Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Faktor Psikologis Bisa Pengaruhi Insiden Rombongan HOG di Bukit Tinggi

Dipublikasikan : Selasa, 3 November 2020 15:00
Penulis : Brian

Beberapa waktu lalu insiden rombongan Harley Owners Group (HOG) di Bukit Tinggi sempat menjadi sorotan publik. Kira-kira bisakah faktor psikologis mempengaruhi kejadian itu?

Beberapa waktu lalu insiden rombongan Harley Owners Group (HOG) di Bukit Tinggi sempat menjadi sorotan publik. Pasalnya kejadian tersebut melibatkan pemukulan terhadap dua orang prajurit TNI. Kira-kira bisakah faktor psikologis mempengaruhi kejadian itu?

Diana M Sani selaku Psikolog sekaligus Direktur Kayross Psikologi Utama mengatakan terdapat dua faktor dalam berperilaku. Di antaranya adalah faktor individu yang berarti internal masing-masing orang serta faktor eksternal yang bisa berasal dari situasi atau kelompok. Menurutnya, pada suatu kejadian perlu dilihat terlebih dahulu melalui kepribadian individu orang tersebut.

"Terlepas dari masalah motor besarnya, tiap individu itu kan punya emosinya sendiri. Misalnya lagi nyetir diserempet orang, kan ada yang yasudah mengalah saja. Tetapi ada yang emosi, engga terima, jadi lebih ngebut dan lain sebagainya," ujar Diana saat dihubungi OtoRider melalui telepon, Selasa (3/11).

 

Diana yang juga Psikolog lulusan Universitas Indonesia menyebutkan ketika seseorang berkelompok sudah masuk ke psikologi sosial karena melibatkan orang lain. Dirinya menyebutkan dalam psikologi sosial terdapat Conformity atau konformitas. Artinya seseorang yang berada dalam suatu grup ingin sama dengan orang-orang yang ada disekeliling atau group tersebut.

   Baca Juga: Bagaimana Etika Konvoi Bersama Club Atau Komunitas Motor?

"Jadi engga ingin kelihatan beda, maunya sama seperti orang-orang yang ada di sekitar atau normanya juga sama. Sama seperti anak SMA tawuran, ketika misalnya sekolah saya diserang kan langsung identitas kelompoknya naik. Jadi kalau teman saya maju ya saya akan maju, itu sudah bukan identitas pribadi yang dibawa tetapi kelompok," pungkasnya memberi contoh.

 

"Nah itu sama saja seperti kalau ada di kelompok penggemar motor, moge, kelompok touring apapun. Itu ada yang namanya identitas kelompok, ada kebersamaannya, ada kesamaan nilai-nilai. Nah itu otomatis konformitasnya tinggi, jadi saya akan menyamakan perilaku saya dengan kelompok saya. Engga bisa beda, kalau berbeda berarti saya akan dikucilkan," lanjutnya.

   Baca Juga: Yamaha Luncurkan All New Aerox 155 Connected, Harga Mulai Rp 25 jutaan!

Berdasarkan pengalaman Diana, dalam banyak peristiwa hal tersebut bisa menjadi dorongan yang lebih besar daripada faktor internal. Meskipun orang tersebut tidak emosional, tetapi ketika bersama kelompoknya menjadi ikut emosional. Dirinya mengatakan konformitas tersebut yang mendorong perilaku seseorang agar sama dengan kelompoknya.

 

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Berita| 9 jam yang lalu

Bakal Hadir di IIMS 2026, Begini Uniknya Moge Benda LFC700

Salah satu model yang akan diboyong adalah Benda LFC 700, motor berkapasitas besar dengan tampilan bobber yang unik.

Motor Listrik| 11 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 13 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 15 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 16 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Beranda Trending Motor Listrik