Jorge Lorenzo Tak Suka Lawan Rider Agresif

Jorge Lorenzo Tak Suka Lawan Rider Agresif

Tak ada yang salah dengan gaya balap 'butter & hammer' dari juara MotoGP 2015, Jorge Lorenzo. Dengan gaya balap yang halus dan konsisten, Lorenzo mampu menjadi juara tiga kali di MotoGP 2016, yakni di Qatar, Perancis dan Italia. Gaya balap tersebut membuat Lorenzo seolah tak tersentuh saat memimpin balap

Hal itulah yang membuat rider bernomor 99 tersebut enggan untuk berhadapan dengan rider agresif. Seperti ditunjukan saat jumpa pers pasca MotoGP San Marino akhir pekan lalu. Di mana Lorenzo mengritik manuver Rossi yang dianggapnya terlalu agresif.

"Opini saya mengenai overtaking tersebut mungkin sangat agresif, sebetulnya dia (Rossi) tak perlu melakukan overtaking seperti itu, tapi kamu pasti tahu gayanya. Rider lain melakukan overtake lebih bersih," ucap pembalap asal Spanyol tersebut.

Tentu saja Rossi tak setuju akan hal itu dan menyuruh Lorenzo menonton televisi untuk melihat aksi overtake nya.

Selain clash dengan Rossi, tahun ini Lorenzo juga berselisih dengan Andrea Iannone mengenai kecelakaan yang melibatkan keduanya di MotoGP Catalunya. Iannone yang dianggap menabrak Lorenzo langsung mendapat hukuman start terakhir di MotoGP Assen, Belanda.

Iannone sendiri tak mau disalahkan karena sudah pada posisi pengereman dan menikung yang benar. Dirinya malah menyalahkan Lorenzo yang dianggap terlalu pelan di depan.

Namun lebih jauh, sejak tahun 2011 silam Lorenzo sudah menyatakan ketidaksukaanya pada rider agresif lain, yakni mendiang Marco Simoncelli. Lorenzo sudah terlibat adu mulut di sesi kualifikasi MotoGP Estoril, Portugal dan disusul dengan insiden yang melibatkan keduanya di MotoGP Assen, Belanda. (otorider.com)

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 

CarReview.id