Polytron Dominasi Pasar Motor Listrik Indonesia, Masih Kuasai 60 Persen
Penjualan motor listrik nasional 2025 tercatat 55.059 unit berdasarkan data SRUT Kemenhub. Polytron kuasai 60 persen pasar meski penjualan turun.

OTORIDER - Polytron semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di industri motor listrik nasional sepanjang 2025. Merek asal Kudus, Jawa Tengah, ini mengklaim tetap menjadi merek motor listrik paling laris di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar mencapai 60 persen dari total penjualan nasional.
Klaim tersebut bukan tanpa dasar. Polytron merujuk pada data resmi penjualan motor listrik nasional yang dirilis oleh Asosiasi Industri Sepedamotor Listrik Indonesia (AISMOLI). Dari data yang dipublikasikan asosiasi, Polytron kemudian melakukan evaluasi internal untuk melihat posisi dan kontribusinya di pasar otomotif, khususnya segmen kendaraan listrik roda dua.
Mengacu Data AISMOLI, Polytron Dominasi Pasar
Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menjelaskan bahwa AISMOLI secara rutin merilis angka total penjualan motor listrik nasional. Dari data tersebut, Polytron melihat bahwa kontribusi penjualannya mendominasi pasar.
“Sebenarnya AISMOLI itu merilis angka. Totalnya sudah disebutkan oleh asosiasi. Dari angka itu kita bercermin. Kurang lebih, kita itu sekitar 60 persen dari total angka yang dirilis AISMOLI,” ujar Ilman dalam kesempatan yang sama.
Berdasarkan data Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, total penjualan sepeda motor listrik di Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebanyak 55.059 unit.
Dengan menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar, Polytron diperkirakan telah membukukan penjualan sekitar 33.000 unit motor listrik sepanjang 2025. Angka tersebut menempatkan Polytron jauh di atas para pesaingnya di segmen motor listrik nasional.
Penjualan Turun 30 Persen Dibanding 2024
Namun di balik dominasi pangsa pasar tersebut, Polytron mengakui bahwa penjualan motor listrik sepanjang 2025 mengalami penurunan sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo. Menurutnya, penurunan paling signifikan terjadi pada kuartal I-2025, saat belum ada kejelasan mengenai kelanjutan subsidi kendaraan listrik dari pemerintah.
“Penjualan motor listrik tahun ini masih turun 30 persen dibandingkan 2024, karena di Q1 terlalu rendah akibat tidak adanya subsidi pemerintah,” ujar Tekno.
Ketidakpastian kebijakan subsidi membuat sebagian konsumen memilih menunda pembelian motor listrik, sehingga berdampak langsung pada performa penjualan di awal tahun. (*)
Polytron Dominasi Pasar Motor Listrik Indonesia, Masih Kuasai 60 Persen
Motor Listrik Polytron Fox-350 Laris, Harus Inden Berapa Lama?
Pakai Fast Charger Setiap Hari, Apakah Merusak Baterai Motor Listrik? 









