Penalti Jump Start MotoGP Akan Lebih Berat Dua Kali Lipat

Penalti Jump Start MotoGP Akan Lebih Berat Dua Kali Lipat

Peraturan terbaru pada MotoGP yang saat ini sedang ramai diperbincangkan yaitu jump start penalty alias start terlebih dahulu sebelum lampu start padam. Memasuki musim MotoGP tahun depan, aturan tersebut akan diperbarui.

Regulasi tersebut diberlakukan karena terjadi tiga insiden jump start sepanjang musim 2019 ini. Pada musim MotoGP tahun depan, aturan ini akan diberlakukan terhadap semua kelas.

   Baca Juga : Hasil Klasemen Sementara MotoGP 2019 Usai Pertarungan Austria

   Baca Juga : Honda ADV 250 Berbasis Forza Akan Diluncurkan Tahun Ini

Pada musim ini, regulasi para pembalap yang melakukan jump start akan mendapat penalti memasuki pit line sebanyak satu kali saat race berlangsung atau juga disebut pit lane ride through penalty. Secara teori, pembalap yang terkena penalti akan mundur sekitar tiga hingga lima detik saat melakukan pit lane ride through tersebut.

Tampaknya, Grand Prix Commission akan memperketat aturan mengenai jump start dengan menambah hukumannya. Tertulis dalam keputusan Komisi GP, penalti pasti untuk jump start diubah dari pit lane ride through menjadi kewajiban melakukan dua kali "long laps". Long laps tersebut harus dilakuan dalam lima lap setelah rider diberi tahu akan penalti.

Jadi, hukuman penalti akan ditambah memasuki pit line sebanyak dua lap. Artinya secara hukuman para rider yang terkena penalti akan terkena kerugian dua kali lipat. Saat ini, rider MotoGP yang terkena penalti, yakni Cal Crutchlow, Maverick Vinales dan Joan Mir.

Peraturan ini telah resmi ditandatangani pihak Federation Internationale de Motorcylisme (FIM) setelah melakukan rapat sehabis race di Austria. Apakah peraturan baru ini akan membuat para rider lebih hati-hati saat melakukan start? Pasti! Bisa rugi dua kali nanti.

 

 

 

 

 

 

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id