Cara Merawat untuk Memperpanjang Usia Pakai Shockbreaker Motor

Cara Merawat untuk Memperpanjang Usia Pakai Shockbreaker Motor

 

Shockbreaker atau suspensi merupakan salah satu komponen penting yang ada pada motor. Part ini memiliki fungsi meredam getaran saat melewati jalan berbatu, jalan tidak rata atau rusak, hingga tanjakan. Selain itu, juga berguna untuk untuk memberikan kenyamanan dan kestabilan saat berkendara dalam segala kondisi, baik jalan pelan, cepat, bahkan ketika bermanuver.

Agar shockbreaker tetap awet, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik motor. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Ade Rohman selaku Sub Departement Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora. Menurutnya, ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan shockbreaker bermasalah, antara lain seperti sering melintasi jalan rusak atau membawa beban secara berlebihan.

   Baca Juga: Jika Marquez Pakai Motor Aprilia, Aleix Espargaro: Tidak Akan Ada Di Depan Saya

Nah, agar shockbreaker motor tetap awet, apa saja yang bisa dilakukan oleh pengendara? Berikut beberapa tips sederhana untuk merawat shockbreaker supaya tetap dalam kondisi prima dan nyaman digunakan.

1.  Rutin Dibersihkan

Kotoran yang menempel pada area kerja shockbreaker bisa membuat seal atau karet dan piston shockbreaker rusak. Kerusakan pada bagian ini bisa menyebabkan oli suspensi bocor. Dampak yang ditimbulkan akibat kebocoran ini akan mengurangi tingkat kenyamanan berkendara dan berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan.

"Untuk beberapa model shockbreaker sudah dilengkapi dengan Inner Cover, sehingga bisa mengurangi potensi kerusakan pada bagian seal dan piston shockbreaker," kata Ade.

Honda Rebel 2020

2.  Kurangi Kecepatan di Permukaan Jalan Tidak Rata

"Disarankan untuk mengurangi kecepatan sepeda motor saat melintasi jalan yang tidak rata dan hindari jalan berlubang. Jika memang terpaksa harus melintasi jalan tersebut, berkendaralah dengan kecepatan rendah atau pelan," ujar Ade.

Melintasi jalan tidak rata atau rusak dalam kecepatan tinggi, lanjut Ade, akan membuat beban kerja shockbreaker semakin berat dan menjadikannya cepat rusak.

3. Hindari Penggunaan Aksesoris Tak Resmi

Penggunaan aksesoris yang tak seharusnya dapat berdampak buruk bagi shockbreaker, seperti pemasangan adaptor atau peninggi. "Penambahan aksesoris tersebut akan berdampak pada fungsi collar yang tidak bekerja maksimal. Selain itu, shockbreaker akan mudah rusak dan membahayakan pengendara karena menimbulkan kecelakaan," jelasnya.

Bagian-bagian shockbreaker Ohlins

4. Hindari Membawa Beban Berlebih

Jangan paksakan motor membawa beban melebihi kapasitas yang dianjurkan pabrikan. Hal tersebut dikarenakan berpotensi membuat shockbreaker bekerja melebihi kapasitasnya.

Jika hal ini sering terjadi, bisa dipastikan komponen shockbreaker bakal cepat aus, sehingga kinerjanya akan menurun. Kemungkinan terparahnya adalah rod comp menjadi bengkok. Kalau itu terjadi, motor tidak akan nyaman dikendarai.

   Baca Juga: Catat Lokasinya! Servis Motor Yamaha Bisa Dapatkan Sembako Gratis

All New Honda CBR150R

5. Lakukan Penggantian Oli Secara Rutin

Ade menghimbau, jangan terpaku oleh tampilan shockbreaker yang terlihat bersih dan mulus. Karena di dalam shockbreaker terdapat oli yang berfungsi menyerap getaran kerja shockbreaker. Seiring usia pakai motor, volume dan kualitas oli shockbreaker akan berkurang dan membuat kinerjanya menjadi tidak maksimal.

"Karena itu, lakukan penggantian oli setidaknya setiap 20.000 km atau setiap 2 tahun sekali tergantung mana yang tercapai terlebih dahulu. Perlu diperhatikan, lakukan penggantian oli pada shockbreaker sesuai aturannya agar hasil dan kinerjanya seimbang," ucap Ade.

 
 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id