Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Jorge Martin Sebabkan Aprilia Meminta Aturan MotoGP Berubah

Dipublikasikan : Minggu, 16 Maret 2025 09:13
Penulis : Benny Averdi

Kecelakaan, membuat Jorge Martin kehilangan kesempatan balapan. Ia berharap ada peraturan membolehkan rider yang cidera, latihan dulu sebelum kembali berlaga

Jorge Martin, Aprilia Racing (Foto :crash)
Jorge Martin, Aprilia Racing (Foto :crash)

OTORIDER  -  Jorge Martin, sudah pasti tidak ikut berlaga di GP Argentina akhir minggu ini, begitu pun di putaran selanjutnya, GP Amerika yang terjadwal pada akhir Maret.

Dengan begitu, GP Qatar adalah ajang pertama yang akan dilaluinya April mendatang.

Tentunya kondisi tersebut membuat CEO Aprilia Racing, menjadi ketar-ketir dengan dampak yang akan diterima oleh timnya.

Berkaitan dengan hal itu, lelaki yang pernah berada pada tim Ferrari F1 itu pun mengajukan proposal pada penyelenggara MotoGP.

Rivola menginginkan pihak MotoGP memberikan kelonggaran bagi pembalap yang absen karena cidera melakukan tes privat, sebelum kembali berlomba.

"Jujur saja, kita harus memikirkan apa yang baik untuk keselamatan rider. Saat ini, tentu saja, kita sangat berkepentingan untuk mengubah peraturan, tetapi ini menyangkut semua pengendara," katanya seperti dikutip Crash.net.

"Berkat konsesi tersebut, tim Jepang saat ini diizinkan untuk menguji apa yang mereka inginkan. Mengapa kita tidak bisa membuat aturan bagi seseorang yang telah melewatkan begitu banyak sesi untuk memiliki pendekatan yang lebih baik terhadap kecepatan motor MotoGP?," lanjutnya.

Namun, ia menyatakan bahwa kasusnya merupakan kasus yang sangat istimewa, karena Jorge mengganti motornya dan tidak memiliki kesempatan untuk mengujinya secara ekstensif, karena ia mengalami kecelakaan setelah lima kilometer di Sepang.

Berbicara lebih rinci, Rivola mengatakan bahwa seorang pembalap yang telah absen dari beberapa balapan seharusnya dapat menguji motor MotoGP sebelum kembali berkompetisi.

Dalam aturan yang berlaku, pembalap dari pabrikan non-konsesi seperti Aprilia memiliki batasan dalam hal tes privat.

Beda dengan pembalap Yamaha ataupun Honda yang jauh lebih bebas dalam hal tes privat, baik soal jumlah dan jadwalnya.

"Menurut peraturan, itu harus dilakukan dengan RSV4. Tapi sejujurnya, kita harus mempertimbangkan apa yang terbaik untuk keselamatan pembalap," lanjut Rivola.

"Kami memahami bahwa peraturan harus dihormati, tetapi jika tim Jepang dapat melakukan uji coba kapan saja berkat konsesi, mengapa tidak mengizinkan pembalap yang telah melewatkan beberapa balapan untuk menguji motor MotoGP agar bisa kembali dengan aman?," tegasnya.

Tes ini tentunya membuat momen bagus sehingga bisa memastikan kesiapan pembalap dalam menghadapi Grand Prix, dan tim tidak semakin rugi jika pembalap memang belum benar-benar siap.

"Bayangkan jika Jorge kembali ke Qatar dan setelah satu putaran FP1, ia menyadari bahwa tidak bisa membalap. Maka kami kehilangan satu motor di grid. Ini tidak hanya memengaruhi kami, tetapi juga seluruh kejuaraan," tegasnya.

"Dengan format akhir pekan saat ini, di mana kau sudah berada dalam mode kualifikasi sejak Jumat, kembali dari cedera menjadi jauh lebih rumit. Aturan semacam ini akan membantu semua orang," lanjut Rivola.

Lebih lanjut, manajer tim Aprilia, Paolo Bonora mengonfirmasi bahwa pihak pabrikan telah mengusulkan perubahan aturan pengujian bagi pembalap yang cedera kepada Dorna, yang memerlukan persetujuan resmi melalui Komisi Grand Prix. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Masuk Segmen Entry-Level Premium, Triumph Lepas Speed 400 Rp 158,4 Juta

#2

Helm Hijab Friendly, MDS Magna Punya Cepol di Bagian Belakang

#3

Yamaha Tebar Promo di IIMS 2026, Oli Yamalube Bisa Dapat Diskon 50%

#4

Hasil Akhir Tes Sepang 2026, Alex Marquez Tercepat

#5

Suzuki Cek Ombak Potensi ‘Moge’ Dual Purpose DR-Z4SM di Indonesia

Terbaru

Sport| 7 menit yang lalu

Quartararo Tak Puas Performa V4 Yamaha Dibandingkan Rival

Ia menyatakan bahwa performanya masih juah dibandingkan rival di MotoGP sebelum ia terpaksa meninggalkan tes Sepang, karena kecelakaan.

Berita| 59 menit yang lalu

Spesifikasi KTM 1390 Super Adventure S EVO di IIMS 2026

KTM menghadirkan dua model motor terbaru di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, salah satunya adalah 1390 Super Adventure S EVO.

Berita| 2 jam yang lalu

Wahana Makmur Sejati Dorong Budaya Safety Riding Inklusif di IIMS 2026

Kampanye Cari aman menekankan teknik berkendara adaptif bagi pengendara difabel demi keselamatan di jalan raya.

Tips & Modifikasi| 3 jam yang lalu

Turtle Wax Bawa Tiga Segmen Produk Perawatan Kendaraan di IIMS 2026

Turtle Wax sampai bikin formula sabun khusus untuk pasar Indonesia karena konsumen lokal kerap menganggap busa melimpah dengan daya bersih lebih baik.

Berita| 3 jam yang lalu

Perbedaan Lampu Eksternal Osram CBI Ultra dan Pro, Apa Saja?

PT OSRAM Indonesia beberapa waktu lalu menghadirkan produk lampu eksternal untuk motor, yaitu CBI Ultra dan Pro. Lantas, apa yang membedakan kedua lampu ini?

Beranda Trending Motor Listrik