Alami Lonjakan Tenaga, Apa yang Diubah pada Honda CBR250RR SP QS?

Alami Lonjakan Tenaga, Apa yang Diubah pada Honda CBR250RR SP QS?

Varian terbaru dari motor sport full fairing CBR250RR telah resmi dihadirkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dengan penambahan nama SP Quick Shifter (SP QS). Motor ini pun mengalami lonjakan tenaga menjadi 41 PS. Selain itu, rasio kompresinya kini 12,1: 1.

Nah, apa yang menyebabkan motor ini mengalami lonjakan tenaga? Endro Sutarno selaku Technical Service Division AHM pun memberikan penjelasannya. Menurutnya, ada beberapa komponen pada motor yang mendapatkan ubahan.

   Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Honda CT125, Motor Bebek Ikonik Penjelajah Alam

"Di bagian silinder, bagian bawahnya itu dia dicoak. Sehingga pada saat tekanan langkah power, itu tahanan yang ada di bawah piston akan terbuang ke samping. Sehingga power-nya lebih ringan," ujar Endro saat ditemui OtoRider di Cikarang (19/8).

Honda CBR250RR SP Quick Shifter Garuda x Samurai

Endro menambahkan, komponen batang piston juga mengalami perubahan. Saat ini, komponen tersebut tidak lagi memakai mur. Sehingga otomatis beratnya juga berkurang.

"Kemudian crankshaft-nya pun bahannya berubah. Karena keterkaitan dengan power yang berlebih, sehingga part pendukungnya juga harus mendukung kekuatannya. Oleh sebab itu, pin pistonnya juga ketebalannya dibuat lebih tebal dibanding yang sebelumnya. Balancer-nya juga di-reduce. Diameter bearingnya juga berubah," jelas Endro.

Honda CBR250RR SP Quick Shifter Garuda x Samurai

Untuk mendukung peningkatan tenaga, lanjut Endro, ubahan dilakukan tak hanya pada sektor mesin saja. Sistem bahan bakar pun turut mendapatkan ubahan. "Sistem bahan bakar yang diubah itu di saringan udara. Kemudian di bagian leher angsanya, itu di bikin alur venturi. Tujuannya supaya udara yang masuk cepat masuk ke dalam," katanya.

   Baca Juga: Honda Perkenalkan Fasilitas Pusat Pelatihan Berkendara

Selanjutnya, sentuhan ubahan juga dilakukan pada komponen ECM atau Engine Control Module. Selain itu, bagian suspensi juga tak luput dari ubahan.

"Bagian frame-nya itu ada perubahan, yaitu di bagian suspensi depan dan belakang. Suspensi keduanya dibuat lebih keras 10 persen. Tujuannya kalau yang di depan untuk power stopping. Kemudian posisi suspensi depan lebih nongol 5 mm. Tujuannya supaya riding position-nya masih sama seperti yang dulu. Memang shock-nya lebih panjang," ungkap Endro.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id