Saklar Motor Bermasalah Bisa Picu Risiko Kecelakaan, Ini Penyebabnya
Gangguan saklar motor sering dianggap sepele. Padahal, komponen ini berperan penting dalam keselamatan berkendara. Simak penyebab dan cara mencegahnya.

OTORIDER - Gangguan pada saklar motor kerap dianggap masalah sepele oleh banyak pengendara. Padahal, komponen kecil ini memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan dan kenyamanan berkendara. Jika dibiarkan, saklar motor yang bermasalah bisa memicu gangguan kelistrikan hingga risiko kecelakaan di jalan.
Saklar motor sendiri berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus listrik ke berbagai sistem penting, mulai dari lampu, klakson, sein, starter, hingga engine cut-off. Karena letaknya berada di area setang, saklar sangat rentan terhadap debu, air, dan kotoran, terutama pada motor yang sering digunakan harian atau melewati kondisi cuaca ekstrem.
Penyebab Umum Saklar Motor Mati atau Tidak Berfungsi
Untuk menghindari masalah serius di jalan, pengendara perlu memahami sejumlah penyebab umum yang dapat membuat saklar motor bermasalah.
1. Saklar Kotor dan Berdebu
Debu jalanan, pasir halus, serta sisa air hujan dapat masuk ke celah saklar dan menempel pada kontak listrik di dalamnya. Gejala awal biasanya ditandai dengan tombol yang terasa lebih keras atau kurang responsif saat ditekan. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran ini dapat menghambat aliran listrik dan menyebabkan saklar tidak berfungsi maksimal.
2. Komponen Internal Mengalami Keausan
Penggunaan sepeda motor secara rutin dalam jangka panjang dapat menyebabkan komponen internal saklar, seperti pegas, plat kontak, maupun bagian plastik kecil, mengalami penurunan kualitas. Keausan ini membuat saklar kehilangan sensitivitas dan daya hantar listriknya.

3. Kontak Saklar Berkarat
Paparan air berlebih menjadi faktor utama terjadinya korosi. Motor yang sering digunakan saat hujan atau disimpan di area lembap memiliki risiko lebih besar mengalami karat pada kontak saklar. Korosi tersebut menghambat aliran arus listrik, sehingga saklar terlihat normal dari luar, tetapi tidak memberikan respons saat digunakan.
4. Masalah pada Kabel Kelistrikan
Gangguan fungsi saklar tidak selalu bersumber dari unit saklar itu sendiri. Kabel kelistrikan yang putus, longgar, atau mengalami korsleting juga dapat menyebabkan saklar tidak bekerja, meskipun kondisinya masih baik.
5. Modifikasi Kelistrikan Tidak Sesuai Standar
Penggunaan saklar aftermarket atau modifikasi kelistrikan tanpa perhitungan yang tepat dapat membuat tegangan listrik menjadi tidak stabil. Kondisi ini berisiko mempercepat kerusakan saklar dan berdampak pada komponen kelistrikan lainnya. Konsumen pun disarankan untuk lebih berhati-hati saat melakukan modifikasi.
Pentingnya Pemeriksaan Berkala
Melihat perannya yang vital, pemeriksaan saklar motor secara berkala menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Gangguan kecil pada saklar dapat berujung pada risiko besar di jalan jika tidak segera ditangani.
“Saklar motor memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan berkendara. Gangguan kecil pada saklar dapat berdampak besar di jalan. Karena itu, kami mengimbau konsumen untuk rutin melakukan pemeriksaan di bengkel resmi AHASS agar kondisi saklar dan sistem kelistrikan tetap terjaga sesuai standar,” ujar Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.
Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan rutin, saklar motor dapat berfungsi optimal, sehingga keselamatan dan kenyamanan berkendara tetap terjaga dalam berbagai kondisi. (*)










