Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Efek Mencampur Pertalite dan Pertamax Ketika Mengisi Bensin Motor

Dipublikasikan : Rabu, 7 September 2022 15:55
Penulis : Ruslan Abdul Gani

Setelah adanya kenaikan kedua jenis BBM tersebut kemungkinan membuat sebagian orang melakukan strategi atau mengakali supaya pengeluaran lebih irit. Salah satunya dengan mengoplos bahan bakar.

Harga bahan bakar minyak (BBM) terus meningkat. Pada produk Pertamina seperti Pertalite RON 90 naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan, Pertamax RON 92 berubah dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Setelah adanya kenaikan kedua jenis BBM tersebut, kemungkinan membuat sebagian orang melakukan strategi atau mengakali pembelian tipe bensin supaya pengeluaran lebih irit. Salah satu upaya yang dilakukan dengan cara mencampur bahan bakar berbeda nilai oktan. Lantas, amankah jika Pertalite dan Pertamax dioplos?

   Baca Juga: Detail Spesifikasi Lengkap Aprilia Tuareg 660, Seberapa Bertenaga?

Melansir dari wahanahonda, seperti diketahui Pertalite memiliki kandungan oktan 90 dengan tambahan zat aditif. Sementara itu, Pertamax yang beroktan 92 sangat direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9,1 hingga 10,1, Khususnya kendaraan dengan teknologi injeksi.

Karena kandungan oktan yang lebih tinggi dibandingkan Pertalite, Pertamax mampu menerima tekanan lebih besar dengan mesin yang memiliki kompresi lebih tinggi. Sehingga, pembakaran menjadi jauh lebih optimal daripada Pertalite. 

Selain itu, Pertamax juga memiliki tambahan zat aditif bernama EcoSave. Zat ini diklaim bisa mencegah adanya kerak di dalam mesin motor. Sehingga, komponen mesin menjadi lebih awet. Sebenarnya boleh saja mencampur Pertalite dengan Pertamax. Namun, akan berdampak pada kinerja dan kondisi mesin motor. Menurut sejumlah ahli teknik mesin, mencampur Pertalite dan Pertamax bisa menghasilkan efek buruk pada mesin.

Alih-alih mendapatkan oktan yang lebih tinggi, justru akan menghilangkan sejumlah fitur tambahan yang ada di Pertamax. Contohnya, Pertamax memiliki kandungan yang bisa membersihkan kerak pada mesin, jika dicampur unsur tersebut akan hilang. 

   Baca Juga: Mending Honda Vario 160 atau Yamaha Aerox 155? Ini Harga Terbarunya

Proses pembakaran juga tidak berjalan dengan optimal dan semestinya. Hal ini karena kedua bahan yang berbeda akan saling bercampur. Untuk jangka lama, mesin akan mengalami knocking atau ngelitik. 

Lebih lanjut, sejumlah kendaraan terbaru memiliki sensor deteksi bahan bakar yang lebih canggih. Sensor ini akan mendeteksi jika bahan bakar memiliki kandungan yang bukan semestinya. Jika ada pencampuran bahan bakar yang berbeda, indikator tersebut akan menyala. Jadi, sangat tidak dianjurkan untuk mencampur kedua bahan bakar tersebut karena akan menurunkan performa, bahkan bisa berdampak buruk pada kerusakan mesin.

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Penjualan Motor Suzuki Tembus 16.000 Unit Sepanjang 2025

#5

Update Harga Yamaha Nmax Turbo dan Tech Max Februari 2026, Ini Daftarnya

Terbaru

Berita| 5 jam yang lalu

MV Agusta Superveloce 1000 Ago Resmi Tampil di IIMS 2026, Hanya 83 Unit Dunia

MV Agusta tampil di IIMS 2026 bersama TDA Luxury Toys dengan memperkenalkan Superveloce 1000 Ago edisi terbatas, motor koleksi penghormatan untuk legenda balap Giacomo Agostini.

Berita| 6 jam yang lalu

Gebrakan ALVA di IIMS 2026, Hadirkan Motor Listrik N3 Next Gen

ALVA menghadirkan motor listrik baru n3 Next Gen di IIMS 2026 sebagai komitmen memperkuat pasar kendaraan listrik Indonesia.

Berita| 8 jam yang lalu

Motor Listrik Honda UC3 Sudah Terdaftar di PDKI, Siap Masuk Indonesia? Ini Kata AHM

PT Astra Motor Honda menghadirkan motor listrik Honda UC3 di IIMS 2026. Skuter elektrik futuristis ini punya lampu LED DRL memanjang, port charging depan, serta tiga mode berkendara

Berita| 8 jam yang lalu

Hadir di IIMS 2026, Pacific Bike Perkenalkan E-Moped dan E-Motor Generasi Terbaru

Kehadiran Pacific Bike di ajang berskala internasional ini sebagai wujud eksistensi sekaligus komitmen Pacific Bike kepada publik di tanah air.

Motor Listrik| 8 jam yang lalu

Indomobil eMotor Hadirkan Motor Listrik QT di IIMS 2026 dengan Peluncuran Motor Listrik

Indomobil eMotor menghadirkan motor listrik terbaru di IIMS 2026. Model anyar ini tampil modern, ramah lingkungan, dan siap meramaikan persaingan EV roda dua di Indonesia.

Beranda Trending Motor Listrik