Adu Akselerasi Honda Beat 2020 dan Model Lama. Siapa Lebih Kencang?

Adu Akselerasi Honda Beat 2020 dan Model Lama. Siapa Lebih Kencang?

PT Astra Honda Motor (AHM) resmi meluncurkan generasi terbaru dari Honda BeAT series pada Januari 2020 lalu. Ubahan tak hanya diberikan pada segi desain yang sudah menggunakan rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame), namun juga di sektor performa.

BeAT 2020 menggunakan mesin eSP (enhanced Smart Power) 110cc SOHC generasi terbaru, tepatnya 109,5 cc. Berkat mesin berukuran diameter x langkah sebesar 47 mm x 63,1 mm tersebut, tenaga maksimum yang mampu dihasilkan sebesar 8,85 dk pada 7.500 rpm dan torsi maksimum  9,3 Nm pada 5.000 rpm.

   Baca Juga: Skema Cicilan All New Honda BeAT 2020, Sebulan Hanya Rp 700 Ribuan

Sementara itu, BeAT lawas, dalam tes kali ini menggunakan BeAT 2016, menggendong mesin 110 cc SOHC atau tepatnya 108,2 cc dengan ukuran diameter x langkah sebesar 50 mm x 55,1 mm. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga 8,5 dk pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,01 Nm pada 6.500 rpm.

Lalu, siapa yang lebih kencang diantara kedua generasi motor matik terlaris Honda ini? Tim OtoRider pun melakukan pengetesan akselerasi menggunakan perangkat Racelogic Performance Box untuk mengetahuinya.

All New Honda BeAT Series 2020

 

Berdasarkan hasil pengetesan, BeAT terbaru mampu berlari dari 0-60 km/jam dalam waktu 9,1 detik, 0-80 km/jam 17,7 detik, dan 0-201 meter 14,6 detik.

Sedangkan, BeAT lawas mampu melakukan akselerasi dari 0-60 km/jam selama 11,3 detik, 0-80 km/jam 20,2 detik, 0-201 meter 16,2 detik.

Ternyata, mesin serta rangka baru membuat performa BeAT 2020 menjadi lebih kencang dibandingkan model sebelumnya. Rangka barunya sendiri juga diklaim Honda membuatnya menjadi lebih ringan.

   Baca Juga: All New BeAT Bisa Pakai Ban Scoopy. Bagaimana Caranya?

Kali ini beratnya hanya 89 kg untuk tipe CBS dan 90 kg tipe CBS-ISS. Bandingkan dengan BeAT lawas yang masih menggunakan rangka jenis backbone sehingga memiliki berat 92 kg pada tipe CW serta 93 kg untuk tipe CBS & CBS-ISS.

"eSAF dibuat 8 persen lebih ringan dari rangka yang sudah ada. Dimana dengan rangka yang lebih ringan dapat mempermudah handling kendaraan. Tentu saja berkenaan dengan kekuatan atau daya tahan, ia memiliki ketangguhan yang sangat baik," kata Makoto Dohi, Large Project Leader Honda BeAT.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id