Beberapa Keuntungan Mengatur Tekanan Angin Yang Pas
Tekanan angin ban yang ideal tidak saja membuat saat bermotor menjadi lebih nyaman, tetapi ada lagi keuntungan yang didapat.
OTORIDER – Sepele, namun kerap terabaikan, yaitu mengatur tekanan angin ban yang sesuai dengan motor kita.
“Tekanan angin ban, dapat berpengaruh pada berbagai aspek,” terang Zulpata Zainal, pengamat otomotif, mantan bagian riset pada pabrikan ban di tanah air.
Salah satunya adalah ketika ban yang digunakan adalah standar (baik ban mupun pelek sesuai dengan spesifikasi pabrikan), tekanan angin ban yang sesuai dapat memberikan kenyamanan berkendara.
“Ban tidak terasa terlalu keras, terutama di jalan yang tidak mulus, jika tekanan anginnya berlebihan maka ban akan lebih kaku dan terasa keras, sebaliknya jika kurang, akan mengurangi kenyamanan juga karena pelek akan sering beradu dengan permukaan jalan yang tak rata,” ungkapnya, dalam sebuah kesempatan.
Selain kenyamanan, tekanan angin ban juga dapat membuat komponen lainnya lebih awet, karena rolling resistance atau hambatan gulirnya akan sedikit, sehingga tak membebani mesin dan komponen penggerak lainnya, jika tekanan angin kurang malah bisa membuat lebih berat.
Begitu juga soal traksi ban, dengan tekanan angin ban yang sesuai, maka permukaan jalan akan bersentuhan dengan ban yang sesuai ‘kembang’ ban, terutama saat jalanan becek, sehingga fungsi kembang atau alur ban untuk membuang air akan optimal.
Tekanan angin ban yang berlebih, selain membuat permukaan jalan tidak menempel dengan sempurna dengan ban, akan membuat komponen suspensi lebih bekerja keras, karena harus memberikan peredaman suspensi tanpa adanya ‘bantuan’ ban yang lentur.
Meski diklaim bisa membuat berkendara lebih irit, namun tekanan angin ban yang berlebih malah bisa membahayakan pengendara, karena fungsi traksi roda melalui alur yang sudah disesuaikan oleh pabrikan jadi berkurang, karena permukaan yang bersentuhan ke jalan pun berkurang.. (*)