Ducati Kembangkan GP26, Namun Membuat Marc Marquez Khawatir
Pengembangan motor di salah satu sisi, tentunya akan ‘mengorbankan’ sisi lainnya dalam meningkatkan performa motor, mana yang lebih menguntungkan akan diambil.

OTORIDER – Seperti umumnya pabrikan motor di MotoGP, menjelang musim balap tentu akan menampilka motor dengan performa terbaiknya agar tampil gemilang di musim balap tersebut.
Dari pabrikan Borgo Panigale, Ducati meningkatkan performanya pada bagian depan, sehingga akan lebih baik dalam pengendaliannya.
Marc Marquez menyoroti pentingnya mencapai keseimbangan yang tepat saat ditanya soal fokus Ducati untuk meningkatkan feeling bagian depan Desmosedici GP26.
“Maksud saya, tentu saja, Anda selalu berusaha untuk meningkatkan performa. Dan ya, pada sebuah motor, jika Anda memiliki feeling depan yang lebih baik, maka… karena ban depan selalu menjadi yang paling penting bagi seorang pembalap,” kata Marquez dilansir dari Crash.net.
“Tetapi biasanya ketika Anda meningkatkan bagian depan, Anda kehilangan sedikit grip di bagian belakang, misalnya. Dan Anda perlu menemukan kompromi yang tepat.,” lanjutnya.
“Tapi Ducati sudah tahu bahwa mereka memiliki basis yang sangat baik, dan kemudian, seperti yang mereka lakukan pada musim dingin lalu, kami akan mencoba memperkenalkan hal-hal kecil untuk tahun 2026” jelas Marc.
“Kita tidak bisa mengharapkan, atau kita tidak bisa menemukan, langkah besar dari satu area saja karena pada akhirnya kita bisa memilih arah yang salah,” tambahnya.
Aplagi, sebuah dilema muncul ketika Ducati memutuskan untuk tidak menggunakan mesin GP25 dan menggunakan mesin mendekati spesifikasi yang digunakan pada tes pra-musim GP24.
Baik Bagnaia dan Di Giannantonio merasakan kesulitan ketika menggunakan mesin GP25, berlawanan dengan Marc yang malah mendominasi di tahun debutnya bersama tim pabrikan asal Italia itu.
Pembalap asal Spanyol itu mendominasi dengan 14 kemenangan balapan beruntun (Sprint dan Grand Prix) dari putaran Aragon sampai Hungaria, yang menjadi dasar dari musim 2025 yang dominan bagi #93.
Marquez mengatakan bahwa tes pasca-balapan Aragon adalah momen paling krusial, secara teknis.
“Ya, sejak tes Aragon, kami telah membuat kemajuan,” ia menegaskan. “Kami membuat kemajuan dalam pengaturan motor dan juga dengan aero. Saya merasa semakin nyaman dengan aerodinamika baru, tetapi terutama pengaturan motor,” tambahnya.
“Dan yang kami lakukan hanyalah semakin dekat dengan pembalap Ducati lainnya,” ungkapnya. “Geometri yang sama, dimensi yang sama,” lanjutnya lagi.
Namun Marc Marquez adalah salah satu rider yang ‘jenius’ dalam menguasai motor MotoGP. Ia mengatakan bahwa pada bagian pertama musim mengendarai motor yang berbeda, lebih gugup, tetapi setelah tes Aragon, ini adalah motor yang lebih mudah dikendarai.
Marquez, yang absen sejak kecelakaan Grand Prix Indonesia di Mandalika, akan kembali ke trek pada tes pra-musim Sepang di awal Februari. (*)










