Banjir Jakarta Rendam 57 RT dan 39 Jalan, Waspada Bahaya Motor Listrik Terendam Air
Banjir Jakarta mencapai ketinggian 1 meter dan merendam puluhan wilayah. Simak cara aman menangani motor listrik yang terendam agar tidak rusak.
OTORIDER - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak pagi hingga sore hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 57 rukun tetangga (RT) dan 39 ruas jalan tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengatakan genangan terjadi di beberapa wilayah ibu kota dan berdampak pada aktivitas warga, termasuk mobilitas kendaraan bermotor. “BPBD mencatat saat ini terdapat 57 RT dan 39 ruas jalan yang tergenang,” ujar Mohammad Yohan dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Selain menghambat arus lalu lintas, banjir juga menyebabkan banyak kendaraan, baik motor konvensional maupun motor listrik, terendam air. Kondisi ini memicu kekhawatiran tersendiri, khususnya bagi pemilik motor listrik yang masih minim pemahaman terkait penanganan kendaraan setelah terendam banjir.
Bahaya Menyalakan Motor Listrik Setelah Terendam Banjir
Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, masih banyak pemilik motor listrik yang tidak menyadari risiko besar menyalakan kendaraan dalam kondisi basah setelah terendam banjir.
Meski motor listrik kerap diklaim mampu melintasi genangan air, kondisinya akan sangat berbeda jika kendaraan terendam sepenuhnya. Menyalakan motor listrik dalam kondisi tersebut berpotensi memicu korsleting listrik, yang dapat merusak sistem kelistrikan bahkan membahayakan keselamatan pengguna.
Head of Group Product Electric Vehicle Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menjelaskan bahwa air yang masuk ke dalam sistem motor listrik dapat menimbulkan berbagai risiko serius. “Jika motor listrik terendam banjir, ada risiko korsleting pada sistem kelistrikan serta kemungkinan kerusakan pada hub drive akibat rembesan air. Selain itu, komponen mekanik juga berisiko mengalami korosi jika tidak segera dikeringkan dan dibersihkan,” ujar Ilman saat ditemui oleh Otorider.
Komponen Motor Listrik yang Paling Rentan Rusak
Ilman menegaskan bahwa motor listrik pada dasarnya memiliki karakteristik yang sama dengan perangkat listrik lainnya. Ketika terendam air, kendaraan tidak boleh langsung dinyalakan sebelum dipastikan benar-benar kering.
Beberapa komponen krusial yang sangat rentan terdampak banjir antara lain:
- Baterai
- BLDC (Brushless Direct Current) atau dinamo
- Controller
- Sistem hub drive
“Lebih baik airnya hilang dulu, terutama pada bagian krusial seperti BLDC, baterai, dan controller. Jika tidak ada air sama sekali, itu bisa dinyalakan,” kata Ilman.
Air yang terperangkap di dalam komponen tersebut dapat menyebabkan kebocoran arus listrik, karat, hingga kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan benar.
Langkah Aman Jika Motor Listrik Terendam Banjir
Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, pemilik motor listrik disarankan melakukan beberapa langkah aman berikut setelah kendaraan terendam banjir:
1. Jangan Langsung Menyalakan Motor
Jika motor listrik terendam air, segera matikan daya (jika masih menyala) dan jangan mencoba menghidupkannya kembali sebelum semua komponen dipastikan benar-benar kering.
2. Lepaskan Baterai Jika Memungkinkan
Pada motor listrik dengan baterai lepas-pasang, segera lepaskan baterai untuk mencegah korsleting dan kerusakan lanjutan pada sistem kelistrikan.
3. Keringkan dan Bersihkan Komponen Penting
Pastikan seluruh bagian motor dikeringkan secara menyeluruh, terutama:
- Baterai
- Dinamo atau BLDC
- Controller, jika terdapat lumpur atau air kotor, segera bersihkan untuk mencegah korosi.
4. Periksa ke Bengkel Resmi
Sebelum digunakan kembali, pemilik kendaraan sangat disarankan membawa motor listrik ke bengkel resmi atau teknisi berpengalaman. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada sistem kelistrikan maupun mekanik.
Dengan begitu, bagi pengguna motor listrik pemahaman mengenai penanganan kendaraan pascabanjir menjadi sangat penting. . Kesalahan penanganan tidak hanya berisiko menimbulkan kerusakan mahal, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara. (*)