Bakal Ada Suzuki Satria F150 Dengan Transmisi Hybrid?
Dalam prototipe Suzuki Satria F150 yang diuji, sistem transmisi itu dirancang agar perpindahan gigi dapat dilakukan tanpa menarik tuas kopling di stang.
OTORIDER - Sebuah inovasi teknis terbaru muncul dari AMITEC Technology Sdn. Bhd. asal Malaysia yang menghadirkan sistem transmisi “hibrid” pada Suzuki Raider R150FI, kembaran Suzuki Satria F150 di Indonesia.
Dikutip dari Arenamotosikal, dengan peranti yang mereka kembangkan memungkinkan pengendara Satria F150 memilih antara kopling otomatis dan kopling manual dalam satu unit transmisi.
Dalam prototipe yang diuji, sistem transmisi itu dirancang agar perpindahan gigi dapat dilakukan tanpa menarik tuas kopling di stang.
Namun sisi manual tetap dipertahankan, artinya pengendara masih punya opsi menarik kopling secara konvensional seperti motor bebek biasa. Hal ini menghadirkan fleksibilitas berkendara yang jarang ditemui pada segmen underbone performa.
Sistem hibrid tersebut dikembangkan AMITEC dengan tujuan menggabungkan kenyamanan transmisi otomatis dan kendali penuh dari kopling manual. Meski demikian, versi prototipe masih dalam tahap pengembangan, dan penyempurnaan fitur masih sedang berlangsung.
Kaitannya dengan Sejarah Kopling di Motor Bebek
Meski terdengar advance dan kekinian seperti teknologi DCT, AMT atau e-Clutch yang kini marak beredar di segmen moge, tapi inovasi AMITEC ini sejatinya bukan barang baru pada mekanisme kopling di motor bebek.
Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, beberapa motor bebek pernah menerapkan sistem kopling yang unik sebelum era skuter otomatis mendominasi.
Contoh paling dikenal adalah Yamaha F1ZR generasi awal. Motor bebek 2-tak ini diperkenalkan oleh Yamaha Indonesia dan pada model awalnya menggunakan sistem kopling semi otomatis.
Di mana motor tersebut masih memakai elemen kopling namun pengendara dapat memindahkan gigi tanpa menarik tuas kopling, membuatnya populer di kalangan komunitas sebagai “kopling banci”.
Serupa dengan itu, Honda pernah bereksperimen dengan varian Honda Supra XX dan Honda Supra V pada awal 2000-an yang memiliki kopling manual konvensional seperti motor sport, walaupun tidak bertahan lama di pasar karena kurang diminati konsumen. (*)