Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Pakar Transportasi Merasa Tilang Manual Masih Diperlukan, Mengapa?

Dipublikasikan : Rabu, 21 Desember 2022 11:00
Penulis : Ruslan Abdul Gani

Makanya sempat diberlakukan kembali tilang manual untuk menjaring pelanggar yang tidak bisa dijangkau tilang elektronik. 

Sesuai instruksi Kapolri beberapa waktu lalu tentang peniadaan tilang manual dan diganti tilang elektronik, berbagai daerah di Indonesia sudah mulai menerapkannya. Hingga kini polisi diminta mengedepankan atau memaksimalkan penindakan melalui tilang elektronik atau ETLE.

Namun, sejak tidak diberlakukanya tilang manual, angka pelanggaran lalu lintas kembali melonjak. Makanya, sempat diberlakukan kembali tilang manual untuk menjaring pelanggar yang tidak bisa dijangkau tilang elektronik. 

   Baca Juga: Seberapa Aman Fitur Keyless Motor Yamaha? Ini Jawabannya

Jenis pelanggaran yang ditindak tilang manual adalah mencopot pelat nomor, memalsukan pelat nomor, dan pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong atau knalpot racing.

Terkait tilang manual masih diperlukan atau tidak, Pakar Transportasi dari Universitas Indonesia Prof. Tri Tjahjono mengatakan keberadaan ETLE sebuah keniscayaan karena lingkupnya masih kecil dan terbatas. Selain itu, belum dapat menangkap pelanggaran secara luas. Sehingga menurutnya, tilang manual masih diperlukan untuk menindak pelanggar lalu lintas.

“Karena saya mengkritisi ETLE maka tilang manual masih diperlukan. Tilang manual masih efektif, maka ekosistemnya harus dibentuk. Dimana bila ekosistemnya belum dibentuk dan belum berskala nasional, maka tilang manual masih tetap diberlakukan,” kata Tri Tjahjono dikutip dari NTMC Polri.

Senada dengan Tri Tjahjono, Ketua Institut Studi Transportasi (INSTRAN) yakni Ki Darmaningtyas mengungkapkan pentingnya tilang manual. Publik bisa mengetahui langsung apabila polisi bertindak terhadap pelanggar lalin. Di samping itu dapat menimbulkan shock therapy bagi pengguna jalan yang lain.

   Baca Juga: Deretan Motor Honda yang Meluncur di 2022, Ada Berapa Banyak?

“Tilang manual juga menjaga kewibawaan aparat kepolisian sendiri karena pelanggar ditindak. Pelanggar dikenai langsung hari itu juga, sehingga dapat mencegah perbuatan salah lebih lanjut. Bukan berarti menolak perintah Kapolri tapi dijalankan sesuai dengan kesiapannya. ETLE tetap terus dijalankan, namun tilang manual tetap diperlukan,” ungkap Ki Darmaningtyas.

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Beli Honda New Vario 125 Dapat Gembok Merah Anti Maling, Bikin Pencuri Motor Kesulitan

#2

Biaya Perpanjangan SIM C Tahun 2026, Segini Total yang Harus Dibayar

#3

Benarkah Opsen Pajak Naikkan Harga Motor? Ini Penjelasan Main Dealer Honda

#4

WMS Luncurkan All New Honda Vario 125 di Jakarta–Tangerang, Ini Harganya

#5

Promo Honda Vario 125 Model Lama, Diskon Hingga Rp 1,2 Juta

Terbaru

Berita| 1 jam yang lalu

Skema Kredit Honda Stylo 160, Cicilan Mulai Rp 1,4 Jutaan

Berdasarkan data skema pembiayaan yang beredar, Honda Stylo 160 tersedia dalam dua varian, yakni CBS dan ABS, dengan pilihan uang muka (DP), tenor, serta cicilan bulanan yang bervariasi.

Sport| 2 jam yang lalu

Valentino Rossi : 2026 Masa Transisi, Bagnaia dan Martin Akan Berjaya

Valentino Rossi menanggapi musim balap 2026, menurutnya banyak ‘bintang balap’ akan memberikan kejutan setelah di musim balap lalu tak terlalu gemilang.

Berita| 3 jam yang lalu

Fakta Mengejutkan: Satu Keluarga di Jakarta Bisa Punya Dua hingga Tiga Motor

Warga Jakarta rata-rata memiliki dua sepeda motor dalam satu keluarga. Wahana Honda mengungkap mayoritas pembeli motor adalah pemilik motor kedua dan ketiga.

Berita| 5 jam yang lalu

Yamaha LEXI LX 155 Hadir dengan Warna dan Grafis Baru di Awal 2026

Penyegaran ini dilakukan melalui peluncuran warna dan grafis baru di seluruh varian, mulai dari tipe tertinggi hingga versi standar.

Sport| 7 jam yang lalu

Ban Zeneos Dukung Aktivitas Bermotor di Sirkuit Mandalika

Kolaborasi ini ditujukan untuk menunjang kelancaran operasional sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara di lintasan sirkuit yang dapat dinikmati masyarakat.

Beranda Trending Motor Listrik