Dolar AS Hampir Rp 17 Ribu, Harga Motor Listrik dan Sewa Baterai Polytron Akan Naik?
Dolar AS hampir Rp 17 ribu memicu kekhawatiran kenaikan harga motor listrik Polytron. Simak penjelasan resmi Polytron soal sewa baterai dan harga motor.

OTORIDER - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang nyaris menyentuh angka Rp 17.000 menimbulkan kekhawatiran di berbagai sektor industri, termasuk pasar motor listrik di Indonesia. Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah apakah harga motor listrik Polytron dan biaya sewa baterai Polytron akan ikut mengalami kenaikan akibat pelemahan rupiah tersebut.
Menanggapi isu ini, Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, memberikan penjelasan terkait dampak fluktuasi dolar terhadap harga produk motor listrik Polytron, termasuk skema sewa baterai yang menjadi keunggulan pabrikan lokal tersebut.
Sewa Baterai Polytron Dipastikan Aman
Ilman menegaskan bahwa biaya sewa baterai Polytron tidak akan mengalami kenaikan, meskipun nilai tukar dolar AS terus berfluktuasi. Polytron disebut berkomitmen menjaga stabilitas harga sewa baterai demi kenyamanan dan kepastian konsumen.
“Kalau sewa baterai, aman lah. Kita komitmen tetap di angka yang saat ini. Tinggal kalau misalnya produk ya kita lihat fluktuasi dari harga dolar. Harusnya sih masih dalam sewa baterai. Kalau sewa baterai aman lah,” ujar Ilman saat ditemui Otorider, Selasa (20/1).
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi calon konsumen motor listrik Polytron, mengingat skema battery subscription atau sewa baterai merupakan salah satu faktor utama yang membuat motor listrik lebih terjangkau secara harga awal.
Dengan jaminan harga sewa baterai tetap, pengguna tidak perlu khawatir terhadap lonjakan biaya bulanan meski kondisi ekonomi global sedang tidak stabil.

Harga Motor Listrik Polytron Masih Dipantau
Berbeda dengan biaya sewa baterai, Ilman mengakui bahwa harga unit motor listrik Polytron tetap bergantung pada perkembangan nilai tukar dolar AS. Hal ini wajar, mengingat beberapa komponen motor listrik masih dipengaruhi oleh rantai pasok global.
“Untuk produknya motornya kita lihat kalau dolarnya ya, kalau misalnya perkembangan dolarnya di luar kendali kita, ya mau nggak mau,” papar Ilman.
Meski demikian, Polytron belum memastikan adanya kenaikan harga dalam waktu dekat. Perusahaan masih melakukan evaluasi dan memantau kondisi ekonomi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan yang berdampak langsung pada konsumen.
Kesimpulan
Di tengah isu dolar AS hampir Rp 17 ribu, Polytron memastikan biaya sewa baterai motor listrik tetap aman dan tidak naik. Untuk harga unit motor listrik, Polytron masih melakukan pemantauan dan belum mengambil keputusan kenaikan harga. (*)
Dolar AS Hampir Rp 17 Ribu, Harga Motor Listrik dan Sewa Baterai Polytron Akan Naik?
Touring Pakai Motor Listrik Makin Mudah, Polytron Hadirkan Fast Charging Portabel 25A
Banjir Jakarta Rendam 57 RT dan 39 Jalan, Waspada Bahaya Motor Listrik Terendam Air 




_2025_2025_6h0o.webp)




