Sejarah Panjang Skuter Vespa Di Dunia, Anda Memulai Di Era Mana? (Bagian 2: 1992-2021)

Sejarah Panjang Skuter Vespa Di Dunia, Anda Memulai Di Era Mana? (Bagian 2: 1992-2021)

2021 menandai tahun ke-75 kehadiran Vespa di dunia. Perjalanan panjang tersebut menghasilkan beragam cerita dan keunikan di balik kelahiran produk-produk Vespa. Setelah melewati era 40 hingga 80-an, bagaimana kelanjutan petualangan Vespa di masa 1990 hingga 2000-an?

Pada artikel bagian satu sebelumnya, era 80-an ditutup dengan kehadiran Vespa PK 125 Automatica yang merupakan Vespa pertama dengan transmisi otomatis. Kemudian pada 1988, penjualan Vespa mencapai 10 juta unit. Nah, seperti apa Vespa melanjutkan perjalanan di era 90-an sampai sekarang?

   Baca Juga: Bedah Fitur Busi Motor Terbaru NGK MotoDX, Apa Keunggulannya?

Pada 1992, Giorgio Bettinelli, seorang penulis dan jurnalis meninggalkan Roma dengan Vespa dan tiba di Saigon pada Maret. Setahun setelahnya, ia melanjutkan untuk mencapai beberapa prestasi lainnya, seperti pada 1994-1995, dia menempuh 36.000 km dari Alaska ke Tierra del Fuego.

Vespa Sei Giorni

Kemudian pada 1995-1996 ia melakukan perjalanan dari Melbourne ke Cape Town, lebih dari 52.000 km dalam waktu 12 bulan. Selang setahun, ia mulai dari Chili, mencapai Tasmania setelah tiga tahun delapan bulan, menempuh 144.000 km dengan Vespa-nya dan melintasi 90 negara melewati Amerika, Siberia, Eropa, Afrika, Asia, dan Oseania. Secara keseluruhan, Bettinelli telah menempuh jarak 250.000 km menggunakan Vespa.

Masih di masa 1996, generasi baru Vespa lahir dengan model ET4 125 cc. Untuk pertama kalinya, Vespa mengadopsi mesin 4-Tak dan transmisi otomatis. Di tahun yang sama, produk Vespa terjual melebihi 15 juta unit. Tak berselang lama, pada 1997 Vespa ET2 bermesin 50 cc diluncurkan. Era 90-an, tepatnya 1998 ditutup dengan perubahan model dan rem cakram depan untuk Vespa PX, model skuter yang paling banyak terjual di dunia hingga lebih dari dua juta unit sejak diluncurkan.

Vespa 946 Giorgio Armani

Memasuki 2000, Vespa kembali ke pasar Amerika. Tiga tahun setelahnya ditandai dengan lahirnya kembali Vespone, Vespa GT 125, dan Vespa GT 200. Selanjutnya pada 2005, Vespa LX menandai comeback-nya lini Vespa paling klasik. Setahun kemudian, Vespa merayakan 60 tahun dengan seri spesial Vespa 60° yang menghadirkan tren warna dan gaya Vespa terdahulu.

Pada 2008, Vespa 300 GTS Super adalah model dengan performa tertinggi dan paling sporty dalam sejarah. Selanjutnya di 2011, Vespa 946 merupakan model yang sangat eksklusif didedikasikan untuk kesempurnaan estetika dan teknologi, mengingatkan pada tahun kelahiran skuter yang melambangkan keanggunan Italia, 1946.

vespa elettrica

Vespa Primavera kemudian juga kembali pada 2013, diproduksi dalam ukuran kapasitas mesin 50, 125, dan 150 cc, memperbarui Vespino yang legendaris. Memasuki era kendaraan bertenaga listrik, Vespa Elettrica lahir pada 2018, menjadikannya sebuah karya seni modern dengan teknologi, ditakdirkan untuk mengubah segmen mobilitas. Sepenuhnya senyap saat berkendara dan mudah dikendarai, serta diproduksi seluruhnya di Pontedera.

   Baca Juga: Jadwal MotoGP Jerez 2021: Akankah Rossi Mengulang Kenangan Indahnya?

Vespa mengklaim, hal tersebut mewakili jiwa revolusioner dan kontemporer dari sebuah brand yang selalu terdepan. Secara konsisten menjadi yang paling termutakhir, namun tetap setia pada nilai-nilainya dalam hal gaya dan teknologi.

Vespa Primavera dan GTS 75 Tahun

Perjalanan panjang Vespa kini memasuki usia 75 tahun pada 2021. Produksi Vespa mencapai 19 juta unit dan dirayakan melalui kehadiran Vespa seri 75 tahun spesial yang membalut desain keluarga GTS serta Primavera dengan keanggunan baru. Kira-kira kapan Vespa edisi 75 tahun ini tiba di Indonesia? Menarik untuk ditunggu.

Simak juga cerita bagian pertama dari perjalanan panjang Vespa di dunia di artikel berjudul: Masuki Usia Ke-75 Tahun, Intip Perjalanan Sejarah Vespa Di Dunia (Bagian 1: 1946-1984)

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id