BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat, Ini Jas Hujan yang Aman untuk Biker
BMKG mengingatkan potensi hujan intensitas tinggi. Simak alasan jas hujan setelan dinilai lebih aman bagi pengendara motor saat musim hujan.

OTORIDER - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026. Berdasarkan analisis terbaru dinamika atmosfer, hujan dengan intensitas tinggi diprakirakan melanda wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
BMKG mencatat adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia yang berpotensi memicu cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada tanpa perlu panik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dengan kesiapsiagaan dan pemantauan informasi resmi dari BMKG, risiko bencana dapat diminimalkan,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Faisal, dalam keterangan resminya, Selasa (20/1).
Hujan Lebat, Pengendara Motor Diminta Lebih Waspada
Kondisi cuaca hujan tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat secara umum, tetapi juga meningkatkan risiko bagi pengendara sepeda motor. Visibilitas yang menurun serta jalan licin menjadi faktor utama penyebab kecelakaan saat musim hujan.
Salah satu aspek keselamatan yang kerap diabaikan adalah pemilihan jas hujan. Di pasaran, tersedia beragam jenis jas hujan, mulai dari model ponco, setelan (jaket dan celana), hingga jas hujan sekali pakai. Namun, dari sisi keselamatan berkendara, tidak semua jenis jas hujan direkomendasikan.
“Jangan asal memilih jas hujan. Yang terpenting adalah aman, menutupi tubuh dengan baik, dan tidak mengganggu ruang gerak pengendara. Jas hujan model setelan lebih direkomendasikan, sedangkan jas hujan ponco tidak diperbolehkan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
Alasan Jas Hujan Setelan Lebih Aman Digunakan
Para pakar keselamatan berkendara sepakat bahwa jas hujan setelan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan model ponco, khususnya bagi pengguna sepeda motor.
Pertama, dari sisi desain, jas hujan setelan terdiri dari dua bagian, yakni jaket dan celana, yang memberikan perlindungan menyeluruh dari bagian atas hingga bawah tubuh. Desain ini membantu mencegah air masuk dari bawah, berbeda dengan ponco yang terbuka dan mudah menimbulkan cipratan air ke kaki.
Kedua, banyak jas hujan setelan modern telah dilengkapi dengan garis reflektif atau scotlight. Fitur ini berperan penting dalam meningkatkan visibilitas pengendara, terutama saat hujan deras, kondisi gelap, atau berkendara di malam hari.
Ketiga, jas hujan setelan memberikan keleluasaan bergerak karena mengikuti kontur tubuh. Hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan kontrol motor, terutama saat melakukan manuver di jalan basah.
Sebaliknya, jas hujan ponco dinilai memiliki risiko tinggi karena bentuknya yang menyerupai jubah dan cenderung longgar. Bagian belakang ponco yang menjuntai dapat tersangkut di roda atau rantai motor, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Model ponco memang praktis dan mudah digunakan, tetapi sangat berbahaya jika dipakai saat mengendarai motor. Sudah banyak kasus kecelakaan akibat jas hujan jenis ini,” tegas Agus.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di akhir Januari, pengendara motor diimbau untuk tidak hanya memperhatikan kondisi jalan, tetapi juga memastikan perlengkapan berkendara yang digunakan benar-benar mendukung keselamatan. (*)










