Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Jangan Asal Isi! Tekanan Angin Ban Soft Compound Berbeda

Dipublikasikan : Jumat, 14 Oktober 2022 11:10
Penulis : Ruslan Abdul Gani

Namun, pada saat menggunakan ban soft compound untuk harian harus perhatikan bebarapa hal agar ban tidak cepat rusak.

Ban jenis soft compound umumnya sering digunakan untuk lintasan balap. Namun, kini sedang marak untuk dipakai berkendara harian. Ban jenis tersebut memang punya beberapa kelebihan, salah satunya daya cengkeram ke aspal terasa lebih baik dibanding ban jenis compound lain.

Namun, pada saat menggunakan ban soft compound untuk harian harus perhatikan bebarapa hal agar ban tidak cepat rusak. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan yaitu tekanan anginnya.

   Baca Juga: Efek Ubah Derajat Kemiringan Pulley Depan, Bikin Akselerasi Naik?

"Pada saat pakai ban soft compound buat harian sebaiknya perhatikan selalu tekanan anginnya sesuai dengan standarnya," ujar Abdul Malik, Service Advisor Rumah Ban Motor saat disambangi OtoRider di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Malik menjelaskan ban soft compound butuh tekanan angin yang lebih rendah dari jenis compound lain. "Semakin lunak compound ban, maka tekanan angin yang ada di dalam lebih cepat panas. Jadi, tekanan angin ban soft compound saat kondisi sudah panas akibat gesekan dengan aspal bisa lebih tinggi dari kondisi masih dingin atau sebelum digunakan," jelas Malik.

   Baca Juga: Jangan Salah! Begini Posisi Tangan yang Benar saat Bawa Motor

"Ukuran tekanan anginnya lebih rendah dibanding compound lain. Misal, ban medium compound pakai 28 psi depan dan belakang 30 psi, kalau soft compound bisa pakai 24 psi depan dan belakang 28 psi. Jika lebih lunak bahannya, maka lebih rendah lagi," terangnya.

Nah, jadi tidak boleh sembarangan dalam menentukan tekanan angin ban jenis soft compound. Sebaiknya, tanyakan dulu kepada penjual agar tidak salah.

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Sport| 2 jam yang lalu

Sempat Tercepat Namun Quartararo Cidera dan Yamaha Tunda Tes

Yamaha tidak turun di hari kedua Tes MotoGP Sepang karena kendala teknis di hari Selasa.

Sport| 2 jam yang lalu

Ducati Luncurkan Corak Baru Tim WorldSBK 2026

Tim Ducati secara resmi telah memperkenalkan corak baru dan susunan pembalap mereka menjelang musim Kejuaraan Dunia Superbike MOTUL FIM 2026.

Berita| 3 jam yang lalu

Update Harga Honda Scoopy Februari 2026, Mulai Rp 22,8 Jutaan

Simak harga Honda Scoopy terbaru Februari 2026. Skutik retro modern ini hadir dengan mesin 110 cc eSP irit dan pilihan varian terbaru.

Berita| 18 jam yang lalu

Bakal Hadir di IIMS 2026, Begini Uniknya Moge Benda LFC700

Salah satu model yang akan diboyong adalah Benda LFC 700, motor berkapasitas besar dengan tampilan bobber yang unik.

Motor Listrik| 20 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Beranda Trending Motor Listrik