First Ride: Skuter Inggris Rasa Italia Royal Alloy GP150

First Ride: Skuter Inggris Rasa Italia Royal Alloy GP150

Royal Alloy GP 150 merupakan skuter asal Inggris yang memiliki desain khas sebuah skuter Italia. Motor yang satu ini diluncurkan untuk pasar Indonesia pada pertengahan bulan April lalu di Jakarta. Kali ini OtoRider berkesempatan untuk menjajal skuter tersebut secara langsung.

Impresi pertama kali menunggangi Royal Alloy GP150 adalah bobotnya yang terasa cukup berat. Mengingat keseluruhan bodi dari skuter ini memiliki bahan besi, mulai dari tepong, bodi depan, hingga ke setangnya. Sementara dalam lembar spesifikasi, berat kering dari skuter ini hanya mencapai 130 kg.

Selanjutnya posisi duduk dari Royal Alloy GP150 terbilang cukup unik. Posisi dek terasa cukup tinggi dan dipadukan dengan jok yang rendah.  Bagian setang pun dibuat cukup rendah, sehingga untuk memutar balik sering kali mentok dengan dengkul pengendara.

Panning Royal Alloy GP150

Mengenai performanya tenaga Royal Alloy GP150 terasa cukup berat di putaran bawah. Namun setelah motor berjalan, putaran gas menjadi sedikit responsif dan getaran mesin terbilang cukup halus. Tenaga terasa di putaran menengah, sementara di putaran atas tenaga seperti mengambang.

   Baca Juga: Cicilan Royal Alloy GP 150, Sebulan Cuma Rp 1,6 Jutaan

Saat digunakan di atas kecepatan 80 km/jam, Royal Alloy GP150 cukup sulit untuk berakselerasi hingga 90 km/jam atau 100 km/jam. Bagian bodi juga terasa sedikit melayang ketika digunakan dalam kecepatan tinggi. Terutama saat digunakan untuk manuver berbelok, harus terbiasa dengan posisi berkendaranya.

Panning Royal Alloy GP150

Berbicara soal berbelok, Royal Alloy GP150 memiliki radius putar yang cukup jauh. Ditambah posisi setang yang dekat dengan dengkul pengendara membuat kagok pengendalian. Sementara itu bodi motor yang berat juga membuat pengendalian saat putar balik harus lebih berhati-hati.

   Baca Juga: Pilihan Motor Supersport 1.000 cc Jepang, Mana yang Paling Murah?

Perihal suspensi, Royal Alloy GP150 terbilang cukup keras untuk sebuah skuter premium. Secara teknis, suspensi depan skuter ini memang dapat disetel sesuai kebutuhan. Namun setelah dicoba, setelan paling empuk pun tidak banyak berpengaruh terhadap kenyamanan pengendara.

Kelebihan
1. Teknologi canggih
2. Bodi kuat
3. Mesin halus

Kekurangan
1. Motor berat
2. Suspensi keras
3. Manuver sulit

Detail Spesifikasi Royal Alloy GP150

Mesin: 149,6 cc, 1-silinder, 2-katup, 4-tak, berpendingin udara
Rasio Kompresi: 11:1
Emisi: EURO 4
Pengapian: Elektronik CDI
Tenaga Maksimal: 13,1 dk di 8.500 rpm
Torsi Maksimal: 12 Nm di 6.500 rpm

Dimensi PXLXT: 1.845 x 670 x 1.150 mm
Rangka: Steel Space Frame
Kapasitas Tangki: 11 Liter
Tinggi Jok: 770 mm
Wheelbase: 1.390 mm
Berat Kosong: 130 kg

Suspensi Depan: Double Preload Adjustable anti-dive
Suspensi Belakang: Adjustable coil, Hidrolik shock absorber
Ban Depan: Tubeless 110/70-12
Ban Belakang: Tubeless 120/70-12
Rem Depan: 220 mm Disc Brake
Rem Belakang: 220 mm Disc Brake
Sistem Pengereman: ABS Bosch

 

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id