Jangan Asal Dinyalakan, Ini Risiko Motor Usai Terendam Banjir
Kebiasaan langsung memutar kunci kontak ke posisi ON pada motor yang baru saja dievakuasi dari genangan banjir dapat menimbulkan kerusakan serius.
OTORIDER - Banjir yang merendam sejumlah wilayah Jakarta pada 12 Januari 2026 ikut membuat banyak sepeda motor warga terendam air.
Di tengah upaya evakuasi dan pembersihan, para pemilik motor diingatkan agar tidak tergesa-gesa menyalakan mesin, karena langkah keliru justru bisa memicu kerusakan serius pada mesin dan sistem kelistrikan.
Menurut Joddy Ario dari bengkel JDM Project, Pangkalan Jati, Jakarta Timur, kebiasaan langsung memutar kunci kontak ke posisi ON pada motor yang baru saja dievakuasi dari genangan banjir dapat menimbulkan kerusakan serius.
“Setelah motor terendam, jangan sekali-sekali menyalakan kunci kontak ke posisi ON,” katanya kepada Otorider.
Joddy menjelaskan bahwa menyalakan motor dalam kondisi yang masih basah berpotensi menyebabkan komponen kelistrikan mengalami korsleting, termasuk ECU yang dapat rusak total.
Kondisi ini bisa membuat biaya perbaikan membengkak, karena bukan hanya pembersihan yang diperlukan tetapi juga penggantian komponen elektronik.
Selain itu, ada ancaman kerusakan mesin yang lebih berat apabila air masuk ke ruang bakar. Fenomena yang dikenal sebagai water hammer dapat terjadi ketika piston mencoba memampatkan air yang tidak dapat dikompresi, merusak bagian dalam mesin.
Dirinya menambahkan jika air yang terjebak di ruang bakar saja sudah cukup untuk memicu kondisi ini ketika mesin dipaksa menyala.
Sebagai catatan, tak sedikit ikut terendam saat banjir hebat melanda sejumlah area di Jakarta, termasuk wilayah PIK dan sekitar permukiman padat penduduk pada 12 Januari 2026. (*)