Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Alasan Pembalap MotoGP Turunkan Kaki Sebelum Menikung

Dipublikasikan : Selasa, 29 Desember 2020 11:00
Penulis : Brian

Jika Anda pernah melihat ajang balap MotoGP, tentunya tidak asing dengan pembalap yang menurunkan kaki sebelum memasuki tikungan. Kegiatan tersebut dilakukan bukan semata-mata tidak memiliki fungsi.

Jika Anda pernah melihat ajang balap MotoGP, tentunya tidak asing dengan pembalap yang menurunkan kaki sebelum memasuki tikungan. Kegiatan tersebut dilakukan bukan semata-mata tidak memiliki fungsi, justru terdapat maksud tersendiri. Pembalap tes ride Suzuki yakni Sylvain Guintoli pun menjelaskan hal tersebut.

Dilansir dari Speedweek, Sylvain Guintoli menjelaskan pada fase pengereman keras, pembalap MotoGP menggunakan kaki bagian dalam yang diturunkan . Dirinya menyebutkan hal tersebut merupakan hasil dari perkembangan motor, ban, dan rem. Karena pengereman yang begitu kuat, sehingga menghasilkan G-Force yang juga kuat.

 

"Ini adalah akibat langsung dari perkembangan motor, ban, dan rem. DI mana telah mencapai titik perlambatan dan G-Force pada saat ngerem begitu kuat sehingga kaki secara otomatis terlepas," ujar Guintoli dikutip dari Speedweek.

   Baca Juga: Jelang MotoGP 2021, Aprilia Siap Beri Kejutan dengan Motor RS-GP Terbaru

Namun siapa pembalap pertama yang menyadari hal tersebut bisa menjadi keuntungan di lintasan. Ialah Valentino Rossi yang pertama kali menyadari keuntungannya hingga diikuti oleh pembalap lainnya. Guintoli menyebutkan keuntungan yang didapatkan adalah perubahan pusat gravitasi motor sehingga lebih stabil saat pengereman.

 

"Pertama pusat gravitasi speeda motor bergeser ke bawah saat melakukan pengereman yang dapat meningkatkan stabilitas. Kedua saat kaki direntangkan, pembalap jadi bisa bergeser jauh ke belakang. Di satu sisi menggeser pusat gravitasi ke belakang dan di sisi lain memberi beban lebih pada pijakan kaki bagian luar," ujarnya.

   Baca Juga: Fabio Quartararo Tidak Sabar Balapan Bersama Tim Pabrikan

Menurut Guintoli dengan hal sederhana seperti itu saja motor melambat sedikit lebih baik. Pembalap berusia 38 tahun itu juga menyebutkan jika membuka kaki, maka tangan pun tidak mudah lelah.

 

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Berita| 13 jam yang lalu

Bakal Hadir di IIMS 2026, Begini Uniknya Moge Benda LFC700

Salah satu model yang akan diboyong adalah Benda LFC 700, motor berkapasitas besar dengan tampilan bobber yang unik.

Motor Listrik| 15 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 18 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 19 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 21 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Beranda Trending Motor Listrik