Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
Disclaimer Hubungi Kami Info Iklan Karir Peraturan Media Siber Redaksi Tentang Otorider Privacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2025. Otorider.com. All rights reserved.

Tengok Switchgear di Girboks Semi Otomatik Yamaha Y-AMT

Dipublikasikan : Rabu, 4 Desember 2024 15:12
Penulis : Benny Averdi

Yamaha adalah pabrikan besar yang mengikuti 'perlombaan teknologi' transmisi, mengembangkan sistem girboks semi-otomatik demi pengendaraan dinamis dan sporty.

-AMT Switchgear (Foto :motorcyclenews)
-AMT Switchgear (Foto :motorcyclenews)

OTORIDER - Yamaha menjadi salah satu pabrikan besar yang mengikuti 'perlombaan teknologi' transmisi, mengembangkan sistem girboks semi-otomatik demi pengendaraan dinamis dan sporty.

Baik KTM maupun BMW baru-baru ini memberikan bocoran desain prototipe semi-otomatik, dengan harapan dapat 'mencomot' penjualan dari seri Transmisi Kopling Ganda (DCT, Dual Clutch Transmission). Bahkan Honda sejak lama mengembangkannya, yakni pada tahun 2010.

Namun, jika desain sebelumnya yang cenderung lebih fokus pada kepraktisan dan kemudahan penggunaan, penawaran Transmisi Manual Otomatis (Y-AMT, Yamaha-Automated Manual Transmission) terbaru ini, yang dioperasikan dengan tombol, lebih berfokus pada motor berperforma tinggi dan peranti tersebut hanya berbobot 2,8kg.

Dengan pergantian gigi tanpa kaki, merek Jepang tersebut mengatakan hal ini memungkinkan pengendara untuk lebih memperhatikan penggunaan throttle dan rem, serta “fokus pada posisi tubuh dan distribusi bobot melalui pijakan kaki (pegs).”

Switch + untuk upshift transmisi Y-AMT (Foto : motorcyclenews)

Preferensi perpindahan gigi dapat disesuaikan tergantung keadaan, dengan pilihan perpindahan manual yang dioperasikan dengan jari dan ibu jari, atau mode otomatik penuh. 

Dengan menggunakan fungsi 'MT', pengendara dapat melakukan pergantian gigi secara mandiri.

Ia bekerja dengan menggunakan dua aktuator elektronik, yang menangani penerapan kopling kiri dan tugas perpindahan gigi kaki kiri untuk Anda, artinya tidak memerlukan kontrol mana pun. 

Terlebih lagi, Yamaha mengatakan hal itu membuat motor tidak lebih lebar di antara kedua kaki Anda saat dipasang.

Y-AMT bekerja bersama dengan throttle ride by wire, memungkinkan integrasi mode berkendara dan kontrol jelajah juga.

Meskipun tidak perlu menarik tuas kopling, mode manual berarti pengendara mengontrol perpindahan gigi dengan mengaktifkan dua pedal yang dipasang di switchgear, bertanda '+' dan '-' untuk perpindahan gigi ke atas dan ke bawah.

Switch (-)  untuk downshift pada sistem Y-AMT (Foto : motorcyclenews)

Blok switchgear telah dirancang sedemikian rupa sehingga selama berkendara sporty, ibu jari Anda tetap berada di setang untuk kontrol maksimal, dan perpindahan gigi dapat diambil alih sepenuhnya oleh jari telunjuk dengan menekan dan menarik tuas untuk mengontrol perpindahan gigi di kedua arah. 

Yamaha juga mengatakan bahwa posisi dan gerakan tuas telah dirancang agar mudah dioperasikan, dengan gerakan minimal yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem. Untuk kemudahan tertinggi, pengguna dapat mengaktifkan mode otomatik penuh. 

Fungsi ini hadir dengan dua karakteristik pergantian gigi untuk dipilih. 'D' dikatakan menawarkan nuansa perpindahan gigi yang lebih lembut, dengan pergantian gigi juga dilakukan pada putaran mesin yang lebih rendah. 

Jika kenyamanan dan berkendara hemat bukan prioritas utama Anda, maka 'D+' dapat dipilih, yang akan mempercepat waktu perpindahan gigi dan mempertahankan putaran mesin lebih tinggi.

Sistem Y-AMT bukanlah terobosan pertama perusahaan tersebut dalam opsi perpindahan gigi alternatif, karena peranti anyar ini  dikembangkan sistem YCC-S (Yamaha Chip Controlled Shift) untuk sports tourer FJR1300 hampir dua dekade lalu. 

Apa sebenarnya yang akan terjadi masih belum dapat dikonfirmasi, karena masih banyak model Yamaha yang belum diperbarui untuk Euro5+ – yang merupakan persyaratan untuk semua sepeda motor baru pada tahun 2025. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Mengenal Empat Model Honda Beat 2025, Harga Mulai Rp 18,53 juta

#2

Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Turun per April 2025, Ini Daftar Lengkapnya!

#3

Penerus Yamaha Byson Kini Berteknologi Hybrid Mirip Fazzio

#4

Hadiah Lebaran! Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Non-Subsidi

#5

Honda G Concept, Awal Mula Pengembangan Motor Dengan Rangka eSAF

Terbaru

Berita | 11 jam yang lalu

Rangka Baru Yamaha Gear Ultima Diklaim Lebih Kokoh, Ini Alasannya

Yamaha Gear Ultima yang baru meluncur di awal Maret 2025 ini memiliki sejumlah perbedaan dari pendahulunya. Mulai dari yang bisa dilihat mata hingga ke bagian dalam motornya.

Tips & Modifikasi | 18 jam yang lalu

Setelah Lama Ditinggal Mudik, Motor Jangan Langsung Dinyalakan

Motor yang ditinggal lama saat mudik Lebaran, misalnya hingga lebih dari enam bulan bakal butuh perhatian lebih. Sebab akan menimbulkan masalah di mesin.

Berita | 1 hari yang lalu

Tujuh Fitur Yamaha NMax Turbo Ini Cocok Buat Perjalanan Jauh

Perjalanan touring keluar kota kerap dilakukan di musim liburan. Buat Anda pengguna Yamaha NMax Turbo bisa manfaatkan tujuh fitur berikut ini.

Berita | 1 hari yang lalu

Tips Memilih Jaket Motor untuk Cuaca Panas

Jaket motor bukan sekadar pelengkap gaya, tetapi juga berperan penting dalam melindungi pengendara dari cuaca ekstrem dan risiko kecelakaan.

Berita | 1 hari yang lalu

Ini Fakta Honda New CBR150R MotoGP Edition, Pengguna Livery Repsol Terakhir di Indonesia

Dalam artikel sebelumnya, pihak PT Astra Honda Motor (AHM) menyatakan tidak lagi melepas edisi Repsol Honda di Indonesia. Termasuk CBR150R ini.

Beranda Trending Motor Listrik