Penipuan Jual-Beli Segitiga Masih Marak Terjadi, Ini Lima Cirinya

Dipublikasikan : Rabu, 4 Desember 2024 17:00
Penulis : Ilham Pratama

Meski sudah banyak diketahui, namun modus penipuan segitiga dalam transaksi jual-beli motor bekas masih saja terjadi. Bahkan saat ini modus tersebut juga terjadi di kota-kota kecil.

Penipuan Jual-Beli Segitiga Masih Marak Terjadi, Ini Lima Cirinya
Ilustrasi Motor Bekas (Foto : Otorider)
Otorider hadir di WhatsApp Channel Follow

OTORIDER - Meski sudah banyak diketahui, namun modus penipuan segitiga dalam transaksi jual-beli motor bekas masih saja terjadi. Bahkan saat ini modus tersebut juga terjadi di kota-kota kecil.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom beberapa waktu lalu sempat mengatakan jika dalam skema ini, pelaku penipuan berlaku sebagai perantara dan mengarahkan penjual dan pembeli yang asli untuk bertemu.

"Penjual asli diarahkan penipu untuk bertemu dengan calon pembeli asli, namun salah satu atau keduanya diarahkan ke jalur pembayaran yang tidak aman," ucapnya dilansir dari situs resmi Polresta Barelang Batam (23/9).

Kompol Benhur Gultom menambahkan jika kebanyakan penipuan segitiga ini diawali dari postingan jual beli online di media sosial. Untuk itu, ada lima ciri khas yang bisa ditelisik sebagai penipuan segitiga.

1. Harga Motor Terlalu Murah

Sebelum membeli motor bekas, ada baiknya Anda mengetahui harga bekasnya terlebih dahulu. Misalnya Honda Beat CBS 2023 kondisi normal yang masih di rentang Rp 15-14 jutaan, tiba-tiba dijual Rp 10 juta. Anda patut waspada akan tawaran menggiurkan tersebut.

"Paling penting jangan tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Waspadai barang dengan harga yang jauh lebih rendah dari pasaran. Ini sering kali menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang tidak beres," papar Kompol Benhur.

2. Mengaku Jadi Perantara Atau Pemilik Motor

Beberapa modus penipuan segitiga, pelaku akan mengaku sebagai pemilik motor yang akan berdinas keluar kota. Untuk itu, motornya akan disebut tengah dititipkan ke saudaranya.

Ada pula yang mengaku jika pelaku adalah perantara yang ditunjuk langsung oleh pemilik motor untuk mencari pembeli. Sehingga ada kesan jika pemilik motor benar-benar mengenal pelaku.

3. Berpura-Pura Menjadi Pembeli Potensial

Dari sisi penjual, pelaku penipuan segitiga akan mengomunikasikan secara intens seolah akan menjadi potensial. Namun saat bertransaksi, pelaku tentu tidak akan hadir langsung.

Sebagai gantinya, pelaku akan menyebut jika pembeli adalah saudara atau kenalannya yang akan mengambil motor tersebut.

4. Tidak Dibolehkan Menanyakan Harga ke Pemilik Motor

Ciri khas penipuan segitiga yang paling umum adalah, pembeli motor atau penjual tidak boleh saling bertanya mengenai harga yang ditawarkan.

Karena jelas, penipu akan memancing korban pembeli dengan iming-iming harga murah. Sementara untuk penjual, biasanya penipu tidak akan melakukan negosiasi harga.

5. Pembeli Wajib Transfer Terlebih Dahulu

Jika pembeli sudah terpancing, maka penipu akan langsung meminta transfer uang yang dibutuhkan untuk menebus motor tersebut. Sedangkan penjual akan terkejut karena akan dimintai dokumen dan motornya, meski belum mendapat bayaran apa pun.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah preventif sebelum terlibat dalam transaksi, terutama transaksi besar seperti pembelian kendaraan bermotor," pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telegram Channel
Google News
Bagikan  

Video

Tetap Terhubung Bersama Kami
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
[email protected] (Redaksi)
[email protected] (Marketing)
OTORIDER.com Member of : Logo Bintang Langit Multimedia
Copyright © 2024. Otorider.com. All rights reserved.