Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Rahasia Knalpot Suzuki GSX-150 Series Pakai 2 Lubang Buang

Dipublikasikan : Senin, 6 Maret 2017 08:30
Penulis : Ilham Pratama

Jika diperhatikan, ada yang berbeda pada sektor knalpot duet motor sport Suzuki GSX-150 Series (GSX-R150 & GSX-S150). Pasalnya, knalpot GSX punya dua lubang buang.

Jika diperhatikan, ada yang berbeda pada sektor knalpot duet motor sport Suzuki GSX-150 Series (GSX-R150 & GSX-S150). Pasalnya, knalpot GSX punya dua lubang buang. Padahal, rata-rata knalpot motor bermesin 150 cc yang beredar di Indonesia, termasuk 'saudara' dengan basis mesin yang sama, Satria F150 punya lubang buang knalpot satu.

Tentu ada alasan kenapa silencer knalpot GSX memiliki dua lubang buang. Hal ini langsung di jawab oleh Morikawa Daigo, Assist to Sales and Marketing Dept. Head 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). "Pakai knalpot dua lubang karena GSX ini untuk pasar ekspor ke Eropa dan Jepang," ucapnya.

Lho, apa hubungannya? "Ya, di negara-negara Eropa dan Jepang, regulasi emisinya sudah Euro 4. Untuk itu, knalpot ini didesain juga agar lolos dengan standar emisi Euro-4 tanpa mengorbankan performa," jelas Morikawa.

Standar emisi ini juga menjelaskan kenapa Satria F150 tak menggunakan dua lubang pada knalpotnya. Sebab, Satria F150 hanya dilepas ke negara Asean yang rata-rata baru memiliki batas emisi Euro-3.

Audi Tarantini, Sales & Marketing 2W Product Planning SIS menambahkan jika detail lain juga diperhatikan dalam pengembangan knalpot ini. Seperti performa dan suara. Mulai dari diameter pipa header dan extended yang besar (28,6 - 31,6 mm) serta bagian katalis yang mencapai 45 mm.

"Diameter knalpot dibuat besar untuk meraih power dan performa yang maksimal. Sedangkan dua lubang buang juga berpengaruh pada suara yang khas. Serta penggunaan catalytic converter untuk menghasilkan gas buang yang lebih ramah lingkungan," tutupnya. (otorider.com)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Motor Listrik| 1 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 3 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 5 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 6 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Sport| 8 jam yang lalu

Marc Marquez Langsung Ngebut di Tes MotoGP Sepang, Tinggalkan Toprak 1,8 Detik

Marquez menunjukkan progres yang konsisten sepanjang hari, sebelum akhirnya memaksimalkan sesi FP2 dengan peningkatan signifikan di menit-menit akhir.

Beranda Trending Motor Listrik