Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Peugeot Django S 2019 Test Ride Review - Foto dan Video

Dipublikasikan : Jumat, 19 April 2019 14:05
Penulis : Hafiz Raka Wibisono

Diberikan penyegaran pada 2018 lalu, Peugeot Django S kini tampil beda. Beberapa penambahan fitur disematkan sebagai pelengkap skuter bergaya klasik ini.

Menganut bahasa desain yang sama dengan motor yang muncul pada 1958 silam, Peugeot Django memang masih satu nafas dengan kakeknya Peugeot S57C. Bentuk desain yang membulat hadir dari depan hingga buritan belakang sebagai penanda bahwa segmen Django ini adalah skuter klasik.

Untuk memberikan kesan segar, Peugeot memberikan sedikit ubahan pada skuter yang terdapat 3 varian ini. Versi lalu, Django hadir dengan varian Allure, Evasion, dan Sport, kini nama tipe sport telah digantikan dengan tipe S seperti skuter yang sedang kami review kali ini. Beberapa penyegaran juga dilakukan di varian S ini.

Yang paling terihat, desain Django S tidak lagi dilengkai dengan grafis layaknya nomer start di bodi kiri kanannya. Grafis itu digantikan dengan huruf S yang menandakan bahwa motor ini adalah varian S. Grafis serupa di body kiri kanan itu juga hadir di batok lampu atas. Grafis itu berkelir magnesium alumunium. Garis bodi yang memanjang di dari bagian depan hingga belakang motor juga turut diubah, kini warnanya diubah senada dengan warna grafisnya, berubah dari sebelumnya yang krom. 

Berbeda dengan skutik 150 asal Eropa lain, Django masih pede pakai bohlam halogen biasa buat lampu depannya yang bundar. Di bawah lampunya yang bundar barulah terlihat kesan futuristis. Lampu LED Day Time Running Light (DRL) menghiasai fairing bagian depan ditemani dengan lampu sein yang juga menganut teknologi yang sama. 

Sekilas dimensinya tampak imut. Namun besar jika diperhatikan, ternyata cukup panjang. Mungkin karena skutik ini tidak tinggi. Hal ini patut diapresiasi, jok Django juga rendah. Sehingga dipastikan pemilik postur tinggi badan 160 cm dapat menapakan kaki dengan sempurna. Apalagi posisi duduk yang rendah itu didukung dengan penggunaan setang yang lebar dan cukup dekat dengan pengendara. Alhasil, skuter retro ini asyik sekali untuk dikendarai.

Baca Juga : Rossi : Saya Menyesal Gagal Juara di Amerika 

Sayang, kesenangan itu hanya tidak didukung dari tombol-tombol yang kurang ergonomis. Meski desain klasiknya keren, jaraknya relatif jauh dijangkau dengan jari. Kesan klasik juga terlihat dari layar panel instrumen. Desainnya bundar, memadukan informasi kecepatan analog dengan layar LCD.

Pada LCD positif dengan background biru itu terdapat informasi yang cukup lengkap. Sebut saja odometer, fuelmeter, dan trip meter. Nah, buat Django 2019, ada beberapa perubahan, kini indikator ABS pada sistem pengeremmannya. Indikator pengisian juga pindah ke bagian bawah, kalau sebelumnya di LCD.

Beralih ke mesin, kini skuter asal Perancis ini sudah memenuhi standar emisi Euro 4, Alhasil mesin 150 cc ini kian minim polusi. Tarikan tenaga memang terasa kurang agresif, namun penyaluran tenaga dari mesin SOHC bertenaga 11,1 dk ini mengalir sangat halus ke roda belakang.

Hasilnya, kami mencatat skuter ini mampu berakselerasi 0-60 km/h dalam waktu 6,3 detik. Lalu akselerasi menengah 0-80 km/h dalam 11,8 detik. Sayangnya, kami mencatat top speed motor ini hanya 94 km/h dengan Racelogic Performance Box.

Tenaga halus itu memang pas buat skutik perkotaan seperti ini. Semakin pas dengan perpaduan suspensi teleskopik di depan dan monoshock di belakang, memberikan bantingan yang terasa lembut, namun minim gejala limbung. Apalagi keempukan suspensi itu dipadu dengan pelek 12 inci yang dibalut ban dengan profil yang cukup tebal di depan maupun belakang.

Baca Juga : Benelli TRK502 Disinyalir Siap Masuk Indonesia, Inilah Profilnya

Tak hanya itu, rem yang sudah dipasangkan teknlogi ABS ini membuat pengendara kian aman. Remnya terasa mumpuni untuk menghentikan skuter yang memiliki bobot 129 kg ini. Sedikit berbeda dari yang lama, Django Sport dibekali rem SBC (Synchronized Braking Concept).

Overall, skutik ini patut dilirik. Semua kelebihannya memberikan kesenangan berkendara tersendiri bagi penyuka skuter klasik. Memang tarikan mesin yang kurang jambak, tapi konsumsi bbm cukup hemat, kami mencatat dengan penggunaan dalam kota, skutik ini memiliki konsumsi 38 km/liter.

 

Data Spesifikasi Peugeot Django S 2019

Panjang : 1.925 mm
Lebar : 710 mm

Tinggi : 1190 mm
Wheelbase : 1.350 mm
Berat : 129 kg
Kapasitas Tangki : 8,5 liter

Mesin : SOHC EasyMotion 150, 4-Tak, 150 cc, 1 Silinder, 3 katup.
Tenaga Maksimum : 11,1 dk/8.000 rpm
Torsi Maksimum : 11,2 Nm/6.000 rpm

Perbandingan Kompresi : 10,4:1
Sistem Pendingin : Udara
Transmisi : CVT
Emisi : Euro 4

Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Monoshock
Rem Depan : Cakram 200 mm ABS
Rem Belakang : Cakram 190 mm ABS
Ban Depan : Tubeless 120/70 R12
Ban Belakang : Tubeless 120/70 R 12

Hasil Tes
Akselerasi 
0-60 km/jam    6,3 detik
0-80 km/jam    11,8 detik

Konsumsi BBM    38 km/liter

 

 

 

 

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Berita| 7 jam yang lalu

Bakal Hadir di IIMS 2026, Begini Uniknya Moge Benda LFC700

Salah satu model yang akan diboyong adalah Benda LFC 700, motor berkapasitas besar dengan tampilan bobber yang unik.

Motor Listrik| 9 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Berita| 12 jam yang lalu

Morbidelli T502X Siap Debut di IIMS 2026, Calon Penantang Honda CB500X

Morbidelli T502X mengombinasikan desain khas Italia dengan kemampuan bertualang fungsional. Motor ini disebut jadi penantang CFMoto 450 MT dan Honda CB500X.

Berita| 14 jam yang lalu

Teaser Sudah Dirilis, Royal Enfield Bear 650 Dipastikan Meluncur di IIMS 2026

Selain diumumkan di pra event IIMS 2026, kepastian kehadiran Bear 650 di Indonesia juga diperkuat melalui unggahan teaser di akun Instagram resmi Royal Enfield.

Berita| 15 jam yang lalu

Italjet R200 Siap Meluncur di IIMS 2026, Jadi Skutik Entry Level Baru

Italjet R200 digadang-gadang menjadi penerus dari Italjet Speedster 200 yang telah lebih dulu meluncur di Indonesia pada tahun lalu.

Beranda Trending Motor Listrik