Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Penyebab Busi Motor Cepat Rusak, Apa Saja?

Dipublikasikan : Minggu, 19 Juni 2022 13:00

Padahal rata-rata busi bisa berfungsi maksimal hingga 8000-10.000 Km.

Salah satu komponen penting pada motor adalah busi. Komponen ini berfungsi untuk melepas suhu panas yang berasal dari ruang pembakaran. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan busi jadi cepat rusak, salah satunya pengaruh perawatan dan kondisi mesin motor yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Padahal, rata-rata busi bisa berfungsi maksimal hingga 8.000-10.000 Km. Agar bisa dihindari, berikut merupakan beberapa penyebab kenapa busi motor cepat rusak yang dilansir dari situs Suzuki.

1. Kebocoran Kompresi Mesin

Kompresi mesin yang bocor bisa menyebabkan hilangnya tekanan di silinder ruang pembakaran atau combustion chamber. Ciri khas utama kebocoran pada kompresi mesin adalah tenaga akan ngempos, sistem pembakaran yang tidak berjalan maksimal, dan busi yang cepat mati.

   Baca Juga : Busi Baru Terjatuh Ketika Ingin Dipasang, Apakah Langsung Rusak?

2. Setelan Bahan Bakar Tidak Pas

Bahan bakar yang salah bisa menyebabkan hisapan bensin terlalu banyak. Selain motor jadi lebih boros, busi pun akan cepat mati karena terlalu banyak disiram dengan bensin.

Untuk mengeceknya, bisa melihat bagian elektroda busi. Jika bahan bakar terlalu banyak (boros), biasanya bagian atas busi akan terlihat selalu basah. Solusinya, segera setting ulang setelan bahan bakar. Biasanya, masalah ini kerap melanda motor yang masih menggunakan sistem karburator.

3. Korsleting Pada Jalur Pengapian

Salah satu ciri adanya korsleting di jalur pengapian adalah motor terkadang ngadat atau brebet. Selain itu, motor biasanya akan mati total (tidak bisa dihidupkan) setelah dicuci.

Selain menyebabkan busi cepat mati, korsleting di jalur pengapian pun bisa berdampak pada komponen lainnya, seperti CDI, koil, dan spul. Untuk mengatasinya, cek jalur pengapian dan lihatlah apakah ada kabel yang terbakar atau terlihat korsleting. Jika ditemukan, segera perbaiki.

   Baca Juga : Efek Merapatkan Gap Busi, Apa Bisa Bikin Motor Jadi Lebih Kencang?

4. Pemasangan Busi Kurang Tepat

Tanpa sadar pemasangan busi bisa tidak sempurna karena terlalu longgar, atau bahkan posisi busi yang tidak tepat karena jalur baut (jalur ulir) yang sudah rusak.

Kondisi ini bisa menyebabkan banyak masalah pada mesin. Di antaranya mulai dari tenaga motor yang ngempos, hingga busi yang jadi cepat mati. Untuk mengatasinya, pastikan posisi busi pas.

Demikian penjelasan kenapa busi motor cepat rusak walaupun masih dalam keadaan baru.

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Beli Honda New Vario 125 Dapat Gembok Merah Anti Maling, Bikin Pencuri Motor Kesulitan

#2

Biaya Perpanjangan SIM C Tahun 2026, Segini Total yang Harus Dibayar

#3

Benarkah Opsen Pajak Naikkan Harga Motor? Ini Penjelasan Main Dealer Honda

#4

WMS Luncurkan All New Honda Vario 125 di Jakarta–Tangerang, Ini Harganya

#5

Promo Honda Vario 125 Model Lama, Diskon Hingga Rp 1,2 Juta

Terbaru

Sport| 56 menit yang lalu

Valentino Rossi : 2026 Masa Transisi, Bagnaia dan Martin Akan Berjaya

Valentino Rossi menanggapi musim balap 2026, menurutnya banyak ‘bintang balap’ akan memberikan kejutan setelah di musim balap lalu tak terlalu gemilang.

Berita| 1 jam yang lalu

Fakta Mengejutkan: Satu Keluarga di Jakarta Bisa Punya Dua hingga Tiga Motor

Warga Jakarta rata-rata memiliki dua sepeda motor dalam satu keluarga. Wahana Honda mengungkap mayoritas pembeli motor adalah pemilik motor kedua dan ketiga.

Berita| 3 jam yang lalu

Yamaha LEXI LX 155 Hadir dengan Warna dan Grafis Baru di Awal 2026

Penyegaran ini dilakukan melalui peluncuran warna dan grafis baru di seluruh varian, mulai dari tipe tertinggi hingga versi standar.

Sport| 5 jam yang lalu

Ban Zeneos Dukung Aktivitas Bermotor di Sirkuit Mandalika

Kolaborasi ini ditujukan untuk menunjang kelancaran operasional sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara di lintasan sirkuit yang dapat dinikmati masyarakat.

Berita| 7 jam yang lalu

Belum Wajib, Tapi Rem ABS Diproyeksikan Jadi Standar Motor di Indonesia

Kemenhub mendukung penggunaan rem ABS pada sepeda motor demi keselamatan. Wacana ABS wajib untuk semua motor di Indonesia kian menguat.

Beranda Trending Motor Listrik