BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video

BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video

Satu lagi motor adventure siap mengaspal di Indonesia. BMW F 750 GS merupakan motor ketiga yang diperkenalkan BMW Motorrad Indonesia pada 2019 ini. Dengan banderol Rp 495 juta off the road, artinya inilah keluarga big bike Gelande Strasse termurah dan kakak langsung dari G 310 GS.

Mendapatkan rancang bangun serupa dengan F 850 GS, motor ini bisa dibilang model yang lebih ekonomis. Bahkan mesinnya identik, namun dengan pemetaan bahan bakar berbeda, output tenaga pun sedikit di bawah kakaknya.

Begitu juga sasis dan bodi serupa. Namun suspensi dan kaki-kaki berbeda. Kini tak lagi pakai garpu upside down, melainkan sokbreker teleskopik biasa. Kaki depan pun dipadu kaliper  axial Brembo, bukan lagi kaliper model radial mount.

Sama dengan semua generasi terbaru BMW Motorrad, F 750 GS ini juga punya fitur Conectivity di balik layar instrument TFT 6,5 inci. Monitornya keren dan full colour. Akses fiturnya dengan menekan tombol menu di kiri setang dan mainkan kenop bundar multicontroller di sampingnya.

Ada beberapa menu. Pertama my vehicle, Anda bisa memantau kondisi motor, juga on board computer, trip computer dan beberapa pesan seperti jadwal servis atau bensin sudah mau habis.

Lalu menu lain ada navigasi, musik dan telepon yang bisa Anda akses setelah melakukan koneksi dengan ponsel pintar Anda dan telah lebih dulu mengunduh aplikasi BMW Motorrad Connected. Panduan suara navigasi, musik dan telepon akan terdengar di helm juga setelah melakukan koneksi dengan bluetooth intercom di helm Anda.

Koneksi terhadap ponsel dan intercom helm Anda, lalu display setting dan informasi mengenai lisensi software motor.

Ya, inilah big bike adventure BMW Motorrad yang paling terjangkau. Ini adalah kakak langsung dari G 310 GS yang buatan India. Tapi, yang ini datang utuh dari Jerman. Sebenarnya, ini adalah versi murah dari F 850 GS, maka impresi ridingnya pun mirip dengan kakaknya yang punya tampilan bak pinang dibelah dua. Alias sama persis.

Feeling ridingnya pun sebenarnya mirip. Yang paling terasa bedanya, ya saat pertama kali menduduki sadelnya. Karena jok terasa lebih pendek. Memang pas kalau dibilang, inilah entry level big bike adventure BMW yang ramah buat postur orang Asia. Tapi begitu motor dijalankan, sebenarnya rasanya mirip saja. Posisi footstep, jok maupun setang terasa mirip dengan yang 850.

Oke, kita coba lebih jauh. Karena pakai ban on-road dan pelek palang, kita coba di jalan aspal saja ya. Bantingan motor ini terasa empuk banget. Ketemu jalan keriting sekalipun, tinggal libas saja. Tak perlu khawatir bantingan berlebihan, karena suspensi terasa sangat lentur. Khas motor adventure banget sih ini.

Memang sekilas sayang melihat sok depan teleskopik biasa. Namun buat menyangga bobotnya yang 224 kg terasa sangat mumpuni. Meski suspensi lentur, ternyata sangat baik memeluk aspal. Memang tak bisa terlalu rebah, karena bannya tidak lebar, lebar ban belakang hanya 150 mm. Kami jadi lebih senang menyetel suspensinya jadi paling empuk buat menerjang jalanan yang kurang rata. Suspensi belakang pada motor demo ini memang masih pakai putaran setelan manual. Tapi nanti buat pasar Indonesia, sudah pakai suspensi setelan elektrik yang disebut Dynamic ESA yang pengaturannya ikut dengan riding modes.

Satu lagi yang kami rasakan, memang tenaganya tidak seliar model 850. Letupan daya 77 dk sih cukup untuk merasakan sensasi big bike, apalagi torsinya lebih tinggi, 83 Nm. Kami coba dengan riding mode ROAD, akselerasinya tetap ngejambak. O-100 km tercatat di racelogic performance box hanya 5 detik saja. Itu dengan bobot saya yang 90 kg dan bahan bakar oktan 95 yang kami pakai.

Asyiknya, bahan bakar tergolong irit untuk big bike. Dengan gaya berkendara santai di sore hari, kami mencatat 24,3 km/liter dengan mode RAIN. Sedangkan pakai mode ROAD dan gaya berkendara cukup agresif sekitar 23 km/liter dan berkendara sedikit luar kota dengan jalur lengang sekitar 25,5 km/liter.

 

Data Spesifikasi BMW F 750 GS 2019 :

Panjang x Lebar x Tinggi :   2.255 x 922 x 1.225 mm

Jarak Sumbu Roda : 1.559 mm

Tinggi Jok : 815 mm

Jarak ke tanah : 120 mm

Berat bersih :     224 kg

Kapasitas tangki bahan bakar : 15 liter

Mesin :  4-Tak, 2 silinder segaris, 8 Valve, DOHC

Sistem pendingin : Cairan

Kapasitas : 853 cc

Diameter x Langkah : 84 x 77  mm

Perbandingan kompresi : 12,7 : 1

Tenaga Maksimal : 77 dk / 7.500 rpm

Torsi Maksimal : 83 Nm / 6.000 rpm

Sistem Bahan Bakar : Electronic Injection

Emisi : Closed loop 3-way catalytic converter, EU-4

Starter :  Elektrik

Transmisi : Manual 6 percepatan, quickshift

Rangka : Bridge-type frame, steel shell construction

Pelek Depan : 2.50 x 19 inci

Ban Depan :  110/80R19

Pelek Belakang : 4.25 x 17 inci

Ban Belakang : 150/70R17

Rem Depan : Dual floating disc brake 305 mm, double piston floating caliper

Rem Belakang : Single disc brake 265 mm, single piston floating caliper

Sistem Rem : BMW Motorrad ABS (disengageable)

Suspensi depan : Telescopic fork 41 mm

Suspensi belakang : Cast aluminium dual swing arm, central spring strut

 

Hasil Tes :

Akselerasi

0-60 km/jam : 2,6 detik

0-80 km/jam : 3,6 detik

0-100 km/jam : 5,0 detik

40-60 km/jam : 0,8 detik

0-201 meter : 8,6 detik

0-402 meter : 13,7 detik

 

Konsumsi BBM : 24,3 km/liter (Econo Ride Dalam Kota)

BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
 
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
 
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
 
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
 
BMW F 750 GS Test Ride Review, Galeri Foto dan Video
 
 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id