Yamaha India Agresif di Segmen Motor Listrik, Bagaimana Indonesia?
Yamaha EC-06 menjadi salah satu produk terbaru yang sudah resmi dipasarkan di India sebagai skuter listrik harga terjangkau. Bakal masuk sini?

OTORIDER - Yamaha tengah agresif mengembangkan lini motor listrik di pasar India dengan meluncurkan sejumlah model baru, mulai dari skuter entry-level EC-06 hingga varian sport bergaya MAXI, Aerox-E.
Hal ini disebabkan pasar motor listrik yang makin berkembang di India, termasuk persaingan dengan brand lokal mereka seperti TVS dan Hero.
Yamaha EC-06 menjadi salah satu produk terbaru yang sudah resmi dipasarkan di India sebagai skuter listrik harga terjangkau.
Model yang mirip Yamaha X-Ride ini diposisikan sebagai kendaraan ramah lingkungan untuk mobilitas harian dengan efisiensi tinggi.
Secara teknis, motor tersebut dibekali tenaga sekitar 6,7 kW dan jarak tempuh hingga sekitar 169 km dalam sekali pengisian baterai, menjadikannya salah satu opsi praktis di segmen entry-level.
Selain EC-06, Yamaha juga telah memperkenalkan Aerox-E di India, yakni versi listrik dari skuter sporty Aerox generasi terbaru dengan desain yang masih mempertahankan tampilan model bensinnya.
Belum Akan Berpengaruh ke Strategi di Indonesia
Sayangnya, peluang kehadirannya di Indonesia masih belum pasti karena faktor regulasi dan strategi pasar.

Sebab meski pasar India sudah lebih dulu mendapatkan lini kendaraan listrik Yamaha, perusahaan mengakui Indonesia belum menjadi prioritas peluncuran model tersebut.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan, “Kami masih belum tahu karena itu bukan produk Yamaha Indonesia, kita belum tahu kan itu masuk regulasi kita atau nggak.”
Rifki juga menilai perkembangan kendaraan listrik di tiap negara dipengaruhi kebijakan pemerintah. Ia mencontohkan standar emisi di India yang dinilai mendorong transisi lebih cepat dibanding pasar lain.
Soal kemungkinan Indonesia menjadi basis produksi motor listrik Yamaha di Asia, pihaknya masih berhati-hati. “Kalau jadi hub, saya belum bisa jawab… kalau untuk bisnis, kita masih wait and see,” ujarnya.
Saat ini, Yamaha menyebut pasar domestik masih didominasi model bermesin bensin (ICE), sehingga strategi elektrifikasi akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan regulasi.
Namun perusahaan menegaskan siap beradaptasi jika peluang produksi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terbuka. (*)
Yamaha India Agresif di Segmen Motor Listrik, Bagaimana Indonesia?
Murah di IIMS 2026, Aki Lithium DC Battery Klaim Lebih Awet hingga 5 Tahun
Deretan Motor-Motor yang Baru Dirilis di IIMS 2026 

_2025_2025_hwky.webp)







