Cara Memprediksi Bahaya Ketika Berkendara Sepeda Motor

Cara Memprediksi Bahaya Ketika Berkendara Sepeda Motor

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang kerap dijadikan pilihan masyarakat Indonesia. Mengingat sepeda motor memiliki kemudahan untuk digunakan, lebih irit bahan bakar, serta cepat sampai tujuan. Namun terdapat bahaya-bahaya yang mengintai para pengendara sepeda motor.

"Berkendara motor di jalan raya pasti akan secara langsung berinteraksi dengan beragam faktor lingkungan. Seperti pengguna jalan lain, jalanan rusak, berpasir, hujan lebat, dan lainnya," ujar Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora dalam keterangan tertulis.

   Baca Juga: Posisi Jok Tinggi, Berikut Cara Mudah Naik Motor Trail

Agar tidak terjadi kecelakaan, pengendara dapat memprediksi bahaya-bahaya tersebut. Maka dari itu, memprediksi bahaya saat berkendara wajib dikenali. Setidaknya terdapat beberapa potensi bahaya yang perlu diketahui dan pahami.

Ilustrasi Touring Berkenlompok

Potensi Bahaya dari Manusia

Terdapat beberapa potensi bahaya dari faktor manusia, mulai dari kurang memahami teknik dasar berkendara yang aman. Dalam hal etika, sesama pengendara harus saling menghargai dan wajib mengetahui peraturan lalu lintas di jalan raya.

   Baca Juga: Trabasan Pakai Motor Trail, Jangan Berhenti di Gigi Netral!

“Sebelum kita mengendarai sepeda motor, kita wajib tahu dan mengerti teknik dasar berkendara sepeda motor, etika berkendara, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas,”
ujar Ludhy.

Pejalan Kaki

Pejalan kaki menjadi bagian paling rentan untuk menjadi korban, karena pejalan kaki tidak terlindungi oleh apapun. Namun pejalan kaki juga bisa menjadi penyebab timbulnya kecelakaan di jalan raya. Seperti menyebrang tidak pada tempatnya atau berjalan di badan jalan, bukan di trotoar.

Honda ADV150 touring Bali

Penumpang Sepeda Motor

Penumpang yang belum memahami postur pembonceng juga akan menjadi potensi bahaya. Penumpang dapat mengganggu kestabilan dan keseimbangan motor, bahkan motor menjadi berat dan tidak nyaman dikendarai. "Penumpang harus berpandangan fokus ke depan, tangan berpegangan ke pengemudi, lutut mengeput agar tidak terserempet, dan kaki tegak menginjak footstep," pungkas Ludhy.

Hewan

Hewan ternak dan liar juga bisa menjadi potensi bahaya yang harus diwaspadai setiap pengendara motor. Bahkan beberapa daerah di Indonesia hewan-hewan ternak bisa bebas berkeliaran melintas di jalan raya. Selain itu, serangga juga dapat mengganggu konsentrasi pengendara motor.

   Baca Juga: Mengenal Motor Sport Fairing 125 cc, Lexmoto LXR dan LXR SE

Potensi Bahaya Tidak Bergerak

Benda-benda atau objek yang tidak bergerak di sekitar pengendara juga dapat menjadi potensi bahaya. Hal tersebut dikarenakan pengendara tidak dapat melihat dengan jelas benda ini ketika berkendara. Di antaranya adalah jalan berlubang, jalan tidak rata, portal, tiang listrik, pohon, polisi tidur, dan kendaraan parkir.

Potensi Bahaya Alam

Potensi bahaya alam merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi oleh pengendara ataupun pengguna jalan lainnya. Seperti beberapa kejadian bencana alam yang tidak dapat diprediksi di Indonesia. Seperti angin puting beliung, curah hujan tinggi, tanah longsor, gempa bumi, hingga tsunami.

Komunitas Honda ADV dan PCX

Angin Kencang

"Angin kencang sangat berpengaruh pada kestabilan dan keseimbangan pengendara dan sepeda motornya. Terutama bagi pengendara yang menggunakan motor bebek dan matic. Motor kecil dapat dengan mudah keluar jalur atau oleng saat terjadi angin kencang," pungkasnya.

Jalanan Berkabut

Saat berkendara sepeda motor di daerah pegunungan, tidak jarang ditemui udara berkabut. Kabut tipis masih dapat diatasi dengan lampu jauh atau dim, namun tidak untuk kabut tebal. Sehingga sangat berbahaya dan pengendara harus berhati-hati jika memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id