Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
Disclaimer Hubungi Kami Info Iklan Karir Peraturan Media Siber Redaksi Tentang Otorider Privacy Policy
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2024. Otorider.com. All rights reserved.

Bedah Mesin Honda DOHC 150 cc (I), Rombakan Total Tanpa Subtitusi

Selasa, 29 November 2016
Ilham Pratama

Lewat panduan dari tim teknis Honda, Otorider.com berkesempatan untuk membedah mesin New DOHC 150 Cc keluaran pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut.

Lewat panduan dari tim teknis Honda, Otorider.com berkesempatan untuk membedah mesin New DOHC 150 Cc keluaran pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut. Saat ini, mesin berpendingin cair ini sudah dipakai oleh empat produk berbeda. Yakni Honda CB150R, Sonic 150R, CBR150R dan yang terbaru, Supra GTR 150.

Dalam bedah teknologi ini, pihak Honda coba menjelaskan perbedaan spesifikasi dengan mesin sebelumnya, yang dipakai oleh CB150R StreetFire dan CBR150R lama. Seperti apa?

"Terdapat tiga perubahan signifikan di mesin baru ini. Mulai dari struktur valve, ruang bakar dan sistem pendinginan," buka Wahyu Isti Budi, Technical Trainer Honda Wahana.

Oiya, ukuran valve ex dibuat lebih kecil, yakni 19 mm, ketimbang yang lama 21 mm. Sedikit aneh, karena biasanya di mesin balap, ukuran valve justru diperlebar untuk mengakomodasi asupan udara dan bensin lebih kaya. Sedangkan valve in masih sama, yakni 22 mm.

"Pasokan tetap kok, karena lubang injektor kini dibuat 8 titik dari sebelumnya 6 titik, valve kecil justru membuat bobot mesin makin ringan," ucap Nanang Sutia, Intruktur Teknik Honda Daya.

Pun demikian dengan cekungan valve steam yang dibuat lebih kecil untuk mengoptimalkan aliran udara ke dalam ruang bakar.

Ruang bakar juga diubah, dengan menaikan angka kompresi ke 11,3:1. Yang lama, masih 11:1. Meskipun tinggi, namun Honda menyatakan jika mesin ini masih aman mengonsumsi BBM jenis premium.

Jeroan mesin juga dibuat lebih ringan. Misalnya piston yang lebih ringan 18 gram, pin piston 10 gram dan con rod 4 gram. Kelebihannya, mampu menaikan tenaga mesin dan mengurangi efek panas berlebih di mesin.

Terakhir, penyempurnaan dilakukan pada sistem pendingin cair mesin. Di mana Honda merancang pendingin yang lebih terintegrasi. Salah satunya dengan membuat aliran cairan pendingin di dalam blok mesin sebagai pengganti selang. Hasilnya, selain mesin lebih kompak dan efisien, juga minim selang yang rawan kebocoran.

Lalu, bisa kah komponen mesin versi anyar ini diaplikasi, atau subtitusi ke mesin yang lama? Ternyata tidak bisa. "Ubahannya sangat banyak, nyaris tak ada yang bisa disubtitusi," pungkas Endro Sutarno, Technical Training Division AHTC. (otorider.com)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.

Trending

#1

Berkaca Dari Hokky, Ini Potensi Bahayanya Melebar di Tikungan

#2

PPN Naik Menjadi 12%, Bagaimana Dampaknya pada Motor Listrik?

#3

Pengembangan Industri Baterai Lokal, Gandeng Institusi Akademik

#4

Stefan Bradl Turun di Final MotoGP 2024, Pakai Livery 2025?

#5

Dunia Balap Motor Berduka, Juara Nasional Hokky Krisdianto Meninggal Dunia

Terbaru

Berita | 13 jam yang lalu

Debut di GJAW 2024, Cek Lagi Harga dan Promo Scomadi

Scomadi Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam memperkenalkan skuter berkualitas tinggi kepada masyarakat Indonesia di GJAW 2024

Berita | 14 jam yang lalu

Ini Deretan Motor yang Bisa Test Ride di GJAW 2024

Dengan keberagaman merek dan model yang hadir, GJAW 2024 memberikan banyak pilihan bagi pengunjung untuk memilih sepeda motor.

Berita | 15 jam yang lalu

GJAW 2024 Tawarkan Pengalaman Test Ride Motor Terbaru, Ini Caranya

Bagi Anda yang berencana hadir, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba langsung sepeda motor idaman di Gaikindo Jakarta Auto Week 2024.

Berita | 18 jam yang lalu

Apakah Harga Motor Bekas Terpengaruh dengan PPN Naik Menjadi 12 Persen?

Kenaikan PPN menjadi 12 persen pada 2025 adalah tantangan sekaligus peluang, tergantung bagaimana pelaku pasar beradaptasi dengan perubahan kebijakan ini?

Berita | 19 jam yang lalu

Resmi Digelar, Segini Harga Tiket MUF GJAW 2024

Mandiri Utama Finance (MUF) GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 resmi terselenggara pada Jumat (22/11) hingga Minggu (1/12) di ICE BSD.

Beranda Trending Motor Listrik