Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
Disclaimer Hubungi Kami Info Iklan Karir Peraturan Media Siber Redaksi Tentang Otorider
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2024. Otorider.com. All rights reserved.

Tips Rawat Busi Motor Agar Tetap Awet

Minggu, 26 Januari 2020
Thio Pahlevi

Busi merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembakaran mesin. Jika performa busi sudah tidak optimal, bisa dipastikan tarikan motor menjadi tidak maksimal atau bahkan menyebabkan mogok.

Lalu, bagaimana cara merawat busi agar tetap awet hingga batas usia masa pakainya? Diko Octavian selaku Technical Support Product Specialist PT NGK Busi Indonesia pun memberikan penjelasannya.

"Pastikan busi yang dipakai sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing dan utamanya mesin kudu rajin diservis," kata Diko saat dihubungi OtoRider (24/1).

Diko menambahkan, kesalahan dalam memilih busi tentunya bisa berakibat fatal pada motor. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan ketika memilih busi?

1. Pemilihan Resistor

Resistor pada busi memiliki fungsi untuk mengurangi daya hantar gelombang elektromagnet yang akan memengaruhi kerja kendaraan secara utuh, khususnya di motor berteknologi injeksi yang sudah dilengkapi ECU. 

"Untuk kendaraan injeksi wajib pakai busi yang tipe resistor. Contohnya busi NGK CR7HSA. Fungsinya untuk meminimalisir kerusakan pembacaan sinyal ke ECU karena noise sinyal," jelas Diko.

2. Tingkat Panas

Setiap busi memiliki tingkat panas yang berbeda-beda. Oleh karena itu, seringkali ditemui adanya istilah busi panas dan busi dingin.

Busi dingin umumnya memiliki ujung insulator yang lebih pendek, sehingga akan lebih cepat membuang panas. Sementara itu, busi panas menggunakan insulator yang lebih panjang. Hal ini membuatnya dapat menyimpan panas dalam waktu lebih lama. 

"Jika mesin dipasang (busi) lebih dingin dari standardnya, maka akan terbentuk karbon atau kerak yang berpotensi menyebabkan missfire. Sedangkan kalau lebih panas dari standardnya, maka busi akan mengalami overheat, knocking, dan pada akhirnya elektroda meleleh serta rusak," ujar Diko.

   Baca Juga: Selisih Harga Sedikit, Pilih Honda BeAT Baru atau Genio?

Semakin tinggi angkanya, lanjut Diko, maka semakin dingin tipe businya. Sementara, semakin rendah angkanya, maka semakin panas businya.

3. Pemilihan Dimensi dan Fitur

Diko menilai, kesalahan memilih dimensi dan fitur menjadi hal yang paling sering terjadi di kalangan mekanik ataupun konsumen. Menurutnya, kebanyakan dari mereka membagi busi itu menjadi busi pendek dan busi panjang.

"Padahal ada banyak fitur yang dipasang di busi. Salah dimensi bisa bikin piston kejedot busi," ungkap Diko.

Tak hanya bahaya akibat kesalahan penggunaan busi yang tidak tepat, ulir busi juga perlu diperhatikan. Busi dengan lebar ulir yang serupa belum tentu memiliki fitur dan spesifikasi yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoRider, caranya klik link https://t.me/otoridercom , kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.

Terbaru

Motor Listrik | 1 hari yang lalu

Rupiah Melemah, Harga Motor Listrik Bakal Ikut Naik?

Motor Listrik | 2 hari yang lalu

Polytron Akan Jual Motor Listrik Murah di Bawah Rp 10 Juta

Motor Listrik | 2 hari yang lalu

Daftar Kendaraan Listrik yang Bakal Meramaikan PEVS 2024

Berita | 3 hari yang lalu

Juni 2024, Pembatasan Pembelian Pertalite untuk Motor Diberlakukan?

Sport | 4 hari yang lalu

Musim MotoGP 2025, Marc Marquez Bakal Pindah Tim Lagi?
Beranda Trending Motor Listrik