Amankah Menggunakan Interkom Selama Berkendara atau Touring?

Amankah Menggunakan Interkom Selama Berkendara atau Touring?

 

Interkom kini menjadi tren untuk digunakan para pengguna sepeda motor di Indonesia. Alat yang satu ini memang memudahkan komunikasi antara satu pengendara dan pengendara lain saat melakukan group touring. Lantas bagaimana penggunaan alat ini dari kacamana seorang instruktur safety riding?

Jusri Pulubuhu selaku Founder & Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Cunsultant mengatakan interkom aman digunakan asalkan tidak berlebih. Artinya alat ini hanya digunakan untuk komunikasi satu arah dalam sebuah group touring atau group riding. Jusri pun menghimbau alat ini hanya digunakan sebagai direksi ketika berkendara secara berkelompok.

"Pada dasarnya asalkan tidak berlebih, tidak masalah sebenarnya ya. Kebetulan interkom sendiri tidak ada distraksi yang lain kecuali audio saja, sehingga tidak ada distraksi visual. Kalau dibandingkan dengan alat lain seperti handphone atau GPS yang ditakutkan adalah konten daripada komunikasi yang ada," ujar Jusri saat dihubungi OtoRider, Rabu (26/5).

Sena 20S

 

Menurut Jusri yang berbahaya saat menggunakan interkom adalah adanya komunikasi dua arah secara berlebih. Mengingat interkom dapat digunakan secara dua arah, sehingga memungkinkan penggunanya untuk membicarakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan berkendara. Menurutnya jika terdapat komunikasi dua arah yang berlebih maka dapat mengganggu keamanan.

   Baca Juga: Tren Modifikasi Livery Pertamina Mandalika SAG Racing Team

"Berlebihnya gimana? Komunikasi yang terjadi di interkom keluar dari subjek yang seharusnya. Seharusnya ngomongin direksi atau arah perjalanan, tapi ini malah nanya masalah seperti 'semalem kemana?','jam berapa tidur?'. Nah kalau sudah terjadi komunikasi seperti tidak bagaimana mestinya, ini akan mengganggu atau memicu masalah. Itu yang dilarang," ungkap Jusri.

LA 32 Riders touring

 

Jusri menuturkan hal tersebut dilarang karena akan mendistraksi konsentrasi pengemudi. Ketika konsentrasi turun, maka akan menurunkan kemampuan persepsi. Jika kemampuan persepsi turun, maka kemampuan motorik akan ikut turun yang berdampak pada margin keselamatan.

   Baca Juga: Modifikasi Ekstrim Bajaj Pulsar 220 Jadi Suzuki Hayabusa

"Ada tiga hal yang turun, kemampuan persepsi turun, kemampuan motorik turun, margin keselamatan turun. Jadi boleh digunakan, tetapi tidak dipergunakan sebagaimana alat komunikasi yang lain. Karena alat ini berfungsi seharusnya satu arah, seperti GPS yang disetting dengan suara," pungkasnya.

 

 
 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id