Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Awas! Ini Efek Negatif Biarkan Tekanan Angin Ban Motor Tidak Sesuai

Dipublikasikan : Kamis, 30 Maret 2023 09:00
Penulis : Ruslan Abdul Gani

Ban merupakan salah satu komponen yang punya peran penting di motor dan bersentuhan langsung dengan jalan. Punya fungsi sebagai penopang beban sepeda motor saat berkendara.

Ban merupakan salah satu komponen yang punya peran penting di motor dan bersentuhan langsung dengan jalan. Selain itu, komponen tersebut berfungsi sebagai penopang beban motor saat berkendara, serta menjadi bagian pendukung kestabilan dan daya cengkeram saat pengereman. Ban juga jadi faktor utama untuk kenyamanan berkendara.

Sub Department Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), Ade Rohman menjelaskan pengendara harus selalu menjaga dan merawat ban. Apalagi ban merupakan komponen yang paling cepat diganti atau fast moving dibanding komponen lainnya. 

   Baca Juga: Simak! Segini Masa Pakai V-belt di Motor Matic, Pakai Patokan Kilometer

“Perawatan ban bukan cuma dibersihkan atau menghindari benda tajam seperti paku atau jalan rusak, tapi juga harus diperhatikan tekanan angin yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan,” ujar Ade.

Maka dari itu, jika tidak memperhatikan tekanan angin ban, ada beberapa efek negatifnya. Ban sendiri tidak boleh terlalu kempis atau juga terlalu kencang. Tekanan anginnya harus sesuai rekomendasi pabrikan. Berikut beberapa efek negatif membiarkan tekanan angin ban tak sesuai rekomendasi.

Ban Pecah

Apabila tekanan angin ban kurang atau tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan, maka berpotensi terjadi kebocoran bahkan dampak terburuknya bisa mengalami pecah ban. Ini disebabkan adanya defleksi atau pemuaian angin yang berlebihan pada dinding ban tersebut. Untuk penggunaan ukuran, jenis, dan bunga ban sesuai dengan rekomendasi oleh pabrikan.

Ban Aus di Bagian Tengah

Jika ban motor mengalami aus di bagian tengah saja, maka merupakan indikasi tekanan angin berlebih.

Ban Benjol

Terkadang muncul benjolan di beberapa bagian ban. Hal ini merupakan indikasi jika ban mengalami tekanan angin berlebih. Hal tersebut juga bisa berarti kualitas ban dengan material yang buruk atau ban hasil re-use dari ban bekas seperti vulkanisiran.

Ban Licin

Jika menghadapi jalanan licin seperti saat hujan atau jalan penuh kerikil, ban dengan tekanan berlebih menyebabkan motor sering tergelincir dan kurang stabil. Hal ini karena permukaan ban yang menempel pada jalan lebih sedikit, sehingga kurang traksi.

Jika Tekanan Angin Kurang

Biasanya terjadi karena beberapa masalah seperti bocor halus akibat usia pakai, atau ban tipe tubeless yang terkena paku. Walaupun masih bisa dipakai berkendara, tapi secara otomatis seiring waktu berjalan, tekanan angin di dalam ban berkurang.

Ban Retak

Kondisi ban yang retak di bagian samping menjadi indikasi jika ban yang digunakan kurang tekanan angin. Lama-kelamaan retakan tersebut menyebabkan robek dan ban tidak bisa digunakan lagi.

Ban Aus/ Gundul di Bagian Samping

Indikasi jika ban motor kurang tekanan angin adalah gundul di bagian samping saja, karena tekanan tidak merata.

   Baca Juga: Supaya Tidak Terjatuh, Begini Tips Melewati Polisi Tidur Pakai Motor

Susah Belok

Efek yang sering terjadi ketika tekanan angin pada ban kurang adalah setir kemudi terasa berat saat berbelok atau bermanuver. Hal tersebut akibat permukaan ban yang menempel pada jalan lebih banyak, ditambah beban motor berlebih saat dikendarai sehingga sulit dikendalikan.

Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros

Kurang tekanan angin pada ban juga bisa menjadi penyebab konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Itu karena kinerja mesin yang menerima beban berlebih. Kerusakan yang terjadi akibat kurang tekanan bukan cuma pada ban saja, tapi bisa berpotensi kerusakan pada komponen lainnya seperti pelek dan suspensi depan belakang.

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Motor Listrik| 1 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 3 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 5 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 6 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Sport| 8 jam yang lalu

Marc Marquez Langsung Ngebut di Tes MotoGP Sepang, Tinggalkan Toprak 1,8 Detik

Marquez menunjukkan progres yang konsisten sepanjang hari, sebelum akhirnya memaksimalkan sesi FP2 dengan peningkatan signifikan di menit-menit akhir.

Beranda Trending Motor Listrik