni meminta bobot minimum pengendara dan bobot motor digabung. Di Moto2 dan Moto3, aturan menetapkan berat minimum gabungan untuk motor dan pengendara masing-masing adalah 217 kg dan 152 kg.

Jika berat gabungan motor dan pengendara berada di bawah berat minimum yang diizinkan, maka pemberat bisa ditambahkan ke motor untuk mencapai minimum yang dipersyaratkan. Hal ini tentu menguntungkan, karena bisa mengoptimalkan pusat gravitasi di motor.

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Berita| 9 jam yang lalu

Bakal Hadir di IIMS 2026, Begini Uniknya Moge Benda LFC700

Salah satu model yang akan diboyong adalah Benda LFC 700, motor berkapasitas besar dengan tampilan bobber yang unik.

Motor Listrik| 11 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 14 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 15 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 17 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Beranda Trending Motor Listrik